Pengalaman
Plogging di Lapangan Minggiran dan
Halte
Dongkelan (DKN) Yogyakarta
Pingkan
Winahyuningtyas
24310410234
Kelas
Psikologi Lingkungan – B
Tugas
Essai 2
Dosen
Pengampu : Dr. Arundati Shinta, M.A.
Fakultas
Psikologi Universitas Proklamasi 45
Yogyakarta
Menjaga
kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Lingkungan yang bersih
akan membuat masyarakat merasa nyaman, sehat, dan betah beraktivitas. Namun,
pada kenyataannya masih banyak tempat umum yang kurang terjaga kebersihannya.
Sampah plastik, bungkus makanan, botol minuman, dan daun kering sering terlihat
berserakan di area publik. Kondisi tersebut mendorong saya untuk melakukan
kegiatan plogging, yaitu aktivitas olahraga ringan seperti berjalan kaki atau
jogging sambil memungut sampah di sekitar lingkungan.
Plogging
merupakan kegiatan sederhana, tetapi memiliki manfaat besar. Selain menyehatkan
tubuh, plogging juga membantu menjaga kebersihan lingkungan dan menumbuhkan
rasa peduli terhadap sekitar. Saya melakukan kegiatan plogging di dua lokasi
berbeda, yaitu Lapangan Minggiran dan Halte Dongkelan (DKN).
Lokasi
1 : Pengalaman Plogging di Lapangan Minggiran
Saya
melakukan plogging pertama di Lapangan Minggiran yang beralamatkan di Jl.
Minggiran Barat No.66 ,Suryodiningratan, Mantrijeron, Yogyakarta. Kegiatan ini
saya lakukan pada hari Minggu, 12 April 2026 pukul 15.30 sampai 17.00 sore yang
berlangsung kurang lebih satu setengah jam. Lapangan Minggiran merupakan ruang
terbuka yang cukup ramai digunakan masyarakat. Setiap pagi dan sore hari,
banyak warga datang untuk berolahraga seperti jogging, bermain basket, sepak
bola, maupun sekedar bersantai. Selain itu, banyak juga pedagang yang berjualan
makanan dan minuman di sekitar lapangan.
Karena
banyaknya aktivitas, lapangan ini sering dipenuhi sampah. Saat saya datang,
terlihat bungkus makanan ringan, gelas plastik, botol minuman, tisu bekas, dan
sisa makanan di beberapa sudut lapangan. Hal ini menunjukkan bahwa tingginya
penggunaan fasilitas umum belum sepenuhnya di imbangi dengan kesadaran menjaga
kebersihan.
Saya
membawa kantong plastik dan mulai berjalan mengelilingi lapangan sambil
memungut sampah yang terlihat. Kegiatan ini terasa menyenangkan karena saya
bisa berolahraga sambil melakukan hal yang bermanfaat. Setelah beberapa
putaran, kantong sampah yang saya bawa mulai terisi penuh. Saya merasa puas
melihat area lapangan menjadi lebih bersih dan rapi.
Lokasi
2 : Pengalaman Plogging di Halte Dongkelan (DKN)
Kegiatan
plogging kedua di Halte Dongkelan (DKN) yang berada di Jalan Bantul No. 302,
Panggungharjo, Sewon, Bantul. Kegiatan ini saya lakukan pada hari Sabtu, 17 April 2026 pukul 07.00 sampai 08.00 pagi yang berlangsung kurang lebih satu
jam. Dahulu tempat ini merupakan bagian penting jalur kereta api di selatan
Yogyakarta yang menghubungkan Kota Yogyakarta dengan Bantul. Namun, saat ini
jalur tersebut sudah tidak beroperasi lagi. Bangunan asli halte telah terbakar
dan kini hanya tersisa replika bangunannya.
Saat
ini kawasan Halte Dongkelan lebih sering dimanfaatkan sebagai tempat kuliner
atau food court. Meski begitu, beberapa sisa rel dan rambu kereta api
masih ada sebagai tanda sejarah masa lalu. Saya memilih lokasi ini karena dekat
dari rumah dan cukup sering dikunjungi masyarakat.
Ketika
sampai di lokasi, saya melihat area sekitar halte masih cukup terawat, tetapi
kebersihannya belum maksimal. Banyak sampah kemasan makanan dan minuman dari
pengunjung, ditambah dedaunan kering yang menumpuk di beberapa bagian. Tempat
sampah tersedia, tetapi hanya ada di beberapa titik sehingga kurang memadai.
Saya
kemudian mulai memungut sampah di sekitar area halte dan trotoar sekitarnya.
Dalam waktu singkat, cukup banyak sampah yang berhasil saya kumpulkan. Menurut
saya, masalah sampah di lokasi ini bukan hanya karena kurangnya kepedulian
masyarakat, tetapi juga karena halte berada di jalur ramai kendaraan sehingga
sampah mudah terbawa angin atau dibuang sembarangan oleh pengguna jalan.
Dampak
dan Manfaat Kegiatan Plogging
Kegiatan
plogging di dua lokasi tersebut memberikan dampak yang terasa secara langsung
maupun tidak langsung. Secara langsung, lingkungan menjadi lebih bersih, rapi,
dan nyaman digunakan. Lapangan Minggiran menjadi lebih enak dipakai
berolahraga, sedangkan area Halte Dongkelan terlihat lebih tertata dan nyaman
bagi pengunjung. Lingkungan yang bersih tentu lebih sehat bagi masyarakat.
Secara
tidak langsung, kegiatan plogging dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk
lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan. Plogging dapat menjadi contoh
positif bahwa menjaga lingkungan bisa dimulai dari tindakan sederhana. Jika
dilakukan secara rutin, kegiatan ini dapat memperkuat rasa gotong royong,
meningkatkan kepedulian sosial, serta membangun kebiasaan hidup bersih di
masyarakat.
Bagi
diri saya sendiri, plogging juga bermanfaat untuk kesehatan fisik dan mental.
Tubuh menjadi lebih aktif bergerak karena berjalan kaki, membungkuk, dan
membawa kantong sampah. Aktivitas ini membantu menjaga kebugaran. Selain itu,
saya merasa senang dan puas setelah ikut menjaga lingkungan.
Pembahasan
Dari
pengalaman ini, saya belajar bahwa masalah sampah sangat berkaitan dengan
perilaku manusia. Jika masyarakat memiliki kesadaran tinggi, maka lingkungan
akan tetap bersih meskipun ramai digunakan. Sebaliknya, jika kesadaran rendah,
sampah akan terus menumpuk walaupun petugas kebersihan sudah bekerja.
Fasilitas
pendukung juga sangat penting, seperti tempat sampah yang cukup, papan imbauan
kebersihan, dan pengelolaan sampah yang rutin. Kerja sama antara warga,
pedagang, pengunjung, dan pihak terkait sangat dibutuhkan agar kebersihan dapat
terjaga secara berkelanjutan.
Selain
itu, edukasi tentang pemilahan sampah juga perlu terus dilakukan. Sampah
plastik, kertas, dan organik sebaiknya dipisahkan sejak awal agar lebih mudah
didaur ulang dan tidak semuanya berakhir di tempat pembuangan akhir.
Kesimpulan
Secara
keseluruhan, pengalaman melakukan plogging di Lapangan Minggiran dan Halte
Dongkelan (DKN) memberikan pelajaran yang berharga bagi saya. Kegiatan ini
bukan hanya membersihkan lingkungan, tetapi juga menumbuhkan rasa peduli,
tanggung jawab, dan disiplin.
Plogging
adalah kegiatan sederhana yang bisa dilakukan siapa saja, kapan saja, dan di
mana saja. Dengan langkah kecil seperti memungut sampah saat berjalan kaki atau
jogging, kita sudah ikut menjaga bumi tetap bersih. Saya berharap kegiatan
seperti ini dapat dilakukan secara rutin dan melibatkan lebih banyak
masyarakat, sehingga ruang publik di Yogyakarta dapat menjadi tempat yang
bersih, sehat, dan nyaman untuk semua orang.








Semoga menularkan kesadaran akan menjaga kebersihan lingkungan sebagai tanggung jawab bersama
BalasHapusSebagai manusia yang berakal pasti tidak akan buang sampah sembarangan, mari jaga lingkungan tetap bersih
BalasHapuspatut dicontoh
BalasHapus