ESSAY 9: NASABAH BANK SAMPAH
Nama : Wulan Rahmawati
NIM : 24310410236
Kelas : B/ Karyawan
Mata Kuliah : Psikologi Lingkungan
Dosen Pengampu: Dr. Arundati Shinta, M.A.
Tugas : Essay 9 Nasabah Bank Sampah
Bulan/Tahun Terbit: Juni 2026
Belajar Bertanggung jawab akan Sampah dengan Menjadi Nasabah Bank Sampah di Bumiku Lestari Sleman
Sampah plastik dan kardus yang seringkali dianggap masalah kini bisa diatasi dengan menjadi nasabah bank sampah sekaligus bisa menjadi sumber ekonomi. Saya mulai belajar mengelola sampah dengan menjadi nasabah bank sampah di daerah jalan Damai Sleman bernama “Bumiku Lestari”. Pelayanan yang dilakukan petugas bank sampah Bumiku Lestari sangatlah interaktif dan ramah. Disana petugas menjelaskan proses dalam menjadi nasabah bank sampah dari mulai pendaftaran hingga laporan hasil tabungan.
Untuk buku tabungan di bank sampah Bumiku Lestari sistemnya dengan menggunakan digital sehingga kita tidak langsung mendapat buku secara fisik. Semua data tabungan akan tercatat di sistem komputer dan kita akan dikirimkan bukti tabungannya melalui whatsApp. Hal ini bisa menjadi solusi dalam bijak menggunakan kertas dan mengandalkan digital untuk mengurangi sampah.
Bukti buku tabungan pertama dikirim melalui whatsApp
tertulis setoran galon le minerale Rp 3.200
Pengalaman pertama saya menabung di bank sampah pada tanggal 23 juni 2026 sekitar pukul 16.00 dengan membawa delapan galon plastik kosong. Galon plastik termasuk jenis sampah plastik yang punya nilai jual karena bisa didaur ulang menjadi produk baru. Petugas bank sampah menimbang galon saya dan tercatat berat totalnya 8 kilogram untuk 8 galon yang saya bawa. Kemudian dihitung untuk tarif pembelian galon plastik per kilogram sekitar Rp 400, sehingga saya menerima uang sebesar Rp 3.200. Uang yang saya terima langsung tercatat sebagai saldo di buku tabungan bank sampah. Tabungan sampah pertama ini membuat saya sadar bahwa benda yang sebelumnya saya anggap biasa saja ternyata memiliki nilai guna dan memiliki nilai ekonomi.
Selanjutnya saya kembali menabung di bank sampah Bumiku Lestari dengan membawa kardus bekas atau duplex pada tanggal 24 juni 2026 jam 15.30 ketika cuaca hujan di daerah Sleman. Pada menabung yang kedua saya membawa kardus dengan berat setelah ditimbang masing-masing 0,1 kg untuk kertas duplex dan tertulis pet kotor di buku tabungan. Untuk uang yang didapat dengan menabung kardus yaitu Rp 190 karena memang belum terlalu banyak kardus yang bisa dibawa. Sehingga jika dijumlahkan total uang yang didapat dalam dua kali menabung yaitu Rp 3.390. Untuk selanjutnya saya akan lebih giat lagi dalam mengumpulkan kardus tidak terpakai yang ada di gudang rumah agar bisa kita tabung di bank sampah.
Pada proses menabung di bank sampah saya tidak hanya belajar menimbang ataupun menerima uang saja. Saya belajar dari mulai pemilahan sampah sebelum dibawa, saya diajarkan cara mencuci dan membersihkan galon dan melipat kardus agar rapi ketika dibawa. Petugas dengan ramah memberikan edukasi jenis sampah anorganik apa saja yang bisa dijual di bank sampah dan bernilai jual tinggi. Selanjutnya saya juga diajarkan untuk memilah sampah organik dan anorganik yang ada di rumah sehingga membantu saya dalam mengelola sampah di rumah.
Secara keseluruhan pengalaman saya menjadi bank sampah bisa membuat saya belajar peduli dan bertanggung jawab dalam mengelola sampah setiap harinya. Sampah yang kita anggap biasa saja ternyata dengan menjadi nasabah bank sampah mempunyai nilai secara ekonomis. Harapannya semua masyarakat bisa mendapat sosialisasi dan bijak dalam mengelola sampah. Perubahan kecil yang bisa kita lakukan akan berdampak besar bagi lingkungan kita.
.jpeg)



.jpeg)






0 komentar:
Posting Komentar