Minggu, 28 Juni 2026

Essai 5 - Eksperimen Anorganik

 Eksperimen Upcycling Anorganik


Rahardian Wicaksono

24310410218

Kelas Psikologi Lingkungan - B

Tugas Essai 5

Dosen Pengampu: Dr. Arundati Shinta, M.A.

Juni 2026

Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45

Yogyakarta 



    Sampah anorganik seperti plastik menjadi jenis sampah yang mendominasi di lingkungan dan kehidupan sehari-hari. Aktivitas yang kita lakukan tanpa sadar berkontribusi terhadap meningkatnya jumlah sampah plastik. Plastik memiliki sifat yang tahan lama dan sulit hancur secara alami, apabila plastik yang telah kita konsumsi tidak bisa langsung dibuang begitu saja. Maka, diperlukan kegiatan seperti “upcycling” secara mandiri yang dapat dengan mudah dan sederhana untuk mengurangi jumlah sampah plastik (anorganik) yang berpotensi merusak lingkungan. Oleh karena itu, sisa kemasan plastik yang telah kita gunakan tidak boleh dibuang begitu saja tanpa pengelolaan yang bijak. Di sinilah diperlukan tindakan nyata seperti gerakan upcycling secara mandiri, solusi sederhana yang dapat dilakukan oleh siapa saja untuk menekan jumlah sampah anorganik yang berpotensi merusak ekosistem bumi.

Upcycling tidak hanya menggunakan barang bekas, melainkan mengubahnya menjadi suatu barang dengan nilai guna dan ekonomis yang lebih tinggi tanpa melalui proses manufaktur. Dalam eksperimen upcycling kali ini, saya memilih untuk memanfaatkan botol minuman plastik sebagai bahan dasar utama. Tujuan utama dari eksperimen ini adalah merubah botol plastik bekas yang nilai gunanya sudah habis menjadi sebuah produk baru yang fungsional, estetik, dan bernilai jual tinggi, yaitu gantungan kunci. Alasan saya memilih untuk membuat gantungan kunci dari botol plastik, selain mudah untuk dilakukan adalah adanya tren gantungan kunci di kalangan anak muda.


Proses pembuatan gantungan kunci ini dimulai dengan langkah yang cukup mudah. Pertama, saya mengumpulkan beberapa botol plastik bekas, lalu mencucinya hingga benar-benar bersih dan mengeringkannya. Setelah itu, bagian bawah botol dipotong secara hati-hati, kemudian dibentuk menyerupai kelopak bunga. Agar meningkatkan nilai estetikanya, potongan plastik tersebut diwarnai menggunakan cat akrilik dengan warna yang menarik. Saya juga menambahkan aksen manik-manik berwarna di bagian tengahnya menggunakan lem tembak agar tampilannya lebih menarik. Langkah terakhir adalah melubangi bagian ujung plastik dan merangkainya bersama gantungan besi atau tali.



Melalui eksperimen sederhana ini, saya menyadari bahwa permasalahan sampah anorganik sebenarnya dapat diurai secara perlahan jika kita mau mengubah cara pandang kita terhadap barang bekas. Botol plastik yang semula dianggap sebagai sampah kotor di sudut rumah, kini berhasil diubah menjadi gantungan kunci yang bernilai ekonomis. Kegiatan ini tidak hanya mengasah kreativitas dan inovasi, tetapi juga memberikan kepuasan diri karena mampu berkontribusi langsung dalam menjaga kelestarian alam, dimulai dari langkah kecil di lingkungan rumah kita sendiri.



0 komentar:

Posting Komentar