Selasa, 14 Juli 2026

Essai 9 : Bank Sampah

Bank Sampah  



Sucianingsih M Rivai 

24310410209 

Kelas Psikologi Lingkungan - B 

Tugas Essai 9 

Dosen Pengampu : Dr. Arundati Shinta, M.A. 

Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta 


Kunjungan ke bank sampah memberikan pengalaman baru bagi saya mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang benar. Sebelum berkunjung, saya menganggap bahwa sampah hanyalah barang bekas yang tidak memiliki nilai. Namun, setelah melihat secara langsung kegiatan di bank sampah, saya menyadari bahwa sampah yang dipilah sesuai jenisnya masih dapat dimanfaatkan kembali dan bahkan memiliki nilai ekonomi. Bank sampah menjadi salah satu upaya untuk mengurangi jumlah sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih perduli terhadap kebersihan lingkungan. 

Pada kesempatan tersebut, saya membawa botol plastic PET Kotor sebanyak sekitar 10 buah untuk dijual. Sebelum ditimbang, petugas terlebih dahulu memeriksa jenis sampah yang saya bahwa agar sesuai dengan kategori yang diterima. Botol PET Kotor tersebut dihargai sebesar Rp  1.500 per buah, sehingga saya memperoleh sekitar Rp 15.000 dari hasil penjualan. Meskipun jumlah uang yang saya terima tidak terlalu besar, saya merasa senang karena sampah yang sebelumnya hanya menumpuk kini dapat dimanfaatkan kembali sebagai bahan yang akan didaur ulang. Pengalaman ini menunjukkan bahwa sampah yang dipilah dengan baik masih memiliki nilai jual dan dapat memberikan manfaat ekonomi. 

Selain memperoleh hasil dari penjualan sampah, saya juga mendapatkan banyak pengetahuan baru mengenai pentingnya kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah. Saya belajar bahwa proses daur ulang akan lebih mudah dilakukan apabila sampah organik dan anorganik dipisahkan sejak awal. Dengan demikian, jumlah sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir dapat berkurang dan lingkungan menjadi lebih bersih. Saya juga melihat bahwa bank sampah berperan sebagai tempat edukasi bagi masyarakat untuk menerapkan pola hidup yang lebih peduli terhadap lingkungan.

Kunjungan ini memberikan manfaat yang sangat berharga bagi saya. Saya menjadi lebih memahami bahwa menjaga kebersihan lingkungan tidak selalu membutuhkan tindakan yang besar, tetapi dapat dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti mengumpulkan dan memilah sampah yang masih dapat didaur ulang. Selain memberikan manfaat bagi lingkungan, kegiatan ini juga memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat. Pengalaman tersebut membuat saya semakin termotivasi untuk menerapkan kebiasaan memilah sampah di rumah serta mengajak keluarga dan teman-teman untuk memanfaatkan bank sampah sebagai salah satu solusi dalam mengurangi permasalahan sampah. Saya berharap semakin banyak masyarakat yang menyadari pentingnya keberadaan bank sampah sehingga budaya mengelola sampah dengan baik dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi lingkungan maupun kehidupan sehari-hari.

Lampiran 




0 komentar:

Posting Komentar