Selasa, 14 Juli 2026

Essai 7 : Belajar Pengelolaan Sampah Terpadu di TPST Induk Iloheluma yang Terintegrasi dengan Bank Sampah

 Pengelolaan Sampah di TPST Induk Iloheluma sebagai Upaya Menjaga Lingkungan 




Sucianingsih M Rivai 

24310410209 

Kelas Psikologi Lingkungan - B 

Tugas Essai 7 

Dosen Pengampu : Dr. Arundati Shinta, M.A. 

Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta 


Pada hari Senin, 13 Juli 2026, saya melakukan kunjungan observasi ke TPST Induk Iloheluma yang beralamatkan di Pulubala, Kec. Kota Tengah, Kabupaten Gorontalo, untuk belajar dan melihat secara langsung proses pengelolaan sampah. Dalam kegiatan ini, saya disambut oleh Ketua TPST Induk Iloheluma, Bapak Surya, yang memberikan penjelasan berbagai fasilitas dan peralatan yang digunakan dalam proses pengolahan sampah. Beliau menjelaskan bahwa setiap alat memiliki fungsi yang berbeda-beda, mulai dari proses pemilahan hingga pengolahan sampah agar dapat dimanfaatkan kembali dan mengurangi jumlah sampah yang berakhir di tempat pembuangan terakhir. Tempat pengolahan sampah ini tidak memiliki jumlah karyawan yang spesifik karena bersifat kolaboratif dan dijalankan oleh seorang Direktur, didampingi oleh dosen serta mahasiswa dari jurusan Arsitektur Universitas Negeri Gorontalo (UNG) yang tergabung dalam kelompok Arsitektur Peduli Sampah. 

Bapak Surya menjelaskan bahwa TPST Induk Iloheluma memiliki beberapa alat yang dgunakan untuk mendukung proses pengolahan sampah. Di antaranya adalah mesin pres yang berfungsi untuk memadatkan sampah agar lebih mudah disimpan dan diangkut, mesin giling yang digunakan untuk memperkecil ukuran sampah sehingga lebih mudah diproses, serta kendaraan viar yang dimanfaatkan sebagai sarana operasional dalam pengangkutan sampah. Selain itu, terdapat pula mesin kompos pencacah ranting yang digunakan untuk mencacah ranting, daun, dan sampah organik lainnya sebelum diolah menjadi kompos. Dengan adanya berbagai peralatan tersebut, proses pengelolaan sampah dapat dilakukan dengan lebih efektif dan efisien. 

Selain menjelaskan mengenai peralatan, beliau juga menerangkan sistem pengumpulan sampah yang diterapkan di TPST Induk Iloheluma. Sampah yang akan diolah diperoleh melalui dua cara, yaitu dijemput oleh petugas menggunakan kendaraan operasional ke lokasi-lokasi tertentu dan diantar langsung oleh masyarakat ke TPST. Sistem ini memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk menyalurkan sampah agar dapat dikelola dengan baik. Setelah sampah diterima di TPST, sampah akan dipilah sesuai jenisnya sebelum diproses menggunakan alat yang sesuai sehingga dapat dimanfaatkan kembali atau diolah menjadi produk yang lebih bernilai. 

Dalam kesempatan tersebut, Bapak Surya juga menceritakan sedikit mengenai perjalanan beliau di TPST Induk Iloheluma. Beliau menjelaskan bahwa dirinya mulai bekerja di TPST sekitar 5 tahun yang lalu. Selama menjalankan tugasnya, beliau telah berperan aktif dalam mengelola berbagai kegiatan operasional yang berkaitan dengan pengelolaan sampah di TPST. Selain itu, beliau juga menyampaikan bahwa dirinya merupakan pengurus ketiga yang memimpin TPST Induk Iloheluma. Selama masa kepemimpinannya, beliau terus berupaya mengembangkan sistem pengelolaan sampah agar berjalan lebih efektif serta mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat dan lingkungan sekitar. Pengalaman yang dimiliki selama 5 tahun tersebut membuat beliau memahami berbagai tantangan sekaligus potensi yang dimiliki TPST dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang lebih baik. 

Melalui penjelasan yang diberikan, saya memperolah pemahaman bahwa pengelolaan sampah tidak hanya membutuhkan fasilitas dan peralatan yang memadai, tetapi juga memerlukan sistem kerja yang terorganisasi serta partisipasi aktif dari masyarakat. Kunjungan ini memberikan pengalaman dan wawasan baru mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang baik sebagai upaya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mengurangi jumlah sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir. 


Lampiran 






0 komentar:

Posting Komentar