Berliana Adinda Putri Wiyanto
24310410216
Psikologi Lingkungan B
Tugas Essay 7
Dosen Pengampu : Dr. Arundati Shinta, M.A.
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi Yogyakarta
Kunjungan Observasi di TPST Randu Alas
Pada hari Sabtu tanggal 2 Mei 2026, saya mengikuti kegiatan observasi dalam rangka perkuliahan Psikologi Lingkungan di TPST Randu Alas. TPST Randu Alas beralamat di Dusun Candi Karang, Kelurahan Sardonoharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman. Kegiatan ini berlangsung dari pukul 09.00 sampai dengan pukul 11.00 WIB. Kegiatan observasi ini dilakukan untuk pemenuhan tugas psikologi lingkungan dan bertujuan untuk meningkatkan ilmu pemahaman tentang bagaimana cara mengelola sampah secara langsung di lingkungan warga. Selama kegiatan kunjungan ini, kami para mahasiswa dipandu oleh Pak Joko dimana beliau merupakan salah satu pengelola TPST Randu Alas. Beliau menjelaskan secara rinci tentang proses pengolahan berbagai sampah yang ada di sana dan sejarah terbentuknya tempat pengelolaan sampah tersebut.
TPST Randu Alas diurus oleh sekitar sepuluh orang pekerja yang setiap hari bekerja mengelola sampah dari warga sekitar. Setiap sampah yang masuk akan dipilah dan dipisahkan terlebih dahulu sesuai dengan jenisnya, misalnya plastik, kertas, botol, hingga sampah organik. Proses ini sangat penting karena dapat meningkatkan nilai ekonomi dari sampah dan membantu proses pengolahan selanjutnya agar menjadi lebih mudah. Untuk mendukung proses pengelolaan sampah tersebut, terdapat beberapa fasilitas dan mesin yang bisa digunakan, seperti area untuk memilah sampah, mesin penghancur, mesin penekan, alat timbang, dan lokasi pembakaran sampah yang tersisa.
Selain itu, di TPST Randu Alas, ada penggunaan air lindi yaitu cairan yang berasal dari pembusukan sampah organik. Bau air lindi sangat menyengat. Namun, air lindi yang dihasilkan oleh sampah organik tidak langsung dibuang. Air lindi tersebut diolah menjadi eco lindi dengan mencampurkan air lindi, molase atau tetes tebu, katalis organik, dan asam sulfat. Eco lindi ini bisa digunakan untuk menghilangkan bau dan membantu mempercepat pembusukan sampah organik.
Kepedulian Pak Joko terhadap masalah sampah dimulai dari kondisi lingkungan di tempat ia tinggal pada tahun 2010 dimana saat itu banyak masyarakat yang terjangkit penyakit demam berdarah. Puncaknya pada tahun 2013, dimana 13 orang warga termasuk anaknya sendiri, terjangkit demam berdarah. Pengalaman itu memberi motivasi kepada Pak Joko agar mencari cara yang lebih baik untuk menyelesaikan masalah sampah di sekitar rumahnya. Sejak itulah, Pak Joko mulai aktif berpartisipasi dalam berbagai kegiatan lingkungan hingga berdirilah TPST Randu Alas dan terus berkembang sampai tahun 2015, di mana TPST Randu Alas mendapatkan bantuan dana hingga ratusan juta rupiah untuk meningkatkan fasilitas pengelolaan sampah menjadi lebih modern sehingga proses pengolahan yang sampah jadi lebih baik dan lebih cepat. Selain menjaga kebersihan lingkungan, pengelolaan sampah di TPST Randu Alas juga memberikan nilai ekonomi dengan mengirimkan 1,5 hingga 3 ton sampah yang sudah tidak dapat didaur ulang untuk bahan bakar alternatif untuk pabrik semen di Cilacap. Hal itu dapat memberikan nilai tambah ekonomi bagi pengurusnya.
Dari kunjungan observasi ini, saya mendapatkan banyak pelajaran yang berguna. Saya mulai sadar bahwa mengelola sampah bisa dimulai dari hal kecil, seperti membuang sampah pada tempatnya dan mulai belajar memilah sampah. Kebiasaan sederhana tersebut bisa berdampak besar jika diterapkan secara terus-menerus oleh semua orang dalam masyarakat dan membuat kita lebih peduli terhadap lingkungan sekitar. Dengan pengelolaan yang tepat, sampah bisa jadi sumber manfaat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sebab itu, diperlukan kerja sama yang lebih baik antara pemerintah dan masyarakat dalam mendukung pengelolaan sampah yang tepat. Program pembelajaran tentang pentingnya memilah sampah dan menerapkan prinsip 3R (reduce, reuse, recycle) harus terus ditingkatkan. Selain itu, dibutuhkan dukungan teknologi dan pelatihan untuk para pengelola agar sistem pengelolaan sampah dapat berjalan lebih baik.
TPST Randu Alas menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan sampah bisa berhasil jika adanya dukungan oleh masyarakat dan pemerintah. Dengan kreativitas, inovasi, dan kemauan, sampah bisa diubah dari penyebab masalah lingkungan menjadi sesuatu yang bermanfaat dan bernilai bagi kehidupan dan orang orang di sekitarnya. Hal ini menunjukkan bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab yang harus dilakukan bersama, langkah awal yang penting dimulai dari diri kita sendiri.










0 komentar:
Posting Komentar