Rabu, 29 April 2026

Essai 3 : Before After

 

Perubahan Lingkungan Sebelum dan Sesudah Pembersihan Sampah

di PASTY dan Lapangan Patmasuri

 

Pingkan Winahyuningtyas

24310410234

Kelas Psikologi Lingkungan – B

Tugas Essai 3

Dosen Pengampu : Dr. Arundati Shinta, M.A.

Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45

Yogyakarta

 

Kegiatan before after kebersihan lingkungan adalah kegiatan membersihkan suatu tempat dengan membandingkan kondisi sebelum dan sesudah pembersihan dilakukan. Tujuannya untuk menunjukkan perubahan nyata dari tempat yang awalnya kotor, penuh sampah, dan kurang rapi menjadi lebih bersih dan nyaman. Kegiatan seperti ini biasanya dilakukan di tempat publik, seperti pasar, lapangan, sungai, pantai, gunung, terminal dan sebagainya.

Tempat publik yang ramai dikunjungi biasanya menghasilkan banyak sampah setiap hari. Jika tidak dibersihkan, sampah dapat menimbulkan bau, mengganggu kenyamanan, dan merusak keindahan lingkungan. Karena itu, saya melakukan kegiatan membersihkan sampah di dua lokasi, yaitu Pasar Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta (PASTY) dan Lapangan Patmasuri. Dari kegiatan ini, saya melihat langsung perubahan kondisi lingkungan sebelum dan sesudah dibersihkan.

Lokasi 1: Pasar Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta (PASTY)

                               a. Zona Tanaman Hias                 b.Pintu Masuk Zona Satwa

    

Kegiatan pertama dilakukan di Pasar Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta (PASTY) pada hari Selasa, 21 April 2026 pukul 15.30 sampai 17.00 WIB yang berlangsung selama kurang lebih satu setengah jam. PASTY berlokasi di Jalan Bantul Km 1, Gedongkiwo, Mantrijeron, Yogyakarta. Kawasan ini terbagi menjadi dua zona, yaitu zona satwa yang berada di sebelah timur jalan raya dan zona tanaman hias yang berada di sebelah barat jalan raya.

Ketika memasuki pasar ini, suasana yang penuh warna dan kehidupan langsung terasa. Di zona satwa terdapat berbagai hewan peliharaan seperti burung, kucing, anjing, kelinci, hamster, ikan hias, reptil, dan lainnya. Sementara di zona tanaman hias tersedia berbagai jenis tanaman, pot, pupuk, dan perlengkapan berkebun.

Sebagai kawasan publik yang setiap hari dipadati oleh pedagang dan pengunjung, aktivitas jual beli di PASTY menghasilkan berbagai jenis limbah, baik organik maupun anorganik. Namun, tidak semua sampah tersebut dikelola dengan baik, sehingga menimbulkan penumpukan yang membuat lingkungan pasar tampak kurang bersih dan fasilitasnya kurang terawat. Hal ini juga dipengaruhi oleh kondisi ekonomi pedagang yang tidak stabil, sehingga pengelolaan sampah secara mandiri menjadi kurang optimal.

Sebelum dibersihkan kondisi lingkungan di beberapa area terlihat kurang terawat. Sampah berserakan di sekitar jalan pasar, pintu masuk, kios dan area kandang. Dalam kegiatan pembersihan yang saya ikuti, terlihat jelas bahwa sampah yang berserakan cukup beragam.

Di zona satwa, terdapat sisa makanan hewan, alas kandang bekas, kotoran hewan terutama reptil,kelinci,burung serta plastik pembungkus dan botol minuman. Sementara itu, di zona tanaman hias, sampah didominasi oleh daun kering, ranting hasil pemangkasan, akar rusak, batang busuk, polybag, pot plastik, kemasan pupuk dan pestisida, serta sisa media tanaman bekas yang sudah tidak terpakai.

Saya melakukan pembersihan dengan mengumpulkan sampah dan memilahnya berdasarkan jenis. Sampah organik seperti daun kering dan sisa makanan dipisahkan nantinya untuk dijadikan kompos, sedangkan sampah anorganik seperti plastik dan botol dikumpulkan agar dapat didaur ulang atau dijual ke bank sampah.

Setelah dibersihkan, kondisi lingkungan di PASTY terlihat jauh lebih rapi dan bersih. Jalan menjadi lebih enak dilalui pengunjung, area kios terlihat lebih tertata. Tentunya membuat pengunjung menjadi lebih nyaman.

 

Lokasi 2 : Lapangan Patmasuri

                            a. Area food court (pinggir)                b. Area dalam lapangan

      

Kegiatan kedua dilakukan di Lapangan Patmasuri yang beralamat di Jalan KH. Ali Maksum No. 9, Krapyak Kulon, Panggungharjo, Sewon, Yogyakarta. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Minggu, 26 April 2026 pukul 07.00 sampai 09.00 WIB yang berlangsung selama kurang lebih dua jam.

Lapangan Patmasuri adalah Bekas RS Veteran Patmasuri. Dahulu, lokasi ini merupakan area RSU Veteran Patmasuri, yang menjadi bagian dari sejarah perjuangan kemerdekaan RI, khususnya dalam pelayanan kesehatan bagi para veteran. Saat ini, lapangan ini dikembangkan oleh Kalurahan Panggungharjo sebagai fasilitas umum yang mendukung pilar Desa Mandiri Budaya. Lokasi ini strategis karena berada di selatan Panggung Krapyak (Kandang Menjangan), yang merupakan titik awal sumbu filosofi Yogyakarta. Lapangan ini kini menjadi aset desa yang digunakan untuk menunjang aktivitas sosial, budaya, dan ekonomi warga setempat.

Lapangan Patmasuri merupakan tempat umum yang sering digunakan masyarakat untuk olahraga, kegiatan pramuka, sepak bola, taekwondo, dan olahraga lainnya. Terdapat beberapa wahana seperti odong - odong dan rumah balon. Di sekitar lapangan juga banyak pedagang yang berjualan, terutama pada sore hari. Pengunjung yang datang pun dari berbagai usia dari kanak-kanak hingga dewasa.

Sebelum dibersihkan, kondisi lapangan cukup memprihatinkan karena banyak sampah plastik bekas makanan dan minuman yang berserakan. Selain itu, daun-daun kering dibiarkan menumpuk di beberapa sudut. Padahal kawasan ini terutama area food court memiliki banyak pepohonan rindang dan suasana yang sejuk.

Saya berinisiatif meminjam sapu dari warga setempat untuk membersihkan area food court yang masih tutup. Saya menyapu area lapangan dan mengumpulkan sampah. Karena kurangnya persiapan, saat melakukan pembersihan saya tidak membawa tempat sampah, seorang warga memberikan kantong bekas untuk menampung sampah tersebut dan ikut membantu membersihkan lingkungan.

Setelah dibersihkan, area lapangan terlihat lebih bersih, rapi, dan nyaman digunakan masyarakat. Tempat yang sebelumnya dipenuhi sampah menjadi lebih sedap dipandang dan tentunya nyaman digunakan untuk beraktivitas.

Dampak dan Manfaat Kegiatan

Aksi nyata yang dilakukan mampu mendorong masyarakat untuk lebih peduli dan meningkatkan kesadaran masyarakat. Kegiatan before after yang menunjukkan perubahan nyata dari kondisi kotor menjadi bersih dapat menjadi contoh langsung bagi warga sekitar. Aksi nyata yang dilakukan mampu mendorong masyarakat untuk lebih peduli dan tidak membuang sampah sembarangan. Warga yang melihat kegiatan tersebut dapat menyadari bahwa kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas petugas kebersihan saja.

Kegiatan ini juga mempererat hubungan sosial antara masyarakat. Saat proses pembersihan berlangsung, ada warga yang ikut membantu menyediakan kantong sampah dan turut membersihkan area sekitar. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan sederhana dapat menumbuhkan semangat gotong royong dan kerja sama antarwarga.

Selain itu, kegiatan ini juga menunjukkan pentingnya fasilitas pendukung seperti tempat sampah yang cukup, terpisah sesuai jenis sampah, serta edukasi rutin kepada masyarakat mengenai pengelolaan sampah.

Kesimpulan

Kegiatan before after pembersihan sampah di PASTY dan Lapangan Patmasuri menunjukkan bahwa tindakan sederhana dapat membawa perubahan besar bagi lingkungan. Tempat yang awalnya kotor, banyak sampah, dan kurang nyaman dapat berubah menjadi bersih, rapi, sehat, dan nyaman digunakan setelah dilakukan pembersihan.

Selain memberikan manfaat kebersihan, kegiatan ini juga menjadi contoh nyata bagi warga setempat agar lebih peduli terhadap lingkungan sekitar. Dengan melihat hasil perubahan sebelum dan sesudah dibersihkan, masyarakat diharapkan sadar pentingnya menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah sembarangan terutama di tempat publik.

4 komentar:

  1. Alhamdulillah semoga membawa keberkahan bagi lingkungan sekitar

    BalasHapus
  2. Sangat menginspirasi masyarakat akan menjaga lingkungan sekitar, tetap semangat dalam berkarya, the best

    BalasHapus
  3. Terbaik dah pokoknya bisa dicontoh siapapun dimanapun

    BalasHapus