Membangun Kesadaran Sedekah Sampah sebagai Model Pemberdayaan Masyarakat Desa Karangsari Bantur Kabupaten Malang
24310410234
Kelas
Psikologi Lingkungan – B
Tugas
Essai 1
Dosen
Pengampu : Dr. Arundati Shinta, M.A.
Fakultas
Psikologi Universitas Proklamasi 45
Yogyakarta
Topik
Membangun kesadaran
masyarakat dalam pengelolaan sampah melalui program sedekah sampah sebagai
model pemberdayaan lingkungan dan ekonomi masyarakat desa.
Sumber
Jurnal
Jurnal pengabdian
masyarakat berjudul “Membangun Kesadaran Sedekah Sampah sebagai Model
Pemberdayaan Masyarakat Desa Karangsari Bantur Kabupaten Malang” oleh
Muhammad Husni, diterbitkan dalam Jurnal Aksi Afirmasi IAI Al-Qolam Malang
tahun 2020.
Permasalahan
Permasalahan utama dalam
penelitian ini adalah meningkatnya volume sampah setiap tahun yang tidak
diimbangi dengan ketersediaan tempat pembuangan akhir yang memadai. Di Desa
Karangsari, kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah masih tergolong rendah.
Hal ini terlihat dari kebiasaan membuang sampah sembarangan serta minimnya
partisipasi dalam pengolahan sampah secara mandiri. Selain itu, keterbatasan
fasilitas, anggaran, dan tenaga pengelola turut menghambat pengelolaan sampah
secara optimal. Dampak dari kondisi ini tidak hanya mencemari lingkungan,
tetapi juga berpotensi menimbulkan berbagai penyakit serta menyebabkan banjir
akibat saluran air yang tersumbat.
Tujuan
Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk membangun kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah melalui konsep sedekah sampah sebagai model pemberdayaan. Selain itu, penelitian ini menegaskan bahwa permasalahan sampah lebih banyak dipengaruhi oleh perilaku masyarakat, seperti kebiasaan membuang, memilah, dan mengelola sampah, dibandingkan dengan faktor teknologi semata. Penelitian ini juga bertujuan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, mengurangi jumlah sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir, serta mendorong kemandirian warga dalam mengelola sampah.
Isi
Jurnal ini menjelaskan
bahwa pengelolaan sampah berbasis masyarakat merupakan solusi penting dalam
mengatasi permasalahan lingkungan. Konsep sedekah sampah menjadi inovasi utama,
yaitu kegiatan mengumpulkan sampah yang telah dipilah untuk disumbangkan kepada
pengelola. Sampah tersebut kemudian dijual atau diolah, dan hasilnya
dimanfaatkan untuk kepentingan bersama, seperti bantuan sembako atau kegiatan
sosial.
Program ini berjalan
melalui beberapa tahapan. Pertama, masyarakat memilah sampah berdasarkan
jenisnya, seperti organik dan anorganik. Kedua, sampah yang masih bernilai
ekonomi dikumpulkan di tempat tertentu yang dikelola oleh komunitas atau
pengurus desa. Ketiga, sampah tersebut dijual kepada pengepul atau diolah
menjadi produk baru seperti kerajinan tangan dan kompos. Keempat, hasil
penjualan dikelola secara transparan untuk kepentingan masyarakat.
Selain itu, jurnal ini
juga menjelaskan penerapan prinsip 3R (reduce, reuse, recycle). Reduce berarti
mengurangi penggunaan barang yang berpotensi menjadi sampah, reuse berarti
menggunakan kembali barang yang masih layak pakai, dan recycle berarti mendaur
ulang sampah menjadi produk baru yang bernilai guna.
Program sedekah sampah
tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga pada aspek sosial
dan ekonomi. Masyarakat dilatih untuk lebih peduli terhadap lingkungan, bekerja
sama dalam kegiatan gotong royong, serta mengembangkan kreativitas dalam
mengolah sampah. Program ini juga membuka peluang usaha baru melalui produk
daur ulang yang dapat dijual. Dengan demikian, sedekah sampah menjadi sarana
edukasi sekaligus pemberdayaan masyarakat secara menyeluruh.
Metode
Penelitian ini
menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis. Data
diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dokumentasi, serta
catatan kegiatan. Selain itu, dilakukan Focus Group Discussion (FGD) untuk
menggali kebutuhan dan tingkat kesadaran masyarakat terkait pengelolaan sampah.
Metode ini bertujuan untuk memahami kondisi nyata di lapangan serta
menganalisis partisipasi masyarakat dalam program sedekah sampah.
Hasil
Hasil penelitian
menunjukkan bahwa program sedekah sampah mampu meningkatkan kesadaran
masyarakat secara bertahap. Partisipasi warga mulai meningkat dalam kegiatan
pemilahan dan pengolahan sampah. Program ini juga menghasilkan berbagai produk
kreatif serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Selain itu,
lingkungan desa menjadi lebih bersih dan sehat, meskipun masih terdapat kendala
dalam meningkatkan partisipasi secara menyeluruh.
Diskusi/Pembahasan
Program sedekah sampah terbukti efektif sebagai model pemberdayaan masyarakat karena mampu mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi. Namun, tantangan utama terletak pada perubahan perilaku masyarakat yang memerlukan waktu dan proses berkelanjutan. Selain itu, keterbatasan fasilitas dan dukungan juga menjadi hambatan dalam pelaksanaan program. Oleh karena itu, diperlukan edukasi, pelatihan, serta dukungan dari pemerintah dan lembaga terkait agar program dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.
Kesimpulan
Program sedekah sampah merupakan solusi inovatif dalam mengatasi permasalahan sampah sekaligus memberdayakan masyarakat. Program ini mampu meningkatkan kesadaran, kemandirian, dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah. Selain berdampak positif terhadap lingkungan, program ini juga berpotensi meningkatkan perekonomian masyarakat. Namun, keberhasilan program sangat bergantung pada konsistensi pelaksanaan, partisipasi aktif masyarakat, serta dukungan dari berbagai pihak.







Bank sampah..sedekah dengan hal yang terkecil sangat menarik, semoga memberikan dampak yang nyata dan menumbuhkan kesadaran untuk setiap kampung/dusun memiliki bank sampah..
BalasHapusIni adalah contoh pengelolaan sampah dengan baik, sangat mengedukasi untuk warga semakin sadar pentingnya membuang dan memilah sampah dengan benar.
BalasHapussemangat
BalasHapussangat mengispirasi 😘
BalasHapus