Pembentukan Perilaku Peduli Lingkungan
Yufika Dwi Rezeki
25310440003
Kelas : B
Mata
Kuliah : Psikologi Lingkungan
Tugas : Esai 2 (Plogging)
Dosen Pengampu : Dr. Arundati Shinta, M.A.
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45
Yogyakarta
PENDAHULUAN
Plogging
adalah kegiatan yang menggabungkan olahraga ringan seperti jogging dengan
aktivitas memungut sampah di lingkungan sekitar. Kegiatan ini bukan hanya
bermanfaat bagi kesehatan tubuh, tetapi juga membantu membentuk perilaku peduli
lingkungan melalui tindakan sederhana yang dilakukan secara langsung. Dalam
psikologi lingkungan, perilaku menjaga kebersihan dapat terbentuk dari
kebiasaan kecil yang dilakukan secara berulang.
Melalui kegiatan plogging ini, saya menjadi lebih sadar bahwa sampah kecil yang sering dianggap biasa ternyata jumlahnya cukup banyak ketika benar-benar diperhatikan. Dari kegiatan ini saya juga belajar bahwa menjaga kebersihan lingkungan sebenarnya bisa dimulai dari tindakan sederhana tanpa harus menunggu orang lain melakukannya terlebih dahulu.
PELAKSANAAN KEGIATAN
1.
Lokasi Pertama – Stadion Sultan Agung, Bantul
Tanggal/Waktu
: 10 Mei 2026, pukul 16.00–18.00 WIB
Estimasi jogging : ±3 kilometer
Before - After
Kegiatan
plogging pertama saya lakukan di area sekitar Stadion Sultan Agung, Bantul.
Sebelum mulai jogging, saya melihat masih cukup banyak sampah plastik, bungkus
makanan ringan, dan gelas plastik yang berserakan di area rumput maupun pinggir
jalan sekitar stadion. Awalnya terlihat seperti sampah kecil biasa, tetapi
ternyata jumlahnya cukup banyak ketika mulai diperhatikan satu per satu.
Selama jogging, saya sambil memungut sampah yang ditemukan di sekitar area. Pada kegiatan ini, saya lebih banyak mengumpulkan sampah plastik seperti bungkus makanan dan gelas plastik karena jenis sampah tersebut paling banyak ditemukan di lokasi. Sampah plastik yang berhasil dikumpulkan kemudian saya jadikan satu di dalam kantong plastik sebelum dipilah berdasarkan jenisnya dan dibawa pulang agar tidak kembali berserakan di area tersebut. Jumlah sampah plastik yang berhasil saya kumpulkan diperkirakan sekitar 1,5 kilogram.
Setelah area terlihat lebih bersih, saya jadi merasa lebih sadar kalau kebersihan lingkungan ternyata sangat dipengaruhi oleh kebiasaan kecil sehari-hari.
2.
Lokasi Kedua – Jalan Sorosutan, Umbulharjo, Yogyakarta
Tanggal/Waktu
: 6 Mei 2026, pukul 16.40–18.00 WIB
Estimasi jogging : ±2 kilometer
Kegiatan
plogging kedua saya lakukan di Jalan Sorosutan, Umbulharjo, Yogyakarta. Pada
lokasi ini saya masih menemukan cukup banyak sampah plastik dan bungkus makanan
yang berserakan di pinggir jalan maupun tanah kosong.
Selama jogging, saya tetap memungut sampah yang ditemukan di sekitar area. Pada beberapa bagian yang terdapat sampah kecil berserakan, saya sempat meminjam sapu yang berada tidak jauh dari lokasi agar proses pembersihan menjadi lebih mudah dan cepat. Pada kegiatan ini, saya lebih fokus mengumpulkan sampah plastik yang paling banyak ditemukan di lokasi seperti bungkus makanan ringan, gelas plastik, dan plastik bekas minuman.
Sampah plastik yang berhasil dikumpulkan kemudian saya jadikan satu di dalam kantong plastik sebelum dipilah berdasarkan jenisnya dan dibawa pulang. Jumlah sampah plastik yang berhasil saya kumpulkan diperkirakan sekitar 1 kilogram.
PERMASALAHAN YANG DITEMUKAN
Dari
kegiatan plogging yang saya lakukan, saya masih melihat bahwa kesadaran
sebagian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan masih kurang. Banyak sampah
plastik sekali pakai yang masih dibuang sembarangan di area publik, terutama di
pinggir jalan dan area rumput terbuka.
Selain itu, sebagian besar sampah yang ditemukan merupakan sampah nonorganik seperti plastik dan bungkus makanan yang sulit terurai. Jika dibiarkan terus-menerus, sampah tersebut dapat mencemari lingkungan dan mengurangi kenyamanan masyarakat sekitar.
REFLEKSI DAN PEMBENTUKAN PERILAKU
Melalui
kegiatan plogging ini, saya merasa menjadi lebih peka terhadap kondisi
lingkungan sekitar. Aktivitas sederhana seperti jogging sambil memungut sampah
ternyata dapat membantu membentuk kebiasaan peduli lingkungan secara perlahan.
Dalam psikologi lingkungan, perilaku positif dapat terbentuk melalui kebiasaan yang dilakukan secara berulang. Kegiatan plogging membuat saya mulai terbiasa memperhatikan kebersihan lingkungan dan tidak lagi menganggap memungut sampah sebagai hal yang memalukan. Selain memberikan manfaat fisik karena dilakukan sambil berolahraga, kegiatan ini juga memberikan rasa puas setelah melihat area yang sebelumnya kotor menjadi lebih bersih. Saya juga belajar bahwa perubahan besar sebenarnya dapat dimulai dari tindakan kecil yang dilakukan secara konsisten.
KESIMPULAN
Plogging
merupakan kegiatan sederhana yang memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh
sekaligus lingkungan sekitar. Dengan menggabungkan olahraga dan aksi peduli
lingkungan, kegiatan ini membantu membentuk perilaku pro-lingkungan dan
meningkatkan kesadaran sosial terhadap masalah sampah.
Melalui
kegiatan plogging yang saya lakukan di dua lokasi berbeda, saya menjadi lebih
sadar bahwa menjaga kebersihan lingkungan dapat dimulai dari diri sendiri.
Walaupun terlihat sederhana, tindakan kecil seperti memungut, memilah, dan
membawa pulang sampah plastik yang berserakan tetap dapat memberikan dampak
positif bagi lingkungan sekitar.











0 komentar:
Posting Komentar