ESSAI 5 : EKPERIMEN ANORGANIK DI RUMAH DOSEN
Kinanthi Kembang Asmoro
24310410224
ESSAI V
Dosen pengampu Dr. Arundati Shinta, M.A.
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45
Yogyakarta
Sampah menjadi salah satu masalah yang sering kita temui di kehidupan sehari-hari. Banyak orang masih membuang sampah sembarangan atau menganggap sampah tidak memiliki manfaat lagi. Padahal, jika diolah dengan baik, terutama sampah anorganik seperti plastik, kaca, atau bahan bekas lainnya, sampah tersebut bisa diubah menjadi barang yang berguna dan bahkan memiliki nilai jual. Melalui eksperimen anorganik yang dilakukan di rumah dosen, saya mendapatkan pengalaman baru tentang bagaimana cara memanfaatkan sampah menjadi kerajinan yang menarik. Pada kegiatan ini, kami belajar secara langsung membuat berbagai macam kerajinan dari bahan bekas. Suasana belajar terasa berbeda karena tidak dilakukan di dalam kelas, melainkan di rumah dosen. Hal ini membuat kami lebih santai, tetapi tetap fokus mengikuti setiap langkah yang dijelaskan. Kami juga bekerja sama dalam kelompok sehingga setiap anggota bisa saling membantu selama proses pembuatan kerajinan.
Kerajinan pertama yang kami buat adalah gantungan kunci. Kami memanfaatkan bahan-bahan bekas yang masih layak digunakan, lalu menghiasnya agar terlihat menarik. Awalnya saya mengira membuat gantungan kunci itu mudah, tetapi ternyata membutuhkan ketelitian dan kesabaran. Kami harus memotong bahan dengan rapi, menyusun hiasan, dan memastikan hasil akhirnya terlihat bagus. Setelah selesai, saya merasa bangga karena gantungan kunci yang dibuat dari barang bekas ternyata terlihat unik dan menarik. Selain membuat gantungan kunci, kami juga membuat lilin hias. Lilin dibuat dengan memanfaatkan sisa-sisa lilin yang sudah tidak terpakai. Lilin tersebut dilelehkan, kemudian diberi warna dan aroma agar tampil lebih menarik. Setelah dituangkan ke dalam cetakan dan didiamkan hingga mengeras, hasilnya menjadi lilin baru yang cantik. Dari kegiatan ini saya belajar bahwa barang yang sudah dianggap tidak berguna ternyata masih bisa dimanfaatkan kembali menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat.
Kegiatan berikutnya adalah membuat piring cantik. Kami menghias piring menggunakan berbagai bahan bekas sehingga tampilannya menjadi lebih menarik. Setiap kelompok bebas berkreasi dengan warna dan hiasan yang digunakan. Proses ini benar-benar melatih kreativitas karena kami harus memikirkan desain yang bagus agar hasilnya terlihat rapi dan indah. Saya merasa senang melihat piring yang awalnya sederhana berubah menjadi hiasan yang cantik. Setelah semua kerajinan selesai dibuat, kami menyusun hasil karya tersebut menjadi sebuah parcel. Parcel dihias dengan rapi sehingga terlihat menarik dan layak dijadikan hadiah atau dijual. Dari kegiatan ini saya belajar bahwa cara mengemas produk juga sangat penting. Meskipun isi parcel bagus, jika dikemas dengan asal-asalan, nilainya akan berkurang. Sebaliknya, kemasan yang menarik bisa membuat orang lebih tertarik untuk membeli.
Selama mengikuti eksperimen ini, saya belajar banyak hal, bukan hanya tentang cara membuat kerajinan, tetapi juga tentang pentingnya bekerja sama. Setiap anggota kelompok memiliki tugas masing-masing sehingga pekerjaan menjadi lebih ringan dan cepat selesai. Kami juga saling bertukar ide ketika menentukan desain atau mengatasi kesulitan saat membuat kerajinan. Kerja sama yang baik membuat hasil yang kami peroleh menjadi lebih maksimal. Menurut saya, kegiatan eksperimen anorganik ini sangat bermanfaat. Saya jadi lebih sadar bahwa sampah bukan hanya sesuatu yang harus dibuang, tetapi juga bisa menjadi barang yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi jika diolah dengan kreatif. Selain itu, kegiatan ini juga mengajarkan saya untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan mengurangi jumlah sampah yang ada di sekitar kita. Dari pengalaman ini, saya mendapatkan pelajaran bahwa menjaga lingkungan bisa dimulai dari hal-hal sederhana, seperti memanfaatkan barang bekas menjadi kerajinan yang berguna. Saya berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan karena selain menambah ilmu dan keterampilan, kegiatan ini juga melatih kreativitas, kerja sama, dan jiwa berwirausaha. Pengalaman belajar langsung di rumah dosen menjadi pengalaman yang menyenangkan dan tidak akan mudah saya lupakan.







0 komentar:
Posting Komentar