Senin, 11 Mei 2026

ESSAI I - MERINGKAS JURNAL SAMPAH

 

ESSAI 1 – MERINGKAS JURNAL TERKAIT SAMPAH

 



Mata Kuliah : Psikologi Lingkungan

Tugas : Esai 1 – Meringkas Jurnal

Dosen Pengampu : Arundati Shinta

Nama : Mico Alan Sebastian

NIM : 22310410013

Kelas : Psi Sj

 

Topik

Perilaku Pro-Lingkungan dalam Pengelolaan Sampah

 

Sumber Jurnal

Asteria, D., & Heruman, H. (2020). Faktor determinan perilaku pro lingkungan mengelola sampah ditinjau dari perspektif Health Belief Model. IDEA: Jurnal Psikologi, 4(1). https://ejournal.undar.or.id/index.php/idea/article/view/226

 

Permasalahan

Permasalahan dalam penelitian ini adalah masyarakat masih memiliki kesadaran rendah dalam melakukan pengelolaan sampah. Perilaku membuang sampah secara sembarangan dan belum kepedulian terhadap lingkingan masih melekat di tengah masyarakat. Dengan kurangnya kepedulian dan kesadaran terhadap pengelolaan sampah akan menyebabkan pencemaran terhadap lingkungan, banjir, maupun gangguan kesehatan.

 

Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku pro-lingkungan di tengah masyarakat dalam melakukan pengelolaan sampah berdasarkan perspektif Health Belief Model.

 

Isi Jurnal

Bahwa perilaku masyarakat terhadap sampah dipengaruhi oleh faktor psikologis dan lingkungan sosial. Penelitian ini menjelaskan bahwa seseorang akan melakukan perilaku sehat atau positif apabila merasa ada ancaman dan menyadari pentingnya tindakan tersebut, penelitian ini menggunakan konsep Health Belief Model. Dalam pengelolaan sampah, masyarakat akan lebih peduli apabila mereka merasa bahwa sampah dapat membahayakan kesehatan dan lingkungan sekitar.

Selain faktor internal perilaku masyarakat juga dipengaruhi oleh faktor eksternal yakni dorongan lingkungan sekitar, ajakan, dan contoh perilaku dari orang lain. Banyaknya masyarakat yang merasa bahwa pengelolaan sampah merupakan hal yang sulit dan merepotkan sehingga hal tersebut mempengaruhi kepedulian masyarakat terhadap lingkungan rendah.

 

Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode survei dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian dilakukan terhadap 177 responden untuk mengetahui hubungan antara faktor psikologis dengan perilaku pengelolaan sampah. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis berdasarkan teori Health Belief Model.

 

Hasil Penelitian

Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa faktor yang mempengaruhi perilaku pengelolaan sampah, yaitu perceived susceptibility, cues to action, dan perceived barrier. Perceived susceptibility berarti seseorang merasa bahwa sampah dapat memberikan dampak buruk bagi dirinya. Cues to action adalah dorongan dari lingkungan untuk menjaga kebersihan. Sedangkan perceived barrier adalah hambatan yang dirasakan seseorang dalam mengelola sampah.

Semakin tinggi kesadaran seseorang terhadap dampak sampah dan semakin banyak dukungan dari lingkungan, maka perilaku peduli lingkungan juga semakin tinggi. Sebaliknya, jika seseorang merasa banyak hambatan, maka kepeduliannya terhadap lingkungan akan menurun.

 

Diskusi / Pembahasan

Menurut saya jurnal ini sangat menarik karena sesuai dengan kondisi masyarakat saat ini yang masih membuang sampah secara sembarangan tanpa memikirkan dampak terhadap lingkungan maupun kesehatan, kurangnya kesadaran juga akan menurunkan minat mat masyarakat untuk melakukan pengelolaan sampah karena merasa sangat merepotkan dibandingnkan harus membuang sampah secara instan.

Rendahnya kesadaran dan kepedulian masyarakat perlu dibentuk secara perlahan melalui edukasi, pembiasaan, maupun memberikan contoh nyata kepada masyarakat sehingga masyarakat ikut terdorong untuk saling memberikan contoh positif serta perlunya dukungan pemerintah setempat untuk memberikan fasilitas pengelolaan sampah sehingga perilaku pro-lingkungan akan semakin berkembang di tengaah masyarakat.

 

Kesimpulan

Perilaku pengelolaan sampah dipengaruhi oleh tiga faktor yakni faktor psikologis, faktor kesadaran individu, dan faktor dukungan oleh lingkungan sekitar. Seseorang yang memiliki kesadaran tinggi terhadap dampak sampah, maka semakin tinggi juga perilaku pediuli lingkunganya.

Berkaitan dengan hal tersebut, maka diperluukan edukasi dan pembiasaan agar masyarakat memiliki perilaku pro-lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.

0 komentar:

Posting Komentar