Senin, 29 Juni 2026

ESAI 4 - KOMITMEN PRIBADI

 

Komitmen Pribadi terhadap Pengelolaan Sampah Mata Kuliah: Psikologi Lingkungan

Busthanul Arifin

 25310440002

 Kelas Psikologi Lingkungan - B

 Dosen Pengampu: Dr. Arundati Shinta M.A.

 

Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta

Ada yang berubah dalam cara saya melihat dunia sampah setelah menjalani perkuliahan Psikologi Lingkungan. Perubahan itu tidak terjadi sekaligus, dari tugas demi tugas, dari diskusi demi diskusi, menumbuhkan semangat untuk memaknai betul hal-hal yang tidak mudah ini.

Sampah adalah salah satunya.

Psikologi Lingkungan mengajarkan sesuatu yang bermakna, yaitu bahwa lingkungan fisik dan perilaku manusia saling membentuk satu sama lain. Lingkungan yang kotor tidak sekadar tidak sedap dipandang. Namun secara perlahan lahan menurunkan standar perilaku orang yang ada di dalamnya. Ketika seseorang melihat sampah berserakan, otak secara tidak sadar membaca sinyal bahwa tempat itu memang boleh diperlakukan demikian. Satu sampah mengundang sampah berikutnya. Satu orang yang acuh mengajak orang lain untuk acuh juga.

Pemahaman itu yang kemudian menggeser cara saya memaknai persoalan ini.

Saya mulai membangun komitmen, bukan karena tuntutan tugas, tetapi karena saya akhirnya mengerti bahwa diam pun adalah sebuah pilihan, dan di tiap tiap pilihan sekecil apapun, itu ada konsekuensinya.

Dan ini mengubah cara pandang saya terhadap sampah itu sendiri. Sampah organik bukan sekadar sisa makanan yang menjijikkan, ia adalah bahan baku kompos yang bisa menghidupkan tanah. Sampah anorganik bukan sekadar tumpukan plastik, ia bisa menjadi bahan daur ulang yang bernilai jika diperlakukan dengan benar. Pergeseran cara pandang dari membuang menjadi mengelola ini tampaknya kecil, tetapi implikasinya sangat besar terhadap keputusan-keputusan kecil yang saya ambil setiap hari.

Selai itu saya mencoba untuk menjadi  contoh yang konsisten di lingkungan terdekat saya. Dimulai dari rumah saya sendiri, anak-anak saya sendiri. Saya percaya bahwa perubahan perilaku seseorang yang dilakukan secara konsisten dan terlihat oleh orang di sekitarnya memiliki kekuatan menular. Ketika seseorang melihat orang lain memungut sampah tanpa diminta, tanpa paksaan, dan tanpa dramatisasi, itu meninggalkan kesan yang lebih kuat daripada kampanye apapun.

Saya menyadari bahwa hal ini tidak akan selalu mudah dijalankan. Psikologi Lingkungan juga mengajarkan bahwa perilaku yang diulang cukup lama akan menjadi kebiasaan, dan kebiasaan yang cukup banyak diadopsi akan menjadi norma sosial. Dan itu semua bisa dimulai dari lingkungan terdekat kita sendiri, yaitu Rumah.

 

0 komentar:

Posting Komentar