Minggu, 10 Mei 2026

Psikologi Lingkungan – Essai 3: Melakukan Kegiatan Before After

 Menantang Terik Matahari Awal Kemarau: 
Ketika Pantai Indah Bertemu Jejak Hidup Manusia

      Dwi Ayu Fitrianingtyas
NIM: 24310410225
Kelas Psikologi Lingkungan – B
Tugas Essai 3 (Melakukan Kegiatan Before-After)
Dosen Pengampu: Dr. Arundati Shinta, M.A.
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45
Yogyakarta

 

Pantai merupakan destinasi wisata alam yang perlu kita jaga kebersihannya. Namun masih banyak pantai yang nampak kumuh akibat sampah yang dibawa oleh wisatawan maupun sampah yang terbawa oleh ombak. Untuk itu, saya melakukan kegiatan pembersihan pantai, meskipun pada kenyataannya untuk menjaga kebersihannya diperlukan kesadaran dari semua pihak.

Saya memilih melakukan pembersihan di pantai karena pantai merupakan salah satu destinasi wisata favorit saya. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengurangi sampah di area pantai sekaligus secara tidak langsung mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap sampah yang mereka hasilkan.

Kegiatan ini saya lakukan dengan memungut dan memilah sampah organik dan anorganik menggunakan kantong plastik besar. Kegiatan pertama dilakukan di pantai Klathak, Tulungagung, pada tanggal 26 April 2026 pukul 09.30 – 10.30. Kegiatan kedua dilakukan di pantai Brumbun, Tulungagung, pada tanggal 10 Mei 2026. Namun karena jalan ke pantai cukup sulit, kegiatan pembersihan baru mulai dilakukan pada pukul 12.00 – 13.00.

Di pantai Klathak, mayoritas sampah berupa ranting pohon yang kemungkinan terbawa ombak hingga ke pantai. Namun ada beberapa sampah yang cukup meresahkan, salah satunya adalah tutup blood lancet yang seharusnya hanya ditemukan di fasilitas kesehatan. Sampah tersebut seharusnya dikelola sesuai prosedur limbah medis. Selain itu, karena pantai ini rutin dikunjungi wisatawan lokal, sampah yang ditemukan cukup banyak, dengan perkiraan sampah organik sekitar 5 kg dan sampah anorganik sekitar 3 kg. Sampah yang terkumpul tersebut dibuang di TPS Pasar Bandung.

 

Di pantai Brumbun, karena ternyata jalan yang dilalui masih cukup ekstrem, pantai ini jarang sekali dikunjungi wisatawan. Pada saat pelaksanaan kegiatan, tidak ada wisatawan lain selain saya, namun banyak rumah warga di sekitarnya. Mayoritas sampah yang terkumpul di pantai ini adalah sampah ranting dan daun kering dengan perkiraan berat sekitar 4 kg. Sedangkan sampah anorganik yang terkumpul hanya sedikit dan didominasi oleh bungkus makanan ringan dengan berat sekitar 1 kg. Sampah yang terkumpul selanjutnya dibuang di TPS Desa Beji.

Selama kegiatan berlangsung, terdapat beberapa kendala, salah satunya adalah cuaca yang cukup terik. Hal ini juga diperparah oleh pelaksanaan kegiatan pada siang hari, sehingga terik matahari jauh lebih menyengat. Bahkan pada pelaksanaan di Pantai Klathak, karena persiapan yang kurang memadai, seperti lupa tidak membawa air minum, akhirnya di setengah jam terakhir saya sempat merasa hampir pingsan dan merasakan pusing berputar saking panasnya. Beruntung ada tempat berteduh di sekitaran pantai. Saya beristirahat sejenak sebelum melanjutkan pembersihan. Tidak berhenti disitu, karena lokasi pantai yang dibersihkan cukup jauh dari lokasi parkir motor, saya harus berjalan cukup jauh untuk mengangkat sampah tersebut.

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat semakin menyadari pentingnya menjaga lingkungan dengan tindakan sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya. Harapan saya, tindakan kecil yang saya lakukan bisa menginspirasi orang lain untuk menjaga lingkungan, khususnya pantai yang saya bersihkan, sehingga keindahannya tetap terjaga.

0 komentar:

Posting Komentar