Jumat, 17 Juli 2026

ESSAY-6 EKSPERIMEN SAMPAH ORGANIK


 FARREL EZA SANDIVA 

NIM: 24310410241

PSIKOLOGI LINGKUNGAN (B)

Dosen Pengampu : Dr. Arundati Shinta M.A.

UNIVERSITAS PROKLAMASI 45 YOGYAKARTA


Eksperimen Sampah Organik

Pada hari Minggu tanggal 17 Mei 2026 pukul 09.00  hingga 11.00 WIB, saya bersama rekan mahasiswa berkunjung ke rumah Ibu Arundati Sinta selaku dosen yang mengampu mata kuliah psikologi lingkungan. Disana, kami belajar cara untuk mengolah sampah organik menjadi sesuatu yang bermanfaat seperti kompos, sabun cair, dan eco enzym. Untuk mendukung kegiatan pembelajaran tersebut, setiap mahasiswa diminta untuk membawa satu makanan berbungkus daun pisang dan satu makanan berbungkus plastik. Ketika sampai di rumah dosen, kami harus menghabiskan makanan yang kami bawa sebagai bentuk tanggung jawab sebagai mahasiswa psikologi dan langkah awal dalam menjaga lingkungan.

Hingga saat ini, sampah masih menjadi salah satu permasalahan lingkungan yang seringkali dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Sebagian besar dari masyarakat masih menganggap sampah sebagai benda yang sudah tidak memiliki nilai sehingga hanya dibuang begitu. Padahal, dengan pengelolaan dengan benar, banyak jenis sampah dapat diolah kembali menjadi produk yang bermanfaat dan memiliki nilai guna hingga nilai jual. Maka dari itu, pada kegiatan kunjungan dosen kali ini, saya belajar bagaimana cara pengolahan sampah yang baik hingga dapat diolah menjadi kompos, sabun cair, dan eco enzyme.

Dari rumah setiap mahasiswa diwajibkan membawa makanan yang berbungkus, saya membawa kacang dengan bungkus plastik dan membawa lemper berbungkus daun, diawali dengan menghabiskan makanan yang telah dibawa setiap mahasiswa sambil dosen memberikan penjelasan mengenai jenis-jenis sampah serta cara pengolahannya. Setelahnya, bungkus makanan dipilah secara terpisah antara bungkus daun pisang dan bungkus plastik. Dosen menjelaskan bahwa sampah dibagi menjadi beberapa macam. Ada sampah anorganik seperti plastik yang akan dicuci bersih dan dipilah kembali untuk disetorkan kepada bank sampah. Selain itu, ada juga sampah organik, seperti daun kering, sisa sayuran, dan kulit buah, dapat dimanfaatkan menjadi kompos maupun eco enzyme.  Selain dari sampah sampah tersebut, ternyata minyak jelantah yang biasanya dibuang setelah digunakan memasak ternyata masih dapat diolah menjadi sabun cair yang bermanfaat untuk keperluan rumah tangga.

Dalam kegiatan tersebut, kami dibagi menjadi tiga kelompok. Kelompok pertama melakukan praktik pembuatan kompos dari sampah organik. Bahan yang digunakan antara lain daun kering, rumput, dan sisa sayuran yang dikumpulkan di sekitar rumah dosen. Bahan-bahan tersebut dipotong kecil agar lebih cepat terurai, kemudian dicampur dengan tanah, kapur tani, POC, molase, dedak, dan daun sirih di dalam wadah kompos. Setelah tercampur rata, kompos didiamkan hingga matang. Kami juga memanen kompos yang telah disimpan selama beberapa minggu.

Kelompok kedua membuat eco enzyme dengan bahan 90 gram gula merah, 270 gram kulit buah, dan 900 gram air (perbandingan 1:3:10). Gula merah direbus dengan sebagian air, lalu semua bahan dimasukkan ke dalam jerigen dan ditambahkan sisa air. Jerigen dihubungkan dengan botol berisi air menggunakan selang untuk mengeluarkan gas hasil fermentasi dan mencegah ledakan. Setelah difermentasi selama beberapa bulan, dihasilkan cairan eco enzyme yang dapat digunakan sebagai pembersih alami, pupuk cair, dan penghilang bau.

Kelompok ketiga membuat sabun eco enzyme. Bahan yang digunakan meliputi mess (metyl etyl sulfonat), garam industri, EDTA, Aminon, gliserin, pewarna, dan air. Semua bahan dicampur, kemudian didiamkan semalaman. Setelah dingin, ditambahkan eco enzyme hasil fermentasi kedua yang telah disaring serta aroma jeruk. Selanjutnya sabun dikemas ke dalam botol-botol kecil.

Kunjungan ke rumah dosen untuk belajar pengolahan sampah organik memberikan pengalaman yang bermanfaat. Saya tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga terlibat langsung dalam proses pengolahan sampah. Kegiatan ini menambah pengetahuan sekaligus meningkatkan kesadaran tentang pentingnya memanfaatkan limbah rumah tangga agar tidak langsung dibuang ke TPA. Produk yang dihasilkan, seperti kompos, eco enzyme, dan sabun cair, dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari serta membantu mengurangi pencemaran lingkungan. Kegiatan sederhana ini menunjukkan bahwa pengelolaan sampah yang baik dapat memberikan manfaat besar bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat.

0 komentar:

Posting Komentar