Kamis, 09 Juli 2026

 

Heni Dwi Anggreani

25310440001

Kelas Psikologi Lingkungan - B

Esai  8

Dosen Pengampu: Dr. Arundati Shinta M.A.

Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta

 

ESAI KE-8 Esai 8 – Melakukan upcycling sampah anorganik & merintis sbg pengusaha ekonomi sirkuler : Mengubah Tutup Botol menjadi Bunga yang indah.

Melakukan upcycling sampah anorganik merupakan pengalaman yang sangat berkesan dan memberikan pelajaran yang berharga  bagi saya, terutama dalam meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Dalam kegiatan ini, saya memanfaatkan tutup botol plastik bekas menjadi hiasan bunga. Setiap tutup botol disusun dan dirangkai dengan teliti hingga menjadi satu tangkai bunga yang menarik. Dari proses tersebut, saya menyadari bahwa mengolah sampah tidak sesulit yang saya bayangkan. Dibutuhkan ketelatenan, kesabaran, dan kreativitas agar barang yang semula dianggap tidak berguna dapat berubah menjadi karya yang memiliki nilai.

Pengalaman ini mengubah cara pandang saya terhadap sampah plastik. Sebelumnya, botol dan tutup botol bekas minuman sering kali langsung dibuang setelah digunakan. Padahal, benda-benda tersebut masih dapat dimanfaatkan kembali menjadi produk yang berguna. Dari situ saya belajar bagaimana memanfaatkan kembali sampah anorganik dan pengalaman ini menunjukkan bahwa perilaku peduli lingkungan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana, yaitu mengurangi sampah dengan memanfaatkan kembali barang bekas. Ketika seseorang memiliki kesadaran bahwa tindakannya dapat memberikan manfaat bagi lingkungan, maka perilaku ramah lingkungan akan lebih mudah terbentuk dan dilakukan secara konsisten.

Setelah bunga selesai dibuat, saya mencoba memasarkan hasil karya tersebut melalui Facebook dengan harga Rp10.000 per tangkai. Alhamdulillah, beberapa bunga berhasil terjual sehingga saya memperoleh pendapatan sebesar Rp30.000 dari hasil upcycling tersebut. Pengalaman ini memberikan pemahaman bahwa menjaga lingkungan juga dapat memberikan manfaat ekonomi. Namun, bagi saya, nilai yang paling berharga bukanlah keuntungan yang diperoleh, melainkan kesadaran bahwa sampah memiliki potensi untuk dimanfaatkan kembali sehingga jumlah limbah yang dibuang ke lingkungan dapat berkurang. Hal ini sejalan dengan prinsip ekonomi sirkular yang mendorong pemanfaatan kembali sumber daya agar tidak langsung menjadi limbah.

Melalui kegiatan ini, saya belajar bahwa perubahan perilaku terhadap lingkungan dapat dimulai dari diri sendiri. Langkah sederhana seperti memanfaatkan tutup botol bekas menjadi kerajinan dapat menjadi bentuk kontribusi nyata dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus menginspirasi orang lain untuk lebih bijak dalam mengelola sampah. Pengalaman ini membuat saya semakin percaya bahwa kepedulian terhadap lingkungan tidak selalu diwujudkan melalui tindakan besar, tetapi dapat dimulai dari kreativitas dan kebiasaan kecil yang dilakukan secara terus-menerus.

0 komentar:

Posting Komentar