Rabu, 15 Juli 2026

ESSAY 9 – NASABAH BANK SAMPAH

YOSY TEGAR SEPTIAN

NIM: 24310410242

PSIKOLOGI LINGKUNGAN (B)

Dosen Pengampu : Dr. Arundati Shinta M.A.

UNIVERSITAS PROKLAMASI 45 YOGYAKARTA



Menjadi Nasabah Bank Sampah adalah salah satu bentuk perilaku peduli lingkungan dengan cara mengumpulkan dan menyetorkan sampah yang masih memiliki nilai ekonomis ke bank sampah. Sampah seperti botol plastik, kertas, kardus, kaleng, dan kaca dipilah terlebih dahulu sesuai jenisnya, kemudian ditimbang dan dicatat sebagai tabungan atas nama nasabah. Nilai hasil penjualan sampah tersebut dapat dicairkan dalam bentuk uang atau dimanfaatkan sesuai ketentuan bank sampah.

Dengan adanya tugas dari psikologi lingkungan ini saya menjadi ingin mencoba menabung di bank sampah. Sempat terkendala oleh tempat yang ada di kulon progo tempat saya tinggal, saya mencari informasi di berbagai sumber tetapi tidak saya temui. Selanjutnya saya mencari di daerah bantul dan kami menemukannya di Babadan, Bantul, Kec. Bantul, Kab. Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.  

Maps lokasi : https://maps.app.goo.gl/JvMYeVquQRjwC2FS9?g_st=ac

Saya datang dengan 2 rekan saya yang sama kuliah dengan saya dan jurusan yang sama. Sehingga kami datangnya dengan bersamaan, membawa sampah masing masing dari rumah.

Berawal dari kami memilah sampah yang saya bagi di beberapa wadah plastik bekas. Kemudian kami menuju ke bank sampah bersamaan dan menyerahkan ke tempat tersebut, kami datang dan barang bawaan kami di cek selanjutnya di timbang. Barang bawaan saya di timbang dengan jumlah timbangan 3 Kg. Kemudian masing masing kami di tanyakan nama dan di buatkan ID kard untuk mendata setiap sampah yang masuk agar diberikan uang.

Rasanya semangat untuk menabung sampah lagi karena saya mendapatkan uang. Menjadi nasabah bank sampah juga menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan, meningkatkan kepedulian masyarakat, serta mendorong terciptanya lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, saya menyadari bahwa sampah yang selama ini dianggap tidak berguna ternyata memiliki nilai ekonomi apabila dikelola dengan baik. Selain memperoleh imbalan berupa uang, saya juga memperoleh pengalaman yang meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Kegiatan ini sesuai dengan tujuan psikologi lingkungan, yaitu membentuk perilaku yang lebih peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungan melalui tindakan nyata.

Oleh karena itu, menjadi nasabah bank sampah merupakan salah satu langkah sederhana namun berdampak positif dalam mengurangi timbunan sampah, mendukung penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), serta membangun kebiasaan hidup yang lebih bersih, peduli, dan berkelanjutan. Pengalaman ini memotivasi saya untuk terus menabung sampah secara rutin dan mengajak orang lain agar ikut berpartisipasi dalam menjaga kelestarian lingkungan.




0 komentar:

Posting Komentar