FARREL EZA SANDIVA
NIM: 24310410241
PSIKOLOGI LINGKUNGAN (B)
Dosen Pengampu : Dr. Arundati Shinta M.A.
UNIVERSITAS PROKLAMASI 45 YOGYAKARTA
Menjadi nasabah bank sampah merupakan salah satu bentuk nyata perilaku peduli lingkungan yang dapat dilakukan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan ini, sampah yang masih memiliki nilai ekonomis tidak langsung dibuang begitu saja, melainkan dikumpulkan dan dimanfaatkan kembali. Jenis sampah seperti botol plastik, kertas, kardus, kaleng, dan kaca terlebih dahulu dipilah sesuai dengan kategorinya agar lebih mudah dalam proses pengelolaan. Setelah dipilah, sampah tersebut kemudian disetorkan ke bank sampah untuk ditimbang dan dicatat sebagai tabungan atas nama nasabah. Nilai ekonomi dari sampah yang disetorkan akan diakumulasikan sebagai saldo tabungan yang nantinya dapat dicairkan dalam bentuk uang tunai atau dimanfaatkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku pada masing-masing bank sampah. Selain memberikan manfaat ekonomi, kegiatan ini juga berkontribusi dalam mengurangi jumlah sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan.
Melalui tugas mata kuliah Psikologi Lingkungan ini, saya menjadi tertarik untuk mencoba menabung di bank sampah karena juga di wilayah Bantul Kota ini tempat saya tinggal. saya menemukan beberapa bank sampah jadi minim hambatan bagi saya tempatnya juga tudak jauh dari tempat tinggal saya yang berlokasi di Babadan, Kapanewon Bantul, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Maps lokasi : https://maps.app.goo.gl/JvMYeVquQRjwC2FS9?g_st=ac
Saya datang dengan 2 rekan saya yang sama kuliah dengan saya dan jurusan yang sama. Sehingga kami datangnya dengan bersamaan, membawa sampah masing masing dari rumah.
Berawal dari kami memilah sampah yang saya bagi di beberapa wadah plastik bekas. Kemudian kami menuju ke bank sampah bersamaan dan menyerahkan ke tempat tersebut, kami datang dan barang bawaan kami di cek selanjutnya di timbang. Barang bawaan saya di timbang dengan jumlah timbangan 3 Kg. Kemudian masing masing kami di tanyakan nama dan di buatkan ID kard untuk mendata setiap sampah yang masuk agar diberikan uang.
Rasanya semangat untuk menabung sampah lagi karena saya mendapatkan uang. Menjadi nasabah bank sampah juga menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan, meningkatkan kepedulian masyarakat, serta mendorong terciptanya lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Oleh karena itu, menjadi nasabah bank sampah merupakan salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan oleh setiap individu untuk berkontribusi dalam mengatasi permasalahan sampah. Kegiatan ini tidak hanya membantu mengurangi timbunan sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir, tetapi juga mendukung penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, keberadaan bank sampah juga dapat mendorong masyarakat untuk melihat sampah sebagai sumber daya yang masih memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.
Secara keseluruhan, pengalaman menjadi nasabah bank sampah memberikan banyak manfaat, baik dari segi ekonomi, sosial, maupun lingkungan. Kegiatan ini membangun kesadaran bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau pihak tertentu, melainkan tanggung jawab bersama yang dapat dimulai dari tindakan kecil di lingkungan sekitar. Pengalaman tersebut memotivasi saya untuk terus menabung sampah secara rutin, menerapkan perilaku hidup bersih dan ramah lingkungan, serta mengajak keluarga, teman, dan masyarakat sekitar untuk ikut berpartisipasi dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan demi terciptanya lingkungan yang sehat, nyaman, dan berkelanjutan bagi generasi sekarang maupun generasi yang akan datang.










0 komentar:
Posting Komentar