Senin, 11 Mei 2026

Esai 7 – Belajar kelola sampah di TPST Randu Alas

Manajemen Pengelolaan Sampah di TPST Randu Alas


Nama                      : Banun Havifah Cahyo Khosiyono

NIM                        : 24310440002

Kelas                      : B

Mata Kuliah : Psikologi Lingkungan

Dosen Pengampu : Dr. Arundati Shinta, M.A.

Manajemen pengelolaan sampah di tingkat TPST Randu Alas menjadi contoh nyata bagaimana masyarakat dan pemerintah berusaha mencari solusi atas krisis sampah di Sleman pascapenutupan TPA Piyungan tahun 2021. Sebelum itu, masyarakat terbiasa membuang sampah langsung ke TPA tanpa pengolahan, sehingga menimbulkan penumpukan dan bau. Kehadiran TPST berbasis 3R (Reduce, Reuse, Recycle) menjadi langkah penting untuk mengurangi kuantitas sampah sekaligus memperbaiki karakteristiknya agar bernilai ekonomi.

Di TPST Randu Alas, proses pengelolaan dimulai dari pewadahan, pengumpulan, pengangkutan, penerimaan, pemilahan, hingga pengolahan. Sampah organik dimanfaatkan sebagai pakan ternak atau ditimbun di lubang khusus, sementara sampah anorganik diproses dengan mesin pencacah atau dihancurkan, dan yang tidak bisa diolah dibakar di tobong. Kendala utama adalah rendahnya kesadaran masyarakat serta minimnya edukasi dan dukungan pemerintah. Padahal, keberhasilan TPST sangat bergantung pada partisipasi warga dalam memilah sampah sejak rumah.

Belajar langsung di TPST Randu Alas memberi pengalaman berharga: pengelolaan sampah bukan pekerjaan mudah maupun murah. Dibutuhkan teknologi, tenaga, dan komitmen sosial. Sebagai mahasiswa Psikologi Lingkungan, pengalaman ini membuka wawasan bahwa perubahan perilaku masyarakat adalah kunci. Tanpa kesadaran kolektif, mesin dan sistem tidak akan efektif. Oleh karena itu, TPST bukan hanya tempat belajar teknis pengolahan sampah, tetapi juga arena untuk memahami interaksi antara perilaku manusia, kebijakan, dan keberlanjutan lingkungan.




0 komentar:

Posting Komentar