Minggu, 28 Juni 2026

ESSAI 5 - MENGOLAH SAMPAH ANORGANIK DI RUMAH DOSEN

 MAT.KUL : Psikologi Lingkungan 

DOSEN PENGAMPU : Dr. ARUNDATI SHINTA M.A.

NAMA         : AYOM PURWANINGSIH

FAKULTAS         : PSIKOLOGI ( KELAS B) 

Universitas Proklamasi 45


STRATEGI UPCYCLING PENGOLAHAN SAMPAH ANORGANIK


Pendahuluan

Limbah anorganik juga dapat dimanfaatkan menjadi sesuatu yang bermanfaat, termasuk menambah pendapatan ekonomi jika dimanfaatkan secara maksimal. Kemampuan untuk mengelola sampah anorganik ini diharapkan menjadi momentum bagi generasi muda untuk mencintai lingkungan dimana ia tinggal sebagai sarana berprestasi dalam upaya peningkatan ekonomi kreatif. Untuk memperkecil dampak pencemaran oleh pembuangan limbah ke lingkungan dapat dilakukan dengan memanfaatkannya secara langsung maupun dengan melakukan daur ulang limbah. Eksperimen Upcycling yang saya dan teman-teman satu kelas lakukan adalah mendaur ulang sampah anorganik di rumah dosen kami ibu Dr. Arundati Shinta M. A, pada hari Minggu 31 Mei 2026.

Limbah anorganik bisa didaur ulang menjadi produk kerajinan yang bisa digunakan seperti halnya kaca, kain perca, kertas bekas kalender, sampah logam, limbah pabrik, atau botol plastik. Pemanfaatan pengolahan limbah anorganik menjadi sebuah produk yang digunakan merupakan solusi yang tepat, selain pengurangan sampah limbah juga sebagai sarana kreativitas bagi masyarakat sekitar. 


Isi Kegiatan

Materi eksperimen saya yaitu pengolahan sampah anorganik di rumah dosen dengan strategi Upcycling yaitu dengan : 

1) Melatih kreativitas. Mempersiapkan & melukis goodie bag & tempat aksesori dengan lukisan karya saya dan teman-teman. Goodie bag & tempat aksesori dari kertas sampah dupleks.

2) Membuat gantungan kunci A. Dengan materi sebagian dari sampah kain, sebagian bahan baru. 

3) Membuat gantungan kunci B. Kegiatan yang no. a, tentu menimbulkan limbah. Oleh karena itu, limbah harus diolah lagi dan kami membuat gantungan kunci yang kedua.




4) Membuat souvenir piring cantik. Kegiatan ini adalah mengolah limbah tekstil kain perca dengan piring-piring kaca yang sudah jarang / tidak terpakai lagi.




Tantangan dan Implementasi

Penerapan upcycling bukannya tanpa hambatan. Diperlukan literasi lingkungan, waktu, dan keterampilan motorik atau desain untuk menciptakan produk yang layak guna dan estetis. Selain itu, kesadaran kolektif dari masyarakat sangat dibutuhkan agar upcycling tidak sekadar menjadi tren sesaat, melainkan gaya hidup yang berkelanjutan. 



Kesimpulan

Daur ulang adalah proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi bahan baru dengan tujuan mencegah adanya sampah yang sebenarnya dan dapat menjadi sesuatu yang berguna, mengurangi penggunaan bahan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, mengurangi polusi, kerusakan lahan, dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan dengan proses pembuatan barang baru. Pengolahan sampah kreatif ini diharapkan mampu menarik generasi muda untuk melakukan kegiatan positif yang berdampak pada nilai ekonomi kesehatan, kebersihan, kebersamaan, dan keberlangsungan lingkungan hidup. 


.


0 komentar:

Posting Komentar