Sabtu, 27 Juni 2026

ESSAY 6 - EKSPERIMEN SAMPAH ORGANIK

 Berliana Adinda Putri Wiyanto

24310410216

Psikologi Lingkungan B

Tugas Essay 6

Dosen Pengampu : Dr. Arundati Shinta, M.A.

Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi Yogyakarta



Eksperimen Sampah Organik

Pada hari Minggu tanggal 17 Mei 2026 pukul 09.00  hingga 11.00 WIB, saya bersama rekan mahasiswa berkunjung ke rumah Ibu Arundati Sinta selaku dosen yang mengampu mata kuliah psikologi lingkungan. Disana, kami belajar cara untuk mengolah sampah organik menjadi sesuatu yang bermanfaat seperti kompos, sabun cair, dan eco enzym. Untuk mendukung kegiatan pembelajaran tersebut, setiap mahasiswa diminta untuk membawa satu makanan berbungkus daun pisang dan satu makanan berbungkus plastik. Ketika sampai di rumah dosen, kami harus menghabiskan makanan yang kami bawa sebagai bentuk tanggung jawab sebagai mahasiswa psikologi dan langkah awal dalam menjaga lingkungan.

Hingga saat ini, sampah masih menjadi salah satu permasalahan lingkungan yang seringkali dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Sebagian besar dari masyarakat masih menganggap sampah sebagai benda yang sudah tidak memiliki nilai sehingga hanya dibuang begitu. Padahal, dengan pengelolaan dengan benar, banyak jenis sampah dapat diolah kembali menjadi produk yang bermanfaat dan memiliki nilai guna hingga nilai jual. Maka dari itu, pada kegiatan kunjungan dosen kali ini, saya belajar bagaimana cara pengolahan sampah yang baik hingga dapat diolah menjadi kompos, sabun cair, dan eco enzyme.

Kegiatan diawali dengan menghabiskan makanan yang telah dibawa setiap mahasiswa sambil dosen memberikan penjelasan mengenai jenis-jenis sampah serta cara pengolahannya. Setelahnya, bungkus makanan dipilah secara terpisah antara bungkus daun pisang dan bungkus plastik. Dosen menjelaskan bahwa sampah dibagi menjadi beberapa macam. Ada sampah anorganik seperti plastik yang akan dicuci bersih dan dipilah kembali untuk disetorkan kepada bank sampah. Selain itu, ada juga sampah organik, seperti daun kering, sisa sayuran, dan kulit buah, dapat dimanfaatkan menjadi kompos maupun eco enzyme.  Selain dari sampah sampah tersebut, ternyata minyak jelantah yang biasanya dibuang setelah digunakan memasak ternyata masih dapat diolah menjadi sabun cair yang bermanfaat untuk keperluan rumah tangga. 

Dalam kegiatan tersebut, kami dibagi menjadi tiga kelompok. Kelompok pertama melakukan kegiatan praktek membuat kompos dari sampah organik. Mahasiswa diminta mengumpulkan berbagai bahan seperti daun kering, rumput, dan sisa sayuran yang ada di sekitar rumah dosen. Semua bahan kemudian dipotong menjadi ukuran yang lebih kecil agar proses penguraian berlangsung lebih cepat. Setelah itu, sampah organik yang telah dipotong kecil-kecil dimasukkan ke dalam wadah kompos dan dicampurkan dengan tanah, kapur tani, POC, molase, dedak, dan daun sirih. Setelah diaduk hingga tercampur secara rata. Setelah membuat kompos, kami juga lanjut memanen kompos yang sudah disimpan selama beberapa minggu.

Kelompok kedua adalah praktek membuat eco enzyme. Bahan yang digunakan cukup sederhana, yaitu 90 gram gula merah, 270 gram kulit buah, dan 900 gram air matang (perbandingan 1 : 3 : 10). Gula merah direbus dengan 450 gram air. Setelah itu, semua bahan dimasukkan ke dalam jerigen lalu memasukan sisa air 450 gram ke jerigen. Jangan lupa untuk menyiapkan satu botol plastik berisi air yang sudah ada selang kecil kemudian hubungkan selang itu dengan corong jerigen, hal itu untuk mengantisipasi cairan eco enzym yang meledak karena akan menghasilkan gas yang besar. Cairan eco enzym yang sudah selesai akan difermentasi selama beberapa bulan hingga menghasilkan cairan eco enzyme. Cairan tersebut dapat dimanfaatkan sebagai pembersih alami, pupuk cair, bahkan sebagai penghilang bau. Melalui kegiatan ini kita belajar bahwa sampah organik dapat diolah menjadi produk yang ramah lingkungan dan memiliki banyak kegunaan jika diproses dengan benar.

Sementara itu, kelompok ketiga melakukan praktek membuat sabun eco enzym. Sabun dibuat dengan mencampurkan mess (metyl etyl sulfonat), garam industri, EDTA, Aminon, gliserin, sedikit pewarna dan air. Semua bahan dicampurkan ke dalam cairan mess yang sudah diaduk-aduk bersama air mendidih dengan cairan garam yang dimasukkan paling akhir lalu didiamkan semalaman. Cairan mess yang sudah dingin ditambah dengan cairan eco enzym fermentasi kedua yang sudah disaring dan ditambah aroma jeruk. Terakhir, dibagi ke dalam botol botol kecil untuk dikemas.

Kegiatan kunjungan ke rumah dosen untuk belajar pengolahan sama organik memberikan pengalaman yang bermanfaat. Saya sebagai mahasiswa tidak hanya mempelajari teori saja, tetapi juga terlibat langsung dalam setiap tahap pengolahan sampah yang baik. Menurut saya, kegiatan praktik pengolahan sampah di rumah dosen ini memberikan banyak manfaat. Selain menambah pengetahuan, kegiatan ini juga mengajarkan pentingnya memanfaatkan limbah rumah tangga agar tidak langsung dibuang ke tempat pembuangan akhir. Produk yang dihasilkan, seperti kompos, sabun cair, dan eco enzyme, dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari sehingga memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus mengurangi pencemaran. Kegiatan sederhana ini ternyata bisa memiliki dampak yang besar dalam proses untuk menjaga lingkungan. Dengan lingkungan yang bersih dan sehat, kita juga telah membantu untuk menjaga masyarakat dari paparan berbagai penyakit.


0 komentar:

Posting Komentar