ESSAI
1 – MERINGKAS JURNAL TERKAIT SAMPAH
Mata
Kuliah : Psikologi Lingkungan
Tugas
: Esai 1 – Meringkas Jurnal
Dosen
Pengampu : Arundati Shinta
Nama
: Mico Alan Sebastian
NIM
: 22310410013
Kelas
: Psi Sj
Topik
Perilaku
Pro-Lingkungan dalam Pengelolaan Sampah
Sumber Jurnal
Asteria,
D., & Heruman, H. (2020). Faktor determinan perilaku pro lingkungan
mengelola sampah ditinjau dari perspektif Health Belief Model. IDEA: Jurnal
Psikologi, 4(1). https://ejournal.undar.or.id/index.php/idea/article/view/226
Permasalahan
Permasalahan
dalam penelitian ini adalah masyarakat masih memiliki kesadaran rendah dalam
melakukan pengelolaan sampah. Perilaku membuang sampah secara sembarangan dan belum
kepedulian terhadap lingkingan masih melekat di tengah masyarakat. Dengan
kurangnya kepedulian dan kesadaran terhadap pengelolaan sampah akan menyebabkan
pencemaran terhadap lingkungan, banjir, maupun gangguan kesehatan.
Tujuan Penelitian
Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku
pro-lingkungan di tengah masyarakat dalam melakukan pengelolaan sampah
berdasarkan perspektif Health Belief Model.
Isi Jurnal
Bahwa perilaku masyarakat terhadap sampah dipengaruhi oleh faktor psikologis dan lingkungan sosial. Penelitian ini menjelaskan bahwa seseorang akan melakukan perilaku sehat atau positif apabila merasa ada ancaman dan menyadari pentingnya tindakan tersebut, penelitian ini menggunakan konsep Health Belief Model. Dalam pengelolaan sampah, masyarakat akan lebih peduli apabila mereka merasa bahwa sampah dapat membahayakan kesehatan dan lingkungan sekitar.
Selain
faktor internal perilaku masyarakat juga dipengaruhi oleh faktor eksternal
yakni dorongan lingkungan sekitar, ajakan, dan contoh perilaku dari orang lain.
Banyaknya masyarakat yang merasa bahwa pengelolaan sampah merupakan hal yang
sulit dan merepotkan sehingga hal tersebut mempengaruhi kepedulian masyarakat terhadap
lingkungan rendah.
Metode Penelitian
Penelitian
ini menggunakan metode survei dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian
dilakukan terhadap 177 responden untuk mengetahui hubungan antara faktor
psikologis dengan perilaku pengelolaan sampah. Data dikumpulkan menggunakan
kuesioner dan dianalisis berdasarkan teori Health Belief Model.
Hasil Penelitian
Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa faktor yang mempengaruhi perilaku pengelolaan sampah, yaitu perceived susceptibility, cues to action, dan perceived barrier. Perceived susceptibility berarti seseorang merasa bahwa sampah dapat memberikan dampak buruk bagi dirinya. Cues to action adalah dorongan dari lingkungan untuk menjaga kebersihan. Sedangkan perceived barrier adalah hambatan yang dirasakan seseorang dalam mengelola sampah.
Semakin
tinggi kesadaran seseorang terhadap dampak sampah dan semakin banyak dukungan
dari lingkungan, maka perilaku peduli lingkungan juga semakin tinggi.
Sebaliknya, jika seseorang merasa banyak hambatan, maka kepeduliannya terhadap
lingkungan akan menurun.
Diskusi / Pembahasan
Menurut saya jurnal ini sangat menarik karena sesuai dengan kondisi masyarakat saat ini yang masih membuang sampah secara sembarangan tanpa memikirkan dampak terhadap lingkungan maupun kesehatan, kurangnya kesadaran juga akan menurunkan minat mat masyarakat untuk melakukan pengelolaan sampah karena merasa sangat merepotkan dibandingnkan harus membuang sampah secara instan.
Rendahnya
kesadaran dan kepedulian masyarakat perlu dibentuk secara perlahan melalui
edukasi, pembiasaan, maupun memberikan contoh nyata kepada masyarakat sehingga
masyarakat ikut terdorong untuk saling memberikan contoh positif serta perlunya
dukungan pemerintah setempat untuk memberikan fasilitas pengelolaan sampah
sehingga perilaku pro-lingkungan akan semakin berkembang di tengaah masyarakat.
Kesimpulan
Perilaku pengelolaan sampah dipengaruhi oleh tiga faktor yakni faktor psikologis, faktor kesadaran individu, dan faktor dukungan oleh lingkungan sekitar. Seseorang yang memiliki kesadaran tinggi terhadap dampak sampah, maka semakin tinggi juga perilaku pediuli lingkunganya.
Berkaitan
dengan hal tersebut, maka diperluukan edukasi dan pembiasaan agar masyarakat
memiliki perilaku pro-lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.






0 komentar:
Posting Komentar