Pengelolaan
Sampah dengan Bank Sampah
Syarat
Mengikuti Ujian Akhir Semester 3 Psikologi Manajemen dan Organisasi
Dosen Pengampu : Dr. Arundati Shinta, M. A
Oleh :
Sofi Anggraini (20310410065)
Psikologi A
Fakultas Psikologi Universitas
Proklamasi 45 Yogyakarta
Tentang pengelolaan sampah menurut
UUD RI Nomor 18 Tahun 2008 sampah adalah sisa kegiatan manusia atau proses alam
yang berbentuk padat yang dihasilkan dari aktivitas manusia dalam sehari-hari. Pertambahan penduduk, perubahan pola konsumsi,
dan gaya hidup masyarakat telah meningkatkan jumlah sampah yang dihasilkan,
jenis dan keragaman karakteristik sampah (Oktaviani, Andri, Yosephine, Tri
Widianto & Lukman, 2021). Padahal, sampah bukanlah benda yang tidak berguna,
dengan ilmu dan pengetahuan sampah dapat diubah menjadi barang yang bermanfaat
dengan sistem reduksi, penggunaan kembali, dan daur ulang (Yuliarso, M
Zulkarnain & Diah, 2018). Di negara berkembang, pertumbuhan penduduk tidak
terkendali dan ada kecenderungan meningkat di daerah perkotaan. Jika pengelolaan
sampah tidak dilakukan dengan baik dan benar akan berdampak negatif terhadap
lingkungan dan kesehatan manusia. Pengelolaan sampah merupakan kegiatan yang
sistematis, menyeluruh, dan berkelanjutan yang meliputi pengurangan dan
pengolahan sampah. Pengelolaan sampah perlu dilaksanakan agar membawa manfaat
ekonomi, sehat bagi masyarakat, aman bagi lingkungan dan dapat mengubah
perilaku masyarakat (Sulistiorini)
Salah satu cara pengelolaan sampah
dengan bank sampah. Bank sampah yaitu kegiatan yang mengajarkan masyarakat
untuk memilah sampah dan mampu menggerakkan kesadaran masyarakat mengenai
sampah (Muntazah & I Theresia, 2015). Pengelolaan program bank sampah
adalah pemanfaatan menggunakan sumber daya yang tersedia untuk mencapai tujuan
dalam wadah atau lokasi dimana disediakan layanan menabung sampah oleh nasabah
dan teller bank sampah yang melibatkan masyarakat sekitar. Dimensi pengelolaan
bank dari program bank sampah mnurut fungsi manajemen yang dirumuskan oleh
George R Terry dalam (Muntazah & I Theresia, 2015) ada 4 yaitu,
perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian.
Adanya bank sampah memberikan manfaat yaitu lingkungan lebih bersih dan sehat, menginformasikan masyarakat tentang pentingnya kebersihan dan mengubah sampah menjadi barang ekonomi, menyadarkan masyarakat dan mengurangi kebiasaan membuang sampah sembarangan, menambah pendapatan masyarakat karena mendapat imbalan berupa uang yang ditarik dari rekening yang dimilikinya pada saat menukarkan sampah. Orang dapat menarik uang dari tabungan mereka kapan saja ketika tabungan mereka telah terkumpul banyak. Imbalan yang diberikan kepada penabung tidak hanya berupa uang, tetapi ada pula yang berupa sembako seperti gula, sabun, minyak dan beras. (Admin Dinas Lingkungan Hidup, 2020).
Daftar Pustaka
Dinas
Lingkungan Hidup. (2020). Apa Itu Bank Sampah!!!. Januari 29. Retrieved
on January 01, 2022 from : https://dlh.bulelengkab.go.id/informasi/detail/artikel/apa-itu-bank-sampah-26
Muntazah,
Shofiyatul & Indrawati Theresia. (2015). Pengelolaan Program Bank Sampah Sebagai
Upaya Pemberdayaan Masyarakat di Bank Sampah Bintang Mangrove Kelurahan Gunung Anyar Tambak Kecamatan Gunung Anyar
Surabaya.. J+ PLUS UNESA. 4(1), 1-13
Oktaviani,
Andri, Yosephine Angeline, Tri Widianto & Lukman Ahmad Imron Pahlawi.
(2021). Pendampingan Peningkatan Ekonomi Masyarakat Jatirejo, Girimarto
Wonogiri Dengan Pengelolaan Bank Sampah. Wasana Nyata: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat.
5(2), 62-65
Sulistiorini,
Idawati Nita. Pengelolaan Sampah Rumah Tangga. November 5. Retrieved on
January 01, 2022 from : https://www.dlhk.jogjaprov.go.id/pengelolaan-sampah-rumah-tangga
Yuliarso,
M. Zulkarnain & Diah Ajeng Purwani. (2018). Perubahan Sosial Masyarakat
Melalui Gerakan Bank Sampah: Studi pada Bank Sampah Gemah Ripah: Kajian di Desa
Badegan Kabupaten Bantul Yogyakarta. Jurnal Agrisep. 17(2), 207-218
0 komentar:
Posting Komentar