Pengolahan Sampah Plastik dengan Metode Pirolisis menjadi Bahan Bakar Minyak
Sucianingsih M Rivai
24310410209
Kelas Psikologi Lingkungan - B
Tugas Essai : 1
Dosen Pengampu : Dr. Arundati Shinta M.A.
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45
Yogyakarta
Topik
Jurnal ini membahas tentang pemanfaatan sampah plastik menjadi bahan bakar minyak menggunakan metode pirolisis. Penelitian difokuskan pada bagaimana limbah plastik yang selama ini menjadi masalah lingkungan dapat diolah kembali menjadi sumber energi alternatif yang memiliki nilai ekonomi. Topik ini dipilih karena jumlah sampah plastik terus meningkat setiap tahun, sementara plastik sangat sulit terurai secara alami sehingga dapat mencemari tanah, air, dan lingkungan sekitar dalam jangka waktu yang lama.
Sumber Jurnal
Jurnal yang digunakan berjudul "Pengolahan Sampah Plastik dengan Metode Pirolisis menjadi Bahan Bakar Minyak" oleh beberapa peneliti dari Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Bandung, yaitu : Endang K, Mukhtar G, Abed Nego, F.X. Angga Sugiyana, diterbitkan dalam acara Prosiding Seminar Nasional Teknik Kimia "Kejuangan" yang diselenggarakan di Yogyakarta pada 17 Maret 2016.
Permasalahan
Permasalahan utama yang dibahas dalam jurnal ini adalah meningkatnya jumlah sampah plastik yang sulit diuraikan oleh alam dan semakin menumpuk di lingkungan. Sampah plastik yang dibuang sembarangan dapat menyebabkan pencemaran tanah, sungai, hingga laut. Selain itu, penggunaan bahan bakar fosil yang terus meningkat menyebabkan persediaan energi semakin menepis. Oleh karena itu, peneliti mencoba mencari solusi yang dapat mengatasi dua masalah sekaligus, yaitu mengurangi limbah plastik dan menghasilkan energi alternatif dari sampah tersebut. Penelitian ini juga melihat bahwa sebagian besar masyarakat masih belum memanfaatkan limbah plastik secara optimal sehingga diperlukan teknologi yang dapat mengubah sampah menjadi sesuatu yang lebih berguna.
Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar minyak melalui metode pirolisis. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan mengetshui pengaruh suhu terhadap hasil minyak yang dihasilkan serta melihat kualitas minyak hasil pirolisis tersebut. Peneliti ingin membuktikan bahwa sampah plastik sebenarnya masih memiliki potensi untuk dimanfaatkan kembali sebagai sumber energi alternatif yang dapat membantu mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus memberikan manfaat ekonomi.
Isi
Isi jurnal menjelaskan proses pengolahan sampah plastik menggunakan metode pirolisis. Penelitian diawali dengan pengumpulan sampah plastik seperti jenis Polypropylene (PP) dan Low Density Polyethylene (LDPE). Plastik tersebut dibersihkan dan dipotong kecil-kecil agar lebih mudah diproses di dalam reaktor pirolisis. Setelah itu, plastik dimasukkan ke dalam alat pirolisis dan dipanaskan pada suhu tinggi tanpa adanya oksigen. Pada kondisi tersebut, plastik akan meleleh dan terurai menjadi uap hidrokarbon. Uap yang dihasilkan kemudian dialirkan menuju kondensor untuk didinginkan sehingga berubah menjadi cairan berupa minyak.
Jurnal ini juga menjelaskan bahwa suhu pemanasan sangat memengaruhi jumlah dan kualitas minyak yang dihasilkan. Semakin tinggi suhu pemanasan, proses penguraian plastik menjadi minyak berlangsung lebih cepat dan hasil minyak yang diperoleh juga semakin banyak. Minyak hasil pirolisis memiliki karakteristik yang mendekati bahan bakar minyak sehingga berpotensi digunakan sebagai sumber energi alternatif.
Metode
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Peneliti melakukan percobaan secara langsung dengan menggunakan alat pirolisis untuk mengolah sampah plastik menjadi minyak. Tahapan penelitian dimulai dari pengumpulan dan pembersihan plastik, kemudian plastik dipotong kecil dan dimasukkan ke dalam reaktor pirolisis. Plastik dipanaskan pada suhu tertentu tanpa oksigen hingga menghasilkan uap. Uap tersebut kemudian didinginkan menggunakan kondensor sehingga berubah menjadi cairan minyak. Setelah minyak diperoleh, peneliti melakukan pengamatan terhadap jumlah minyak yang dihasilkan dan kualitasnya berdasarkan suhu pemanasan dan jenis plastik yang digunakan.
Hasil
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampah plastik dapat diolah menjadi bahan bakar minyak melalui proses pirolisis. Jenis plastik dan suhu pemanasan sangat memengaruhi jumlah minyak yang dihasilkan. Plastik jenis PP dan LDPE mengahasilkan minyak yang cukup baik dibandingkan jenis plastik lainnya. Selain itu, semakin tinggi suhu yang digunakan, semakin cepat proses penguraian plastik terjadi dan semakin besar jumlah minyak yang diperoleh. Minyak hasil pirolisis memiliki nilai kalor yang cukup tinggi sehingga berpotensi digunakan sebagai bahan bakar alternatif untuk kebutuhan tertentu. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa metode pirolisis mampu mengurangi volume sampah plastik secara signifikan sehingga dapat membantu mengurangi pencemaran lingkungan.
Diskusi/Pembahasan
Dalam pembahasannya, jurnal menjelaskan bahwa plastik pada dasarnya berasal dari minyak bumi sehingga masih memiliki kandungan hidrokarbon yang dapat diubah kembali menjadi bahan bakar. Teknologi pirolisis dinilai cukup efektif karena dapat memanfaatkan limbah plastik yang sulit terurai menjadi produk yang memiliki nilai guna. Peneliti juga menjelaskan bahwa proses pirolisis memerlukan suhu tinggi dan alat khusus agar proses penguraian plastik berjalan dengan baik. Selain itu, pengendalian suhu sangat penting karena memengaruhi kualitas minyak yang dihasilkan. Walaupun metode ini memilki potensi besar, masih terdapat beberapa kendala seperti biaya alat yang cukup mahal, kebutuhan energi panas yang tinggi, serta kemungkinan munculnya emisi gas jika proses tidak dilakukan dengan benar. Namun secara keseluruhan, teknologi pirolisis dianggap sebagai salah satu solusi yang menjanjikan untuk mengatasi masalah sampah plastik sekaligus menghasilkan energi alternatif.
Kesimpulan
Kesimpulan dari jurnal ini adalah bahwa sampah plastik dapat dimanfaatkan menjadi bahan bakar minyak menggunakan metode pirolisis. Proses pirolisis terbukti mampu mengurangi jumlah limbah plastik sekaligus menghasilkan minyak yang memiliki potensi sebagai sumber energi alternatif. Jenis plastik dan suhu pemanasan sangat memengaruhi hasil minyak yang diperoleh. Penelitian ini menunjukkan bahwa teknologi pirolisis memiliki pekuang besar untuk dikembangkan sebagai solusi pengelolaan sampah plastik di masa depan karena tidak hanya membantu mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi melalui produksi bahan bakar alternatif.







0 komentar:
Posting Komentar