Menantang
Terik Matahari Awal Kemarau: Ketika
Pantai Indah Bertemu Jejak Hidup Manusia
Dwi
Ayu Fitrianingtyas
NIM: 24310410225
Kelas
Psikologi Lingkungan – B
Tugas
Essai 3 (Melakukan Kegiatan Before-After)
Dosen
Pengampu: Dr. Arundati Shinta, M.A.
Fakultas
Psikologi Universitas Proklamasi 45
Yogyakarta
Pantai
merupakan destinasi wisata alam yang perlu kita jaga kebersihannya. Namun masih
banyak pantai yang nampak kumuh akibat sampah yang dibawa oleh wisatawan maupun
sampah yang terbawa oleh ombak. Untuk itu, saya melakukan kegiatan pembersihan
pantai, meskipun pada kenyataannya untuk menjaga kebersihannya diperlukan
kesadaran dari semua pihak.
Saya
memilih melakukan pembersihan di pantai karena pantai merupakan salah satu destinasi
wisata favorit saya. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengurangi sampah di area
pantai sekaligus secara tidak langsung mengajak masyarakat untuk lebih peduli
terhadap sampah yang mereka hasilkan.
Kegiatan
ini saya lakukan dengan memungut dan memilah sampah organik dan anorganik
menggunakan kantong plastik besar. Kegiatan pertama dilakukan di pantai
Klathak, Tulungagung, pada tanggal 26 April 2026 pukul 09.30 – 10.30. Kegiatan
kedua dilakukan di pantai Brumbun, Tulungagung, pada tanggal 10 Mei 2026. Namun karena
jalan ke pantai cukup sulit, kegiatan pembersihan baru mulai dilakukan
pada pukul 12.00 – 13.00.
Di
pantai Klathak, mayoritas sampah berupa ranting pohon yang kemungkinan terbawa ombak
hingga ke pantai. Namun ada beberapa sampah yang cukup meresahkan, salah
satunya adalah tutup blood lancet yang seharusnya hanya ditemukan di
fasilitas kesehatan. Sampah tersebut seharusnya dikelola sesuai prosedur limbah
medis. Selain itu, karena pantai ini rutin dikunjungi wisatawan lokal, sampah
yang ditemukan cukup banyak, dengan perkiraan sampah organik sekitar 5
kg dan sampah anorganik sekitar 3 kg. Sampah yang terkumpul tersebut dibuang di
TPS Pasar Bandung.
Di
pantai Brumbun, karena ternyata jalan yang dilalui masih cukup ekstrem, pantai
ini jarang sekali dikunjungi wisatawan. Pada saat pelaksanaan kegiatan, tidak
ada wisatawan lain selain saya, namun banyak rumah warga di sekitarnya.
Mayoritas sampah yang terkumpul di pantai ini adalah sampah ranting dan daun kering
dengan perkiraan berat sekitar 4 kg. Sedangkan sampah anorganik yang terkumpul hanya
sedikit dan didominasi oleh bungkus makanan ringan dengan berat sekitar 1 kg. Sampah
yang terkumpul selanjutnya dibuang di TPS Desa Beji.
Selama
kegiatan berlangsung, terdapat beberapa kendala, salah satunya adalah cuaca
yang cukup terik. Hal ini juga diperparah oleh pelaksanaan kegiatan pada siang
hari, sehingga terik matahari jauh lebih menyengat. Bahkan pada pelaksanaan di
Pantai Klathak, karena persiapan yang kurang memadai, seperti lupa tidak
membawa air minum, akhirnya di setengah jam terakhir saya sempat merasa hampir
pingsan dan merasakan pusing berputar saking panasnya. Beruntung ada tempat
berteduh di sekitaran pantai. Saya beristirahat sejenak sebelum melanjutkan
pembersihan. Tidak berhenti disitu, karena lokasi pantai yang dibersihkan cukup
jauh dari lokasi parkir motor, saya harus berjalan cukup jauh untuk mengangkat
sampah tersebut.
Melalui
kegiatan ini, diharapkan masyarakat semakin menyadari pentingnya menjaga
lingkungan dengan tindakan sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya.
Harapan saya, tindakan kecil yang saya lakukan bisa menginspirasi orang lain
untuk menjaga lingkungan, khususnya pantai yang saya bersihkan, sehingga keindahannya
tetap terjaga.








0 komentar:
Posting Komentar