Senin, 11 Mei 2026

ESSAI VII - BELAJAR DI TPST



KUS WITA WARDANI

25310430002
Psikologi Lingkungan/ Kelas Karyawan (B)
Tugas: Essai 7 – BELAJAR DI TPST
Dosen Pengampu: Dr. Arundati Shinta M.A.
Bulan/ tahun terbit: Mei/ 2026
 
FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS PROKLAMASI 45
YOGYAKARTA


HARI/TANGGAL PELAKSANAAN KEGIATAN     : Sabtu/ 02 Mei 2026
TEMPAT PELAKSANAAN                                        : TPST 3 RANDU ALAS
LOKASI                                                                       : Candi Karang RW 09, Sardonoharjo, Ngaglik,
                                                                                      Sleman, Yogyakarta 55581

TUJUAN KEGIATAN:

Kegiatan ini bertujuan agar bisa secara nyata belajar mengenai aktivitas pengolahan sampah secara langsung di masyarakat.


 PENDAHULUAN 

Sampah selalu menjadi topik bahasan yang tidak pernah habis, dan sampai sekarang permasalahan sampah belom dapat diselesaikan secara optimal. Berbagai upaya dilakukan oleh pemerintah untuk mengurangi volume sampah, seperti pembuatan regulasi mengenai sampah (UU No 18 Tahun 2008), Bank Sampah, dan masih banyak lainnya, tetapi itu juga belom dirasa maximal untuk menyelesaikan permasalahan sampah. Oleh karena itu, masalah sampah diperlukan kerjasama dan hubungan yang bersinergi antara pemerintah dan masyarakat.

Upaya pengurangan sampah dari sumber merupakan langkah yang penting untuk pengelolaan sampah, dan dapat mengurangi volume sampah di tempat pembuangan akhir setiap harinya. Pengurangan sampah dari sumbernya dapat dilakukan dengan pengurangan sumber sampah, perluasan cakupan daur ulang, serta peningkatan pemanfaatan kembali barang bekas, atau yang disebut sebagai prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle."

 

PEMBAHASAN

 

§  TPST 3 Randu Alas yang bertempat di Candikarang, Sleman, Yogyakarta adalah salah satu dari sekian banyak TPST yang tersebar di Daerah Istimewa Yogyakarta yang menerapkan konsep 3R dengan pendekatan berbasis masyarakat.

§  Pengelolaan TPST 3 Randu Alas melakukan kegiatan operasionalnya secara mandiri, mulai dari manajemen, pengangkutan hingga pengolahan sampah. Proses pengelolaan sampah di TPST 3 Randu Alas dimulai dengan pemisahan sampah sesuai dengan jenisnya (sampah organik, sampah anorganik, sampah residu dan bahan berbahaya, beracun/ B3). Selain memberikan dampak posistif terhadap lingkungam, TPST 3R Randu Alas juga memberikan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitarnya.

§  Proses pengolahan sampah di TPST 3 Randu Alas adalah sebagai berikut:

sampah organik seperti sisa makanan akan diubah menjadi kompos (eco enzym) dan Pupuk Organik Cair (POC) yang terbuat dari bahan baku buah-buahan busuk, bahan anorganik dikirim/ ke pabrik semen (sebagai alternatif bahan bakar atau sebagai bahan tambahan pembuatan semen), sampah residu yang sudah tidak dapat dipakai (kurang lebih dari 30% dari total keseluruhan sampah) akan dimusnahkan dengan cara dibakar. Sementara sampah B3 sendiri ditempatkan dalam wadah tersendiri.

§  Permasalahan yang dihadapi di TPST 3 Randu Alas cukup kompleks, dari mulai manajemen yang berkaitan dengan pelanggan (masyarakat) yang dinilai masih kurang efektif seperti minimnya tindakan pemilahan sampah sesuai dengan jenisnya dari rumah sehingga terjadi penumpukan sampah di TPST. Permasalahan lainnya adalah masalah produksi, manajemen pemilihanan sampah dari rumah yang dirasa belom efektif dari masyarakat membuat proses pengolahan sampah menjadi cukup menyulitkan untuk masuk ke proses selanjutnya, selain itu kebutuhan sarana dan prasarana, serta teknologi/ mesin yang belum maximal untuk membantu pengolahan sampah di TPST. Permasalahan selanjutnya adalah pembakaran sampah residu yang dilakukan di TPST 3 Randu Alas, pembakaran sampah tersebut memang cukup efektif untuk mengurangi sampah residu di TPST tersebut, tetapi memberikan efek samping seperti pencemaran udara bagi lingkungan sekitar. Masalah pencemaran udara yang dihasilkan dari TPST 3 Randu Alas ini masih dalam proses kajian dalam penyelesainnya. Selain masalah manajemen pelanggan (masyarakat) dan masalah produksi, dan pencemaran/ polusi udara, masalah lainnya adalah masalah regenerasi SDM/ karyawan yang masih sangat terkendala dalam menentukan pola rekrutmen yang tepat.

 

 KESIMPULAN DAN SARAN

Konsep utama dari TPST 3R secara garis besar adalah program yang berbasis masyarakat. TPS 3R berfungsi sebagai pusat pengolahan sampah tingkat kawasan yang mencakup kegiatan pengumpulan, pemilahan, serta pemanfaatan kembali material. Fokus utamanya adalah mengurangi volume dan mengolah sampah agar nilai ekonominya terjaga, sehingga sampah residu yang dikirim ke TPA menjadi sangat minim.  Khususnya pada TPST 3 Randu Alas, langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mengoptimalisasi pelaksanaan pengolahan sampah tersebut antara lain meningkatkan efektifitas menejemen perilaku masyarakat diperlukan program edukasi ke masyarakat sekitar mengenai konsep 3R (Reduce, Reuse, dan Recycle), selain itu dibutuhkan inovasi teknologi dan pelatihan-pelatihan tambahan kepada para karyawan yang diharapkan dapat meningkatkan nilai ekonomi dan mengurangi permasalahan-permasalahan yang dihadapi di TPST 3 Randu Alas tersebut.  Oleh karena itu pengoptimalisasian pelaksanaan pengelolaan sampah diperlukan kerjasama dari berbagai pihak, selain dari masyarakat sekitar, dibutuhkan kerjasama dari  berbagai pihak lainnya baik pihak swasta maupun pemerintah daerah.



              Keterangan foto: pengamatan/proses pembelajaran langsung ke TPST 3 Randu Alas                             
              

Keterangan foto: pemaparan TPST 3 Randu Alas






0 komentar:

Posting Komentar