Minggu, 10 Mei 2026

ESSAI VII-BELAJAR DI TPST

 Mengenal pengolahan Sampah di TPST Randu Alas

Kinanthi Kembang Asmoro

24310410224

Kelas Psikologi Lingkungan B

Tugas Essai VII

Dosen pengampu Dr. Arundati Shinta, M.A.

Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45

Yogyakarta



Sampah merupakan masalah yang sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Masih banyak orang yang membuang sampah sembarangan tanpa memikirkan dampaknya bagi lingkungan. Akibatnya, lingkungan menjadi kotor, muncul bau tidak sedap, dan bahkan bisa menyebabkan banjir. Karena itu, saya merasa senang saat mendapat kesempatan untuk belajar langsung tentang pengelolaan sampah di TPST Randu Alas. Dari kegiatan tersebut, saya mendapatkan banyak pengalaman dan pengetahuan baru tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

Saat pertama kali datang ke TPST Randu Alas, saya melihat banyak sampah yang sudah dipisahkan berdasarkan jenisnya. Sampah organik seperti daun kering, sisa makanan, dan kulit buah dipisahkan dari sampah anorganik seperti plastik dan botol. Setelah saya mengelilingi dan melihat pekerja di TPST Randu Alas saya jadi tahu kalau pemilahan sampah sangat penting supaya proses pengolahan menjadi lebih mudah. Saya juga baru sadar bahwa sampah yang biasanya dianggap tidak berguna ternyata masih bisa dimanfaatkan kembali.

Di TPST Randu Alas, saya belajar bagaimana sampah organik diolah menjadi kompos. Prosesnya dimulai dari mengumpulkan sampah organik lalu memotongnya menjadi bagian kecil agar lebih cepat terurai. Setelah itu, sampah dicampur dan didiamkan selama beberapa minggu sampai berubah menjadi pupuk kompos. Menurut saya, proses ini sangat menarik karena sampah yang awalnya hanya dibuang ternyata bisa berubah menjadi sesuatu yang bermanfaat untuk tanaman.

Selain belajar tentang kompos, saya juga belajar bahwa menjaga lingkungan sebenarnya bisa dimulai dari hal kecil. Contohnya seperti membuang sampah pada tempatnya dan memilah sampah organik serta anorganik di rumah. Kebiasaan sederhana seperti itu ternyata bisa membantu mengurangi jumlah sampah yang menumpuk di lingkungan. Dari kegiatan ini, saya jadi lebih sadar bahwa menjaga kebersihan bukan hanya tugas petugas kebersihan, tetapi tanggung jawab semua orang.

Kunjungan ke TPST Randu Alas juga membuat saya lebih peduli terhadap lingkungan sekitar. Sebelumnya, saya sering menganggap sampah rumah tangga sebagai hal biasa yang langsung dibuang begitu saja. Namun setelah belajar di sana, saya memahami bahwa sampah masih memiliki manfaat jika diolah dengan benar. Sampah organik bisa dijadikan kompos, sedangkan sampah plastik dapat didaur ulang menjadi barang yang berguna.

Menurut saya, kegiatan belajar langsung seperti ini sangat penting untuk anak muda karena bisa menambah kesadaran tentang lingkungan. Belajar langsung di lapangan membuat saya lebih paham dibanding hanya membaca teori di kelas. Saya juga merasa termotivasi untuk mulai menerapkan kebiasaan baik dalam mengelola sampah di rumah.

Melalui kegiatan belajar di TPST Randu Alas, saya mendapatkan pengalaman yang sangat berharga. Saya belajar bahwa pengelolaan sampah membutuhkan kerja sama dan kesadaran dari masyarakat. Jika semua orang mulai peduli terhadap sampah dan menjaga kebersihan lingkungan, maka lingkungan akan menjadi lebih bersih, sehat, dan nyaman untuk semua orang. Saya berharap ilmu yang saya dapatkan dari kegiatan ini bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi kebiasaan baik di masa depan.

0 komentar:

Posting Komentar