Kegiatan Plogging Dan Pemanfaatan Sampah Melalui Bank Sampah
Sucianingsih M Rivai
24310410209
Kelas Psikologi Lingkungan - B
Tugas Essai 2
Dosen Pengampu : Dr. Arundati Shinta, M.A.
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta
Saya melakukan kegiatan plogging selama dua kali, masing-masing selama satu jam, di dua tempat yang berbeda. Kegiatan plogging merupakan aktivitas memungut sampah sambil berjalan kaki atau berolahraga ringan. Saya memilih melakukan kegiatan ini karena masih banyak sampah plastik, terutama botol minuman, yang dibuang sembarangan di sekitar jalan dan halaman rumah warga.
Lokasi pertama berada di lingkungan dekat rumah warga, ada di antara rumput dan semak-semak. Di tempat tersebut saya menemukan beberapa botol plastik bekas minuman yang terselip di antara rumput dan semak-semak. Sampah seperti ini sering kali tidak terlihat dari kejauhan sehingga dibiarkan menumpuk dan dapat merusak pemandangan lingkungan. Selama satu jam di lokasi pertama, saya berhasil mengumpulkan beberapa botol plastik yang masih dapat didaur ulang.
Setelah itu, saya melanjutkan plogging di lokasi kedua, yaitu di gang pemukiman. Di sepanjang selokan dan pinggir jalan masih terdapat botol plastik yang dibuang sembarangan. Saya memungut satu per satu botol tersebut dan memasukannya ke dalam wadah yang saya bawa. Kegiatan ini membuat saya menyadari bahwa kebiasaan membuang sampah sembarangan masih sering terjadi, padahal tempat sampah sebenarnya tersedia di beberapa titik.
Dari dua lokasi tersebut, saya memperoleh total 10 botol minuman plastik. Botol-botol tersebut kemudian saya jual ke bank sampah. Dari hasil penjualan, saya mendapatkan uang sebesar Rp 15.000, walaupun jumlahnya tidak terlalu besar, saya merasa senang karena sampah yang semula mencemari lingkungan dapat memiliki nilai ekonomi setelah dipilah dan didaur ulang.
Kegiatan plogging ini memberikan manfaat yang cukup besar bagi saya. Selain membantu membersihkan lingkungan, saya juga belajar tentang pentingnya memilah sampah dan memanfaatkan kembali barang yang masih bisa didaur ulang. Dalam psikologi lingkungan, perilaku seperti ini termasuk pro-lingkungan, yaitu tindakan yang dilakukan untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Pengalaman ini membuat saya lebih peduli terhadap kebersihan sekitar dan ingin mengajak orang lain untuk tidak membuang sampah sembarangan serta memanfaatkan bank sampah sebagai salah satu solusi pengelolaan sampah di lingkungan masyarakat.








0 komentar:
Posting Komentar