YOSY TEGAR SEPTIAN
NIM: 24310410242
PSIKOLOGI LINGKUNGAN (B)
Dosen Pengampu : Dr. Arundati Shinta
M.A.
UNIVERSITAS PROKLAMASI 45 YOGYAKARTA
Menjadi Nasabah Bank Sampah adalah salah satu bentuk
perilaku peduli lingkungan dengan cara mengumpulkan dan menyetorkan sampah yang
masih memiliki nilai ekonomis ke bank sampah. Sampah seperti botol plastik,
kertas, kardus, kaleng, dan kaca dipilah terlebih dahulu sesuai jenisnya,
kemudian ditimbang dan dicatat sebagai tabungan atas nama nasabah. Nilai hasil
penjualan sampah tersebut dapat dicairkan dalam bentuk uang atau dimanfaatkan
sesuai ketentuan bank sampah.
Dengan adanya tugas dari
psikologi lingkungan ini saya menjadi ingin mencoba menabung di bank sampah. Sempat
terkendala oleh tempat yang ada di kulon progo tempat saya tinggal, saya
mencari informasi di berbagai sumber tetapi tidak saya temui. Selanjutnya saya
mencari di daerah bantul dan kami menemukannya di Babadan, Bantul, Kec. Bantul,
Kab. Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Maps lokasi : https://maps.app.goo.gl/JvMYeVquQRjwC2FS9?g_st=ac
Saya datang dengan 2 rekan saya yang sama
kuliah dengan saya dan jurusan yang sama. Sehingga kami datangnya dengan
bersamaan, membawa sampah masing masing dari rumah.
Berawal dari kami memilah sampah yang
saya bagi di beberapa wadah plastik bekas. Kemudian kami menuju ke bank sampah bersamaan
dan menyerahkan ke tempat tersebut, kami datang dan barang bawaan kami di cek
selanjutnya di timbang. Barang bawaan saya di timbang dengan jumlah timbangan 3
Kg. Kemudian masing masing kami di tanyakan nama dan di buatkan ID kard untuk
mendata setiap sampah yang masuk agar diberikan uang.
Rasanya semangat untuk menabung sampah
lagi karena saya mendapatkan uang. Menjadi nasabah bank sampah juga menumbuhkan rasa tanggung
jawab terhadap lingkungan, meningkatkan kepedulian masyarakat, serta mendorong
terciptanya lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, saya
menyadari bahwa sampah yang selama ini dianggap tidak berguna ternyata memiliki
nilai ekonomi apabila dikelola dengan baik. Selain memperoleh imbalan berupa
uang, saya juga memperoleh pengalaman yang meningkatkan kesadaran akan
pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Kegiatan ini sesuai dengan tujuan
psikologi lingkungan, yaitu membentuk perilaku yang lebih peduli dan
bertanggung jawab terhadap lingkungan melalui tindakan nyata.
Oleh karena itu, menjadi
nasabah bank sampah merupakan salah satu langkah sederhana namun berdampak
positif dalam mengurangi timbunan sampah, mendukung penerapan prinsip 3R
(Reduce, Reuse, Recycle), serta membangun kebiasaan hidup yang lebih bersih,
peduli, dan berkelanjutan. Pengalaman ini memotivasi saya untuk terus menabung
sampah secara rutin dan mengajak orang lain agar ikut berpartisipasi dalam
menjaga kelestarian lingkungan.










0 komentar:
Posting Komentar