Rabu, 15 Juli 2026

ESSAI X- PARTISIPASI LOMBA


MELAKUKAN LOMBA KARNAVAL LINTAS BUDAYA ANTAR DESA DAN LOMBA DALAM RANGKA REVOLUSI MENTAL PERSONEL DITSAMAPTA POLDA DIY

Kinanthi Kembang Asmoro

24310410224

ESSAI X

Dosen pengampu Dr. Arundati Shinta, M.A.

Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45

Yogyakarta





Mengikuti berbagai kegiatan di masyarakat maupun di lingkungan kerja merupakan pengalaman yang sangat berharga. Selain menjadi sarana untuk mengembangkan kemampuan diri, kegiatan seperti ini juga mengajarkan pentingnya kerja sama, kedisiplinan, dan rasa tanggung jawab. Pada tahun 2026, saya berkesempatan mengikuti dua kegiatan yang berbeda tetapi sama-sama memberikan banyak pelajaran, yaitu Karnaval Lintas Budaya Antar Desa di Tegalrejo, Magelang pada tanggal 26 April 2026 dan Lomba dalam rangka Revolusi Mental Personel Ditsamapta Polda DIY pada tanggal 14 Juli 2026.

Kegiatan pertama yang saya ikuti adalah Karnaval Lintas Budaya Antar Desa yang diselenggarakan di Kecamatan Tegalrejo, Magelang. Dalam kegiatan ini, setiap desa menampilkan berbagai macam kostum dan pertunjukan yang menggambarkan budaya Indonesia. Karnaval ini bukan hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi ajang untuk memperkenalkan keberagaman budaya yang dimiliki setiap daerah. Saya merasa bangga karena dapat ikut berpartisipasi dalam acara yang penuh semangat kebersamaan ini.

Sebelum hari pelaksanaan, seluruh peserta melakukan berbagai persiapan. Kami berdiskusi mengenai konsep penampilan, menentukan tema kostum, serta berlatih agar penampilan terlihat kompak. Proses persiapan ini membutuhkan kerja sama yang baik karena setiap orang memiliki tugas masing-masing. Ada yang bertanggung jawab menyiapkan kostum, mengatur barisan, menghias atribut, hingga memastikan semua peserta siap sebelum acara dimulai. Dari proses ini saya belajar bahwa hasil yang baik tidak bisa dicapai sendirian, tetapi membutuhkan kerja sama seluruh anggota tim.

Saat hari pelaksanaan tiba, suasana sangat meriah. Masyarakat memenuhi sepanjang jalan untuk menyaksikan penampilan setiap desa. Berbagai kostum dengan warna-warna yang menarik membuat karnaval menjadi lebih hidup. Meskipun cuaca cukup panas dan perjalanan yang ditempuh cukup jauh, semua peserta tetap bersemangat hingga akhir acara. Pengalaman ini membuat saya semakin menghargai keberagaman budaya Indonesia dan menyadari bahwa budaya merupakan identitas bangsa yang harus terus dilestarikan.

Kegiatan kedua yang saya ikuti adalah Lomba dalam rangka Revolusi Mental Personel Ditsamapta Polda DIY pada tanggal 14 Juli 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk membangun karakter personel yang profesional, disiplin, berintegritas, serta memiliki semangat melayani masyarakat dengan baik. Revolusi Mental bukan hanya sekadar slogan, tetapi merupakan upaya untuk membentuk pola pikir dan perilaku yang lebih positif dalam menjalankan tugas sebagai anggota kepolisian.

Persiapan lomba dilakukan dengan serius. Seluruh peserta berlatih secara rutin agar mampu menampilkan kemampuan terbaik. Selain melatih keterampilan teknis, kami juga belajar menjaga kekompakan, komunikasi, dan saling mendukung satu sama lain. Dalam sebuah tim, setiap anggota memiliki peran penting sehingga tidak boleh ada yang bekerja sendiri. Semua harus saling percaya agar tujuan bersama dapat tercapai.

Saat lomba berlangsung, saya merasakan suasana yang penuh semangat sekaligus menegangkan. Setiap peserta ingin memberikan penampilan terbaik. Meskipun terdapat rasa gugup, saya berusaha tetap fokus dan percaya diri. Saya menyadari bahwa kemenangan memang menjadi tujuan, tetapi proses latihan, kerja sama, dan pengalaman yang diperoleh jauh lebih berharga daripada sekadar mendapatkan juara.

Melalui kegiatan Revolusi Mental ini, saya semakin memahami pentingnya memiliki sikap disiplin, jujur, bertanggung jawab, dan mampu bekerja sama dalam setiap tugas. Nilai-nilai tersebut sangat dibutuhkan oleh setiap personel kepolisian agar dapat memberikan pelayanan yang profesional kepada masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga mempererat hubungan antaranggota sehingga tercipta lingkungan kerja yang lebih kompak dan saling mendukung.

Dari kedua kegiatan tersebut, saya mendapatkan banyak pelajaran yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Karnaval Lintas Budaya mengajarkan saya untuk mencintai budaya Indonesia, menghargai perbedaan, dan menjaga persatuan. Sementara itu, Lomba Revolusi Mental mengajarkan pentingnya membangun karakter yang baik, meningkatkan kedisiplinan, serta bekerja sama demi mencapai tujuan bersama. Walaupun kedua kegiatan memiliki tema yang berbeda, keduanya sama-sama menanamkan nilai kebersamaan, tanggung jawab, dan semangat untuk terus berkembang menjadi pribadi yang lebih baik.

Saya berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun karena memberikan manfaat yang besar bagi peserta maupun masyarakat. Selain menjadi wadah untuk menampilkan kreativitas dan kemampuan, kegiatan tersebut juga mampu mempererat hubungan antaranggota masyarakat dan personel kepolisian. Dengan semangat persatuan, kerja sama, dan revolusi mental yang terus ditanamkan, diharapkan akan lahir generasi yang memiliki karakter kuat, cinta budaya, serta siap memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan negara.

0 komentar:

Posting Komentar