Kamis, 30 April 2026

Essay 2 - PLOGGING

 Berliana Adinda Putri Wiyanto

24310410216

Psikologi Lingkungan (B)

Tugas essay 2

Dosen Pengampu : Dr. Arundati Shinta, M.A.

Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta


PLOGGING

Saya melakukan sebuah aktivitas sederhana namun memiliki makna yang dalam yaitu plogging, kegiatan memungut sampah sambil berolahraga. Secara umum, plogging adalah aktivitas yang menggabungkan olahraga jogging dengan kegiatan memungut sampah di sepanjang jalur yang dilalui. Istilah "plogging" berasal dari gabungan kata dalam bahasa Swedia "plocka upp" yang artinya "mengumpulkan" dan kata "jogging". Kegiatan ini pertama kali terkenal di Swedia, lalu menyebar ke berbagai negara sebagai gerakan lingkungan yang sederhana tetapi memiliki dampak besar. Plogging bisa dilakukan oleh siapa saja, tidak perlu alat khusus, cukup bawa tas untuk mengumpulkan sampah dan memiliki semangat untuk menjaga lingkungan.

Plogging bukan hanya sebuah tren, tapi juga cara nyata untuk menunjukkan tanggung jawab seseorang terhadap lingkungan sekitar. Di tengah semakin meningkatnya masalah sampah, khususnya sampah plastik, plogging dapat menjadi solusi sederhana yang bisa dilakukan oleh siapa saja. Dengan berjalan kaki atau berlari perlahan sambil mengumpulkan sampah, seseorang tidak hanya merawat kesehatan tubuhnya, tetapi juga membantu mengurangi polusi lingkungan secara langsung.

Kegiatan plogging yang pertama saya lakukan di dekat tempat tinggal saya pada hari Minggu tanggal 19 April 2026. Saya tinggal di Manisrenggo, Klaten. Selagi melakukan jogging, saya juga membawa kantong plastik dan memungut sampah yang berserakan di sepanjang jalan yang saya lewati. Sampah plastik maupun kertas yang saya kumpulkan selanjutnya akan saya bawa pulang dan dijual ke bank sampah atau tukang rongsokan.

Kegiatan plogging yang kedua saya lakukan di tempat yang dihiasi banyak tanaman hijau menunjukkan bahwa tempat itu sebenarnya bisa menjadi area yang tenang dan menyenangkan pada hari Minggu tanggal 26 April 2026. Tempat ini merupakan kawasan wisata Kaliurang, tepatnya di sekitar  Tlogoputri. Namun, adanya sampah yang menyebar membuat keindahan terganggu dan bisa memberi dampak negatif pada ekosistem. Sampah yang tidak dibuang dengan benar bisa mengotori tanah dan air, serta berbahaya bagi makhluk hidup di sekitarnya. Oleh karena itu, tindakan kecil seperti plogging akan memiliki dampak yang besar jika kita dapat memotivasi orang lain agar memiliki kesadaran diri untuk ikut serta.

Selain dapat membantu menjaga kebersihan lingkungan, plogging juga memiliki nilai edukatif. Kegiatan ini dapat membuat masyarakat lebih tahu betapa pentingnya membuang sampah ke tempat yang sudah disediakan. Ketika seseorang melihat orang lain sedang melakukan plogging, secara tidak langsung hal itu bisa membuatnya merasa malu atau justru terinspirasi untuk ikut serta dalam kegiatan tersebut. Dengan demikian, plogging tidak hanya memberi dampak pada lingkungan secara fisik, tetapi juga membantu membentuk sikap sosial yang lebih perhatian terhadap kebersihan.

Dari segi kesehatan, plogging juga memberikan manfaat tambahan. Gerakan membungkuk untuk mengambil sampah melibatkan beberapa otot di dalam tubuh, sehingga aktivitas ini lebih beragam dibandingkan hanya berjalan atau berlari biasa. Hal ini membuat plogging menjadi olahraga yang efektif dan memiliki manfaat ganda.

Kesadaran akan kebersihan lingkungan sebaiknya dijadikan teladan bagi masyarakat umum. Tidak harus menunggu program besar atau kebijakan pemerintah, perubahan bisa dimulai dari tindakan kecil yang dilakukan secara terus-menerus. Jika semua orang peduli dengan lingkungan, maka menciptakan tempat yang bersih dan sehat tidak akan terasa sulit.

Sebab itu, plogging adalah kegiatan yang menggabungkan rasa peduli terhadap lingkungan, kesehatan, dan tanggung jawab sosial. Gambar itu mengingatkan kita bahwa merawat bumi bisa dimulai dari hal-hal kecil, seperti mengumpulkan sampah yang kita temukan di sekitar.

0 komentar:

Posting Komentar