ESSAY 3: BEFORE AFTER
Nama : Wulan Rahmawati
NIM : 24310410236
Kelas : B
Mata Kuliah : Psikologi Lingkungan
Dosen Pengampu: Dr. Arundati Shinta, M.A.
Tugas : Essay 3 Before After
Ketika sesuatu dimulai dari kepedulian maka selanjutnya akan menjadi kebiasaan. Kali ini di tempat dan waktu yang berbeda saya menyusuri beberapa tempat publik yang ada di kota Yogyakarta. Miris ketika melihat tempat yang seharusnya ramah akan keindahan tapi di selasar sana masih ada tumpukan sampah berserakan. Berikut adalah dua kegiatan saya dalam rangkaian peduli lingkungan di lokasi dan tempat yang berbeda.
Lokasi 1: Stadion Sultan Agung Bantul
Waktu pelaksanaan: Minggu, 3 mei 2026
Durasi: 1 jam (16.30-17.30)
Pada kegiatan pertama saya mulai di Stadion Sultan Agung Bantul waktu sore hari. Disana sangat rame masyarakat yang sedang melakukan aktivitas olahraga sore. Ketika saya mengitari sekitar stadion ternyata di sebelah parkiran barat terdapat banyak tumpukan sampah berserakan dimana-mana. Saya mulai melakukan pembersihan sampah di sekitar area parkiran dan ternyata cukup banyak sampah yang terkumpul hingga satu plastik polybag besar. Sampah yang sudah terkumpul saya pilah antara sampah organik dan anorganik lalu saya berikan pada tempat pembuangan sampah yang ada di stadion dimana disana ada tempat sampah khusus organik dan anorganik. Jenis sampah kebanyakan adalah plastik bekas makanan. Banyaknya sampah jenis ini kemungkinan karena setiap hari minggu terdapat sunmor di stadion dan masyarakat yang kurang peka terhadap lingkungan membuang sampah sembarangan.
Waktu pelaksanaan: Rabu, tgl 6 Mei 2026
Durasi: 1 jam (16.00 - 17.00)
Kegiatan kedua before after ini saya lakukan di Lapangan Jambidan Banguntapan pada waktu sore hari. Pada tengah lapangan memang terlihat bersih dan terawat tetapi pada bagian pinggir lapangan masih banyak tumpukan sampah berserakan. Ada dua area yang banyak sampah di pinggir lapangan ini yaitu sisi utara dan sisi pojok selatan. Untuk jenis sampah di area ini yaitu jenis daun kering dan sampah plastik bekas wadah makanan karena di sisi barat lapangan ada tempat jualan UMKM. Setelah sampah terkumpul saya masukkan dalam satu polybag hitam dan diletakkan di tempat pembuangan sampah milik LPMD Desa Jambidan.
Pada dua kegiatan diatas before dan after sangat kontras perbedaanya. Sebelumnya terlihat banyak tumpukan sampah dimana-mana dan merusak pemandangan orang yang melihatnya apalagi ini termasuk ruang publik. Secara psikologis pastinya kondisi ini memberikan sinyal negatif kepada kita bahwa tempat tersebut kurang terawat, sehingga orang merasa tidak masalah untuk buang sampah sembarangan karena mengira tidak ada yang peduli.
Setelah saya melakukan pembersihan terjadi perubahan yang signifikan dimana tidak ada lagi tumpukan sampah dan area menjadi tampak bersih, rapi dan sedap dipandang mata. Selain itu adanya perubahan positif yang dirasa sehingga memberikan rasa nyaman dan kita yang memandang pun menjadi bahagia. Semoga dengan kegiatan sederhana ini dapat membuat warga sekeliling lebih peduli dengan lingkungannya dan dapat dibersihkan secara rutin.
Kegiatan before-after membersihkan tempat publik yang tadinya kotor menjadi bersih membuktikan bahwa perubahan fisik dapat mengubah cara pandang dan perilaku masyarakat. Berdasarkan ilmu psikologi lingkungan, lingkungan yang bersih dan terawat tidak hanya membuat pengunjung merasa lebih nyaman dan terhindar dari stres, tetapi juga menumbuhkan rasa peduli dan sesuatu hal yang positif untuk tidak membuang sampah sembarangan. Sehingga hal sederhana ini semoga kedepannya bisa membangun jiwa peduli lingkungan untuk orang-orang yang ada di sekitar dan menjaga ruang publik menjadi milik bersama agar indah, rapi dan nyaman untuk ditempati.






0 komentar:
Posting Komentar