Rabu, 29 April 2026

Essai 2 : Plogging

 

Pengalaman Plogging di Lapangan Minggiran dan

Halte Dongkelan (DKN) Yogyakarta

 

Pingkan Winahyuningtyas

24310410234

Kelas Psikologi Lingkungan – B

Tugas Essai 2

Dosen Pengampu : Dr. Arundati Shinta, M.A.

Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45

Yogyakarta

 

Menjaga kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Lingkungan yang bersih akan membuat masyarakat merasa nyaman, sehat, dan betah beraktivitas. Namun, pada kenyataannya masih banyak tempat umum yang kurang terjaga kebersihannya. Sampah plastik, bungkus makanan, botol minuman, dan daun kering sering terlihat berserakan di area publik. Kondisi tersebut mendorong saya untuk melakukan kegiatan plogging, yaitu aktivitas olahraga ringan seperti berjalan kaki atau jogging sambil memungut sampah di sekitar lingkungan.

Plogging merupakan kegiatan sederhana, tetapi memiliki manfaat besar. Selain menyehatkan tubuh, plogging juga membantu menjaga kebersihan lingkungan dan menumbuhkan rasa peduli terhadap sekitar. Saya melakukan kegiatan plogging di dua lokasi berbeda, yaitu Lapangan Minggiran dan Halte Dongkelan (DKN).

Lokasi 1 : Pengalaman Plogging di Lapangan Minggiran

Saya melakukan plogging pertama di Lapangan Minggiran yang beralamatkan di Jl. Minggiran Barat No.66 ,Suryodiningratan, Mantrijeron, Yogyakarta. Kegiatan ini saya lakukan pada hari Minggu, 12 April 2026 pukul 15.30 sampai 17.00 sore yang berlangsung kurang lebih satu setengah jam. Lapangan Minggiran merupakan ruang terbuka yang cukup ramai digunakan masyarakat. Setiap pagi dan sore hari, banyak warga datang untuk berolahraga seperti jogging, bermain basket, sepak bola, maupun sekedar bersantai. Selain itu, banyak juga pedagang yang berjualan makanan dan minuman di sekitar lapangan.

Karena banyaknya aktivitas, lapangan ini sering dipenuhi sampah. Saat saya datang, terlihat bungkus makanan ringan, gelas plastik, botol minuman, tisu bekas, dan sisa makanan di beberapa sudut lapangan. Hal ini menunjukkan bahwa tingginya penggunaan fasilitas umum belum sepenuhnya di imbangi dengan kesadaran menjaga kebersihan.

Saya membawa kantong plastik dan mulai berjalan mengelilingi lapangan sambil memungut sampah yang terlihat. Kegiatan ini terasa menyenangkan karena saya bisa berolahraga sambil melakukan hal yang bermanfaat. Setelah beberapa putaran, kantong sampah yang saya bawa mulai terisi penuh. Saya merasa puas melihat area lapangan menjadi lebih bersih dan rapi.

Lokasi 2 : Pengalaman Plogging di Halte Dongkelan (DKN)

Kegiatan plogging kedua di Halte Dongkelan (DKN) yang berada di Jalan Bantul No. 302, Panggungharjo, Sewon, Bantul. Kegiatan ini saya lakukan pada hari Sabtu, 17 April 2026 pukul 07.00 sampai 08.00 pagi yang berlangsung kurang lebih satu jam. Dahulu tempat ini merupakan bagian penting jalur kereta api di selatan Yogyakarta yang menghubungkan Kota Yogyakarta dengan Bantul. Namun, saat ini jalur tersebut sudah tidak beroperasi lagi. Bangunan asli halte telah terbakar dan kini hanya tersisa replika bangunannya.

Saat ini kawasan Halte Dongkelan lebih sering dimanfaatkan sebagai tempat kuliner atau food court. Meski begitu, beberapa sisa rel dan rambu kereta api masih ada sebagai tanda sejarah masa lalu. Saya memilih lokasi ini karena dekat dari rumah dan cukup sering dikunjungi masyarakat.

Ketika sampai di lokasi, saya melihat area sekitar halte masih cukup terawat, tetapi kebersihannya belum maksimal. Banyak sampah kemasan makanan dan minuman dari pengunjung, ditambah dedaunan kering yang menumpuk di beberapa bagian. Tempat sampah tersedia, tetapi hanya ada di beberapa titik sehingga kurang memadai.

Saya kemudian mulai memungut sampah di sekitar area halte dan trotoar sekitarnya. Dalam waktu singkat, cukup banyak sampah yang berhasil saya kumpulkan. Menurut saya, masalah sampah di lokasi ini bukan hanya karena kurangnya kepedulian masyarakat, tetapi juga karena halte berada di jalur ramai kendaraan sehingga sampah mudah terbawa angin atau dibuang sembarangan oleh pengguna jalan.

Dampak dan Manfaat Kegiatan Plogging

Kegiatan plogging di dua lokasi tersebut memberikan dampak yang terasa secara langsung maupun tidak langsung. Secara langsung, lingkungan menjadi lebih bersih, rapi, dan nyaman digunakan. Lapangan Minggiran menjadi lebih enak dipakai berolahraga, sedangkan area Halte Dongkelan terlihat lebih tertata dan nyaman bagi pengunjung. Lingkungan yang bersih tentu lebih sehat bagi masyarakat.

Secara tidak langsung, kegiatan plogging dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan. Plogging dapat menjadi contoh positif bahwa menjaga lingkungan bisa dimulai dari tindakan sederhana. Jika dilakukan secara rutin, kegiatan ini dapat memperkuat rasa gotong royong, meningkatkan kepedulian sosial, serta membangun kebiasaan hidup bersih di masyarakat.

Bagi diri saya sendiri, plogging juga bermanfaat untuk kesehatan fisik dan mental. Tubuh menjadi lebih aktif bergerak karena berjalan kaki, membungkuk, dan membawa kantong sampah. Aktivitas ini membantu menjaga kebugaran. Selain itu, saya merasa senang dan puas setelah ikut menjaga lingkungan.

Pembahasan

Dari pengalaman ini, saya belajar bahwa masalah sampah sangat berkaitan dengan perilaku manusia. Jika masyarakat memiliki kesadaran tinggi, maka lingkungan akan tetap bersih meskipun ramai digunakan. Sebaliknya, jika kesadaran rendah, sampah akan terus menumpuk walaupun petugas kebersihan sudah bekerja.

Fasilitas pendukung juga sangat penting, seperti tempat sampah yang cukup, papan imbauan kebersihan, dan pengelolaan sampah yang rutin. Kerja sama antara warga, pedagang, pengunjung, dan pihak terkait sangat dibutuhkan agar kebersihan dapat terjaga secara berkelanjutan.

Selain itu, edukasi tentang pemilahan sampah juga perlu terus dilakukan. Sampah plastik, kertas, dan organik sebaiknya dipisahkan sejak awal agar lebih mudah didaur ulang dan tidak semuanya berakhir di tempat pembuangan akhir.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, pengalaman melakukan plogging di Lapangan Minggiran dan Halte Dongkelan (DKN) memberikan pelajaran yang berharga bagi saya. Kegiatan ini bukan hanya membersihkan lingkungan, tetapi juga menumbuhkan rasa peduli, tanggung jawab, dan disiplin.

Plogging adalah kegiatan sederhana yang bisa dilakukan siapa saja, kapan saja, dan di mana saja. Dengan langkah kecil seperti memungut sampah saat berjalan kaki atau jogging, kita sudah ikut menjaga bumi tetap bersih. Saya berharap kegiatan seperti ini dapat dilakukan secara rutin dan melibatkan lebih banyak masyarakat, sehingga ruang publik di Yogyakarta dapat menjadi tempat yang bersih, sehat, dan nyaman untuk semua orang.

3 komentar:

  1. Semoga menularkan kesadaran akan menjaga kebersihan lingkungan sebagai tanggung jawab bersama

    BalasHapus
  2. Sebagai manusia yang berakal pasti tidak akan buang sampah sembarangan, mari jaga lingkungan tetap bersih

    BalasHapus