Selasa, 28 April 2026

Essai 1 : Meringkas Jurnal Sampah

 

Membangun Kesadaran Sedekah Sampah sebagai Model Pemberdayaan Masyarakat Desa Karangsari Bantur Kabupaten Malang


Pingkan Winahyuningtyas

24310410234

Kelas Psikologi Lingkungan – B

Tugas Essai 1

Dosen Pengampu : Dr. Arundati Shinta, M.A.

Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45

Yogyakarta

 

Topik

Membangun kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah melalui program sedekah sampah sebagai model pemberdayaan lingkungan dan ekonomi masyarakat desa.

Sumber Jurnal

Jurnal pengabdian masyarakat berjudul “Membangun Kesadaran Sedekah Sampah sebagai Model Pemberdayaan Masyarakat Desa Karangsari Bantur Kabupaten Malang” oleh Muhammad Husni, diterbitkan dalam Jurnal Aksi Afirmasi IAI Al-Qolam Malang tahun 2020.

Permasalahan

Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah meningkatnya volume sampah setiap tahun yang tidak diimbangi dengan ketersediaan tempat pembuangan akhir yang memadai. Di Desa Karangsari, kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah masih tergolong rendah. Hal ini terlihat dari kebiasaan membuang sampah sembarangan serta minimnya partisipasi dalam pengolahan sampah secara mandiri. Selain itu, keterbatasan fasilitas, anggaran, dan tenaga pengelola turut menghambat pengelolaan sampah secara optimal. Dampak dari kondisi ini tidak hanya mencemari lingkungan, tetapi juga berpotensi menimbulkan berbagai penyakit serta menyebabkan banjir akibat saluran air yang tersumbat.

Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk membangun kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah melalui konsep sedekah sampah sebagai model pemberdayaan. Selain itu, penelitian ini menegaskan bahwa permasalahan sampah lebih banyak dipengaruhi oleh perilaku masyarakat, seperti kebiasaan membuang, memilah, dan mengelola sampah, dibandingkan dengan faktor teknologi semata. Penelitian ini juga bertujuan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, mengurangi jumlah sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir, serta mendorong kemandirian warga dalam mengelola sampah.

Isi

Jurnal ini menjelaskan bahwa pengelolaan sampah berbasis masyarakat merupakan solusi penting dalam mengatasi permasalahan lingkungan. Konsep sedekah sampah menjadi inovasi utama, yaitu kegiatan mengumpulkan sampah yang telah dipilah untuk disumbangkan kepada pengelola. Sampah tersebut kemudian dijual atau diolah, dan hasilnya dimanfaatkan untuk kepentingan bersama, seperti bantuan sembako atau kegiatan sosial.

Program ini berjalan melalui beberapa tahapan. Pertama, masyarakat memilah sampah berdasarkan jenisnya, seperti organik dan anorganik. Kedua, sampah yang masih bernilai ekonomi dikumpulkan di tempat tertentu yang dikelola oleh komunitas atau pengurus desa. Ketiga, sampah tersebut dijual kepada pengepul atau diolah menjadi produk baru seperti kerajinan tangan dan kompos. Keempat, hasil penjualan dikelola secara transparan untuk kepentingan masyarakat.

Selain itu, jurnal ini juga menjelaskan penerapan prinsip 3R (reduce, reuse, recycle). Reduce berarti mengurangi penggunaan barang yang berpotensi menjadi sampah, reuse berarti menggunakan kembali barang yang masih layak pakai, dan recycle berarti mendaur ulang sampah menjadi produk baru yang bernilai guna.

Program sedekah sampah tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga pada aspek sosial dan ekonomi. Masyarakat dilatih untuk lebih peduli terhadap lingkungan, bekerja sama dalam kegiatan gotong royong, serta mengembangkan kreativitas dalam mengolah sampah. Program ini juga membuka peluang usaha baru melalui produk daur ulang yang dapat dijual. Dengan demikian, sedekah sampah menjadi sarana edukasi sekaligus pemberdayaan masyarakat secara menyeluruh.

Metode

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dokumentasi, serta catatan kegiatan. Selain itu, dilakukan Focus Group Discussion (FGD) untuk menggali kebutuhan dan tingkat kesadaran masyarakat terkait pengelolaan sampah. Metode ini bertujuan untuk memahami kondisi nyata di lapangan serta menganalisis partisipasi masyarakat dalam program sedekah sampah.

Hasil

Hasil penelitian menunjukkan bahwa program sedekah sampah mampu meningkatkan kesadaran masyarakat secara bertahap. Partisipasi warga mulai meningkat dalam kegiatan pemilahan dan pengolahan sampah. Program ini juga menghasilkan berbagai produk kreatif serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Selain itu, lingkungan desa menjadi lebih bersih dan sehat, meskipun masih terdapat kendala dalam meningkatkan partisipasi secara menyeluruh.

Diskusi/Pembahasan

Program sedekah sampah terbukti efektif sebagai model pemberdayaan masyarakat karena mampu mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi. Namun, tantangan utama terletak pada perubahan perilaku masyarakat yang memerlukan waktu dan proses berkelanjutan. Selain itu, keterbatasan fasilitas dan dukungan juga menjadi hambatan dalam pelaksanaan program. Oleh karena itu, diperlukan edukasi, pelatihan, serta dukungan dari pemerintah dan lembaga terkait agar program dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.

Kesimpulan

Program sedekah sampah merupakan solusi inovatif dalam mengatasi permasalahan sampah sekaligus memberdayakan masyarakat. Program ini mampu meningkatkan kesadaran, kemandirian, dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah. Selain berdampak positif terhadap lingkungan, program ini juga berpotensi meningkatkan perekonomian masyarakat. Namun, keberhasilan program sangat bergantung pada konsistensi pelaksanaan, partisipasi aktif masyarakat, serta dukungan dari berbagai pihak.





4 komentar:

  1. Bank sampah..sedekah dengan hal yang terkecil sangat menarik, semoga memberikan dampak yang nyata dan menumbuhkan kesadaran untuk setiap kampung/dusun memiliki bank sampah..

    BalasHapus
  2. Ini adalah contoh pengelolaan sampah dengan baik, sangat mengedukasi untuk warga semakin sadar pentingnya membuang dan memilah sampah dengan benar.

    BalasHapus
  3. sangat mengispirasi 😘

    BalasHapus