Jumat, 17 Juli 2026

Essai 5 : Eksperimen Anorganik di Rumah

 Kegiatan Daur Ulang Piring Kaca Menjadi Hiasan Dinding 

Sucianingsih M Rivai 

24310410209

Kelas Psikologi Lingkungan - B 

Tugas Essai 5 

Dosen Pengampu : Dr. Arundati Shinta, M.A. 


Pada tanggal 17 Juli 2026, saya membuat sebuah kerajinan tangan dengan memanfaatkan barang bekas yang ada di rumah. Kerajinan yang saya buat berupa hiasan dinding dari piring kaca yang sudah rusak dan kain batik bekas. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan nilai guna baru pada barang yang sudah tidak terpakai sehingga tidak langsung menjadi sampah. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi salah satu bentuk penerapan konsep reuse dalam menjaga kelestarian lingkungan. Melalui kegiatan sederhana ini, saya menyadari bahwa barang bekas masih dapat dimanfaatkan kembali apabila diolah dengan kreativitas dan ketelitian. 


Sebelum memulai proses pembuatan, saya menyiapkan beberapa alat dan bahan, yaitu Piring kaca yang sudah pecah di bagian pinggirnya, kain batik bermotif biru, lem tembak, dan stik lem. Langkah pertama yang saya lakukan adalah membentangkan kain batik di atas meja, kemudian meletakkan piring di atas kain sebagai pola. Setelah itu, saya menggunting kain mengikuti bentuk piring dengan memberikan sedikit sisa pada bagian tepinya agar lebih mudah direkatkan. Selanjutnya, kain ditempelkan menggunakan lem tembak pada bagian belakang piring secara perlahan hingga seluruh permukaannya tertutup dengan rapi. Setelah semua bagian menempel dengan baik, saya merapikan sisa kain di bagian tepi sehingga hasil akhirnya terlihat lebih bersih dan menarik. 


Selama proses pembuatan, saya harus berhati-hati karena piring yang saya digunakan terbuat dari kaca dan memiliki bagian yang sudah rusak, Oleh karena itu, saya memastikan tidak menyentuh bagian yang tajam agar terhindar dari cedera. Selain itu, penggunaan lem tembak juga memerlukan ketelitian karena lem yang masih panas dapat menyebabkan tangan terkena panas apabila tidak digunakan dengan hati-hati. Meskipun prosesnya cukup sederhana, saya merasa kegiatan ini melatih kesadaran, kelitian, serta kemampuan saya dalam membuat kerajinan tangan. 

Hasil akhir dari kegiatan ini cukup memuaskan. Piring kaca yang awalnya terlihat rusak dan tidak layak pakai berubah menjadi hiasan dinding yang memiliki tampilan lebih menarik karena dipadukan dengan motif batik. Saya juga merasa bangga karena dapat menghasilkan karya yang bermanfaat tanpa harus membeli bahan baruu. Hal ini menunjukkan bahwa barang bekas tidak selalu menjadi limbah, tetapi masih dapat dimanfaatkan menjadi produk yang memiliki nilai estetika bahkan nilai ekonomi apabila dikembangkan dengan desain yang lebih kreatif. 


Dari kegiatan yang saya lakukan, saya memperoleh pengalaman yang sangat berharga. Saya belajar bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari hal-hal sederhana, seperti memanfaatkan kembali barang bekas menjadi sesuatu yang berguna. Kegiatan ini juga mengajarkan bahwa kreativitas memiliki peran penting dalam mengurangi limbah rumah tangga dan mendukung gaya hidup yang lebih ramah lingkungan. Saya berharap kebiasaan seperti ini dapat terus saya terapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga dapat memberikan manfaat, baik bagi diri sendiri maupun bagi lingkungan sekitar. 
















0 komentar:

Posting Komentar