Senin, 22 Juni 2026

Essai 9 nasabah bank sampah

Menjadi Nasabah Bank Sampah Mandiri di Rumah: Langkah Nyata Memilah dan Menabung






Tujuan

Esai ini disusun agar kita bisa secara nyata mengelola sampah anorganik rumah tangga secara mandiri. Melalui sistem bank sampah sederhana di lingkungan rumah, kita dapat memahami bahwa sampah yang dipilah dengan baik memiliki nilai ekonomis. Langkah ini juga bertujuan membentuk perilaku yang bertanggung jawab dan lebih menghormati lingkungan hidup.

Ketentuan Pelaksanaan

  • Topik: Menjadi nasabah bank sampah mandiri di rumah.
  • Waktu Kegiatan: April 2026 – Juli 2026 (Menabung minimal 2 kali).
  • Identitas Bank Sampah: Bank Sampah Mandiri "Berkah Rumah", dikelola secara swadaya di area garasi rumah dengan menyalurkan hasil sisa konsumsi ke pemulung langganan setempat.

Laporan Kegiatan Menabung dan Pengelolaan Sampah

Dalam kurun waktu April hingga Juli 2026, saya berinisiatif memisahkan sampah anorganik yang dihasilkan dari aktivitas harian keluarga. Sampah tidak lagi dibuang begitu saja ke tempat pembuangan akhir, melainkan dikelompokkan ke dalam wadah khusus berdasarkan jenisnya. Selama periode ini, saya melakukan dua kali transaksi penyaluran (menabung) dengan rincian sebagai berikut:

1. Tabungan Pertama (Mei 2026)

Pada transaksi pertama, fokus pengumpulan adalah botol plastik bekas air mineral dan kardus sisa paket belanja daring.

  • Jenis & Berat Sampah: Botol air mineral (PET) seberat 3,5 kilogram dan kardus kering seberat 6 kilogram.
  • Uang yang Diperoleh: Botol plastik dihargai Rp3.000 per kilogram dan kardus Rp2.000 per kilogram. Total uang yang diperoleh dari pemulung pada tabungan pertama ini adalah Rp22.500.

2. Tabungan Kedua (Juli 2026)

Pengumpulan kedua dilakukan menjelang akhir periode tugas dengan volume sampah yang sedikit meningkat karena adanya aktivitas renovasi kecil di rumah.

  • Jenis & Berat Sampah: Kardus gelombang tebal seberat 8 kilogram dan campuran botol plastik bersih seberat 4 kilogram.
  • Uang yang Diperoleh: Dengan fluktuasi harga pasar lokal, kardus terjual Rp2.500 per kilogram dan botol plastik Rp3.000 per kilogram. Total pendapatan pada tabungan kedua adalah Rp32.000.

Jika diakumulasikan, total dana yang berhasil dikumpulkan dari dua kali kegiatan menabung ini adalah sebesar Rp54.500.

Melalui program bank sampah mandiri ini, saya menyadari bahwa pengelolaan limbah anorganik di tingkat rumah tangga sangat krusial. Botol mineral dan kardus yang awalnya dianggap sebagai barang habis pakai tanpa nilai, ternyata bisa dikonversi menjadi uang tunai yang bermanfaat.

Lebih dari sekadar keuntungan finansial, kegiatan ini melatih kedisiplinan dalam memilah sampah sejak dari sumbernya. Hubungan kerja sama yang terjalin dengan pemulung lokal juga membantu mempercepat rantai daur ulang di lingkungan sekitar. Menghormati sampah berarti memberikan kesempatan kedua bagi material anorganik agar tidak mencemari bumi.


Lisa Sugiarty_24310410230_essai 9_psikologi lingkungan_kelas karyawan_dosen ibu Arundati Sinta_Psikologi Up45

0 komentar:

Posting Komentar