“LANGKAH INOVATIF : MENGGALI PENGALAMAN LOMBA LARI 5 KM DAN 10 KM”
PSIKOLOGI INOVASI
ESSAI 4 MENGIKUTI 2 LOMBA
DOSEN PENGAMPU: Dr., Dra. ARUNDATI SHINTA, MA.
PRASETYA ARI WIDODO
22310410009
FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS PROKLAMASI 45
YOGYAKARTA
DESEMBER/2024
Pada tanggal 29 September 2024 saya mengikuti lomba lari berjarak 5 km yang diselenggarakan oleh Erafon Run, kemudian seminggu setelahnya saya mengikuti kembali lomba lari dalam event Malioboro Run pada tanggal 6 Oktober 2024 yang dalam event ini saya meimlih jarak 10 km. Mengikuti lomba lari tersebut adalah pengalaman yang sangat berharga dan penuh pelajaran bagi saya, baik secara fisik maupun psikologis. Dalam kedua lomba ini, saya tidak hanya berlari untuk mencapai garis finish, tetapi juga mengalami proses inovasi dalam diri saya yang berhubungan dengan psikologi.
Saat pertama kali mengikuti lomba lari 5 km, saya merasa campur aduk antara antusias dan gugup. Rasa gugup ini adalah hal yang wajar, terutama bagi pelari pemula. Saya mempersiapkan diri dengan latihan selama beberapa minggu sebelum hari H, tetapi tetap saja, saat melihat kerumunan pelari lain, rasa cemas muncul. Namun, saat lomba dimulai, saya mencoba untuk fokus pada ritme lari saya sendiri dan tidak membandingkan diri dengan orang lain. Ini adalah bentuk inovasi psikologis, saya belajar untuk mengatasi rasa panik dan menemukan cara untuk menenangkan diri. Dengan mengatur napas dan menjaga fokus, saya berhasil menyelesaikan lomba dengan waktu yang memuaskan sekitar 42 menit.
Setelah sukses di lomba 5 km di event Erafone Run, saya memutuskan untuk mencoba tantangan yang lebih besar dengan mengikuti lomba lari 10 km yang diadakan oleh Malioboro Run event setahun sekali. Persiapan kali ini lebih intensif, saya mengadopsi teknik baru seperti interval training untuk meningkatkan stamina. Saya mulai menerapkan strategi mental yang berbeda, seperti visualisasi garis finish dan menetapkan tujuan kecil di setiap kilometer. Hal ini membantu saya tetap termotivasi meskipun di tengah kelelahan. Selama perlombaan, saya menghadapi tantangan fisik yang lebih besar. Ada saat-saat ketika kaki terasa berat dan semangat mulai menurun. Namun, saya teringat akan semua latihan yang telah dilakukan dan berusaha untuk tidak menyerah. Saya belajar bahwa proses adalah bagian penting dari perjalanan ini bukan hanya tentang mencapai garis finish, tetapi juga tentang bagaimana cara kita menghadapi rintangan.
Kesimpulan
Kedua pengalaman ini menunjukkan bahwa partisipasi dalam lomba lari tidak hanya melibatkan aspek fisik tetapi juga aspek psikologis yang mendalam. Melalui inovasi dalam pendekatan mental dan strategi pelatihan, saya mampu mengatasi rasa takut dan meningkatkan kepercayaan diri. Ini adalah pelajaran berharga yang dapat diterapkan tidak hanya dalam olahraga tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.
Referensi :
- Azzahra, A. (2020). Peran Motivasi dalam Meningkatkan Kinerja Atlet Lari. Jurnal Psikologi Olahraga, 15(2), 135-144.
- Haryanto, D., & Rini, S. (2018). Pengaruh Psikologi Olahraga terhadap Performa Atlet Lari. Jurnal Psikologi Olahraga Indonesia, 7(1), 12-19
Lampiran :








0 komentar:
Posting Komentar