Jumat, 10 Juli 2026

ESSAY 10: PARTISIPASI LOMBA HERITAGE PHOTOGRAPHY COMPETITION 2026 DAN JALARUN FEST 6K (BUDAYAKAN LARIMU) 2026

 

HERITAGE PHOTOGRAPHY COMPETITION 2026

DAN JALARUN FEST 6K (BUDAYAKAN LARIMU) 2026

 


 KUS WITA WARDANI

25310430002

Psikologi Lingkungan/ Kelas Karyawan (B)

Tugas: Essai Partisipasi Lomba

Dosen Pengampu: Dr. Arundati Shinta M.A.

Bulan/ tahun terbit: Juli/ 2026

 

FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS PROKLAMASI 45


PELAKSANAAN KEGIATAN

1.  HERITAGE PHOTOGRAPHY COMPETITION 2026

Hari/ Tanggal        : Sabtu/ 27 Juni 2026

Tempat                  : KgD Kedhaton, KgD Wahanarata, dan KgD Tamansari Kraton Yogya

Pukul                     : 07.30 – 16.30 wib

Tujuan kegiatan    :

Heritage Photography Competition 2026 adalah sebuah event foto yang diselenggarakan oleh Kawedanan Radya Kartiyasa Keraton Yogyakarta bekerja sama dengan mahasiswa salah satu kampus swasta di Yogyakarta, kompetensi ini mengusung tema “LANGGENG RUPA” tema ini meyoroti bagaimana manusia menjadi bagian yang menghidupkan ruang, tradisi, dan budaya di tengah perubahan jaman dengan biaya pendaftaran sebesar Rp.85.000,- Warisan budaya tidak hanya hidup dalam bangunan dan ruang bersejarah, tetapi juga melalui manusia yang terus beraktivitas, berinteraksi, dan menjaga nilai-nilai budaya di dalamnya. Juri dalam lomba Heritage Photography Competition 2026 kali ini adalah RM. Purwoguritno (Pengajeng Guritno Laksana Kawedanan Tandha Yekti Keraton Yogyakarta), Bima Adithya (Fotografer Profesional sejak 2009), dan Rio Pharaoh (Fotografer Profesional).

Secara umum lomba ini mengajak seluruh peserta lomba untuk mengeksplorasi kawasan wisata budaya Keraton Yogyakarta melalui pendekatan human interest photography (salah satu genre dalam seni foto yang menampilkan manusia sebagai subjek utama dan visual storytelling (mengabadikan momen otentik yang memiliki narasi visual kuat, sehingga karya tersebut mampu berkomunikasi dan menyampaikan pesan mendalam kepada penikmatnya). Dalam kompetensi ini, peserta akan mendokumentasikan kehidupan, emosi, serta interaksi manusia yang menghidupkan ruang-ruang warisan budaya. Di dalam event ini, peserta dapat mengikuti pengalaman fotografi ekslusif 1 day, 3 places Photography Experience dengan mengunjungi tiga unit wisata Kraton Yogyakarta (Kedhaton, Wahanarata, dan Taman Sari).

Bagi saya pribadi ini adalah pengalaman pertama saya mengikuti kompetensi fotografi, saya tertarik memilih event lomba ini karena karena selain untuk mengeksplor hal baru yang belom pernah saya lakukan di bidang seni foto, selain itu saya tertarik dengan konsep event/ kompetensinya, dimana memasukkan unsur kebudayaan dalam acara ini (terjadi stimulus penguatan motivasi internal). Selain itu, dalam event Heritage Photography Competition 2026 ini saya juga dapat berkenalan dengan orang-orang baru dari berbagai daerah, terjadi transfer knowledge mengenai ilmu fotografi.

Acara dimulai dengan registrasi peserta, selanjutnya Opening dan Breefing yang dibuka oleh perwakilan dari Kraton Yogyakarta dan breefing dari perwakilan team panitia mengenai peraturan lomba beserta yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama mengikuti event tersebut. Dalam lomba kali ini, peraturan lomba tidak hanya menekankan masalah teknis pengambilan foto tetapi juga meliputi etika dalam bersikap dan cara berpakaian yang harus sopan (karena lomba ini masih dalam naungan Kraton Yogyakarta). Yang menarik disini bagi saya, dalam aturan lomba ini juga concern terhadap lingkungan seperti tidak boleh membuang sampah sembarangan atau melakukan tindakan yang merusak kawasan heritage dan dilarang merokok dan rokok elektronik selama kegiatan berlangsung. Setelah opening dan breefing, selanjutnya adalah aktivitas hunting session di tiga tempat wisata (sesi pertama berlokasi di Kedhaton, sesi ke-2 berlokasi di Wahanarata, dan sesi ke-3 berlokasi di Taman Sari).

Dalam event ini, Kraton Yogyakarta sangat hangat dalam menyambut kami (para peserta) dan dikolaborasikan dengan team panitia lomba yang bekerja dengan sangat professional menjadikan event ini adalah event yang sangat luar biasa di mata saya, selain itu interaksi antar peserta lomba juga sangat humanis dan kekeluargaan sehingga kesan kompetensinya menjadi sangat sehat, saya merasa sangat bahagia enjoy selama event berlangsung. Banyak manfaat yang saya dapatkan dari event Heritage Photography Competition 2026 ini selain pengalaman, transfer ilmu fotografi, relasi baru, selain itu juga melalui event ini saya semakin menghormati dan mencintai budaya dengan pendekatan yang berbeda. Sampai blog ini dipublish, untuk e-sertifikat belom didapatkan dari panitia lomba tersebut.


                                
Ket: Dok Tiket Heritage Photography Competition "Langgeng Rupa"  2026                Ket: Opening ceremony perwakilan Kraton Yogyakarta



Ket: Dok foto bersama panitia dan peserta Heritage Photography Competition "Langgeng Rupa"  2026


2.  JALARUN FEST 6K (BUDAYAKAN LARIMU) 2026

Hari/ Tanggal         : Minggu/ 28 Juni 2026

Tempat                  : Kampus UMY (Universitas Muhammadiyah Yogyakarta),  

Pukul                     : 04.30 – 10.00 wib

Tujuan kegiatan     :

Acara ini diselenggarakan dengan memadukan semangat olahraga dengan kekayaan budaya dalam satu pengalaman yang seru, sehat dan penuh warna. Biaya pendaftaran dalam event lari ini adalah sebesar Rp. 70.000, - dengan mengusung konsep budaya, Jalarun Fest 2026 bukan hanya sekedar sebagai ajang lari, tetapi juga sebagai ruang untuk mengekspresikan kreativitas, kebersamaan, dan kecintaan terhadap budaya lokal, ditambah lagi dalam event lomba lari ini saya melakukan bersama teman kelas psikologi lingkungan lainnya sehingga hal ini merupakan penguatan motivasi internal bagi saya.

Kegiatan Fun Run (FR) sendiri akhir-akhir ini sangat diminati di kalangan masyarakat dan menjadi gaya hidup sehat, kegiatan ini merupakan kegiatan lari yang dilakukan secara santai dan menyenangkan, baik yang bersifat kompetensi maupun tidak (Scheerder et al., 2015). Selain kesehatan secara fisik dan mental, kegiatan ini juga berperan penting dalam menciptakan budaya olahraga yang positif dari berbagai kelmpok masyarakat. Fun Run sendiri masuk kedalam kategori aktivitas fisik atau psychical activity (PA), dimana aktivitas tersebut dapat mengurangi resiko penyakit kardiovaskular, kelebihan berat badan, obesitas, diabetes tipe 2, stress dan depresi. 

Saya menikmati rute dengan atmosfer festival yang energik, tidak hanya itu Jalarun Fest juga menghadirkan kompetisi best costume bagi pelari yang tampil unik, kreatif, dan mengangkat unsur budaya dengan gaya masing-masing. Dengan perpaduan olahraga, hiburan dan budaya, bagi saya Jalarun Fest menjadi pengalaman festival lari yang berbeda, menyenangkan, dan berkesan. Di dalam event ini juga terdapat beberapa stand makanan, minuman, parfum dan beberapa usaha UMKM lainnya, event ini ditutup dengan performance atau penampilan dari beberapa band indies yang cukup meriah.

Bagi para peserta yang tidak mencapai podium utama akan diberikan Finisher Medal, terjadi opini dalam masyarakat mengenai “Kenapa semua finisher dapat medali padahal tidak juara?”. Menurut pendapat saya, hal tersebut tidak perlu menjadi hal yang perlu diperdebatan, karena berpartisipasi dalam sebuah lomba adalah simbol bahwa kita sudah berhasil melawan rasa malas, takut gagal, keberanian untuk start dan bertahan sampai melewati finish itu layak diapresiasi.


  
Foto: Dok pribadi setelah event lari Jalarun Fun Run 2026    


  Daftar Pustaka

Aprilo, I., Arfanda, P. E., & Mappaompo, M. A. (2024). Fun Run: Gaya Hidup Sehat Dengan   Peningkatan Daya Tahan Kardiovaskular (Literature Review). 85–89.

Arfanda, P. E., Aprilo, I., Mappaompo, M. A., Muhammad, H. N., & Jr, P. B. D. (2024). Self-rated health   of physical function, physical role, and bodily pain are related to general health in the fun- community. 11(3), 365–368.

World Health Organization. (2018). Global Action Plan on Physical Activity 2018-2030: More Active         People For A Healthier World. World Health Organization.

https://kebudayaan.jogjakota.go.id/page/index/kawasan-kraton

0 komentar:

Posting Komentar