Kegiatan
Pelayanan Masyarakat Melalui Program Sedekah Sampah dan Rewang di Acara Pendhak
II di Lingkungan Tegal Krapyak
Pingkan
Winahyuningtyas
24310410234
Kelas
Psikologi Lingkungan – B
Tugas
Essai Prestasi (Epres)
Dosen
Pengampu : Dr. Arundati Shinta, M.A.
Fakultas
Psikologi Universitas Proklamasi 45
Yogyakarta
Kegiatan 1: Program Sedekah Sampah
Setiap Minggu sore, saya mengikuti kegiatan pelayanan masyarakat berupa pemilahan sedekah sampah di kampung saya sendiri di Tegal Krapyak, Yogyakarta. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan melalui pengelolaan sampah rumah tangga secara bersama-sama. Program sedekah sampah bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
Saya
mulai mengikuti kegiatan ini sejak April hingga Mei 2026. Selama periode
tersebut, saya telah mengikuti kegiatan sebanyak tiga kali, yaitu pada tanggal
19 April 2026, 26 April 2026, dan 3 Mei 2026. Dalam kegiatan tersebut, warga
mengumpulkan dan memilah sampah berdasarkan jenisnya, seperti plastik, botol,
kertas, logam, dan sampah lain yang masih memiliki nilai guna. Setelah dipilah,
sampah ditimbang sebelum dijual kepada pengepul.
Program
sedekah sampah di Tegal Krapyak telah berjalan kurang lebih selama empat bulan
dan diresmikan pada tanggal 18 April 2026. Kegiatan ini juga telah memiliki
Surat Keputusan (SK) sebagai dasar pelaksanaan agar dapat berjalan secara rutin
dan berkelanjutan. Hasil penjualan sampah dimasukkan ke dalam kas desa dan
dimanfaatkan untuk kegiatan sosial, pembangunan fasilitas umum, serta kebutuhan
masyarakat lainnya.
Dalam
kegiatan ini, peran saya adalah membantu memilah sampah sesuai jenisnya agar
lebih mudah didaur ulang dan memiliki nilai jual. Saya juga ikut menyumbangkan
sampah rumah tangga untuk mendukung keberlangsungan program tersebut. Dari
pengalaman ini, saya belajar bahwa pengelolaan sampah tidak dapat dilakukan
secara sembarangan. Sampah perlu dipilah agar tidak mencemari lingkungan dan
masih dapat dimanfaatkan kembali.
Program
sedekah sampah memberikan banyak manfaat, baik bagi lingkungan maupun
masyarakat. Lingkungan menjadi lebih bersih dan nyaman karena warga mulai
terbiasa membuang dan memilah sampah dengan benar. Selain itu, kegiatan ini
juga memberikan manfaat ekonomi melalui hasil penjualan sampah yang digunakan
untuk kepentingan bersama. Kegiatan tersebut turut mempererat hubungan sosial
antarwarga karena masyarakat dapat saling bekerja dan berkomunikasi secara
langsung. Hal ini juga menunjukkan bahwa budaya gotong royong dan sikap guyup
rukun masih terjaga dengan baik di lingkungan masyarakat.
Melalui
kegiatan ini, saya menyadari bahwa menjaga kebersihan lingkungan bukan hanya
tanggung jawab pemerintah, tetapi juga tanggung jawab seluruh masyarakat.
Partisipasi aktif warga menjadi faktor penting dalam keberhasilan program
sedekah sampah. Saya juga belajar mengenai pentingnya kerja sama, kepedulian
sosial, dan tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar.
Kegiatan
2 : Rewang di Acara Pendhak II Tetangga Non-Islam
Pada
hari Kamis, 14 Mei 2026, saya mengikuti kegiatan pelayanan masyarakat berupa
membantu rewang di rumah tetangga non-Islam yang sedang mengadakan acara
Pendhak II. Pendhak II merupakan tradisi selamatan dalam budaya Jawa untuk
memperingati dua tahun meninggalnya seseorang. Tradisi ini dilakukan sebagai
bentuk penghormatan kepada almarhum sekaligus sebagai sarana doa dan pengingat
bagi keluarga serta masyarakat untuk terus menjaga hubungan baik dan tali
persaudaraan.
Kegiatan
rewang dimulai sejak satu hari sebelum acara berlangsung. Bersama ibu-ibu dan
para pemudi di lingkungan sekitar, peran saya yaitu membantu mempersiapkan
berbagai kebutuhan acara, seperti memasang klip kardus untuk snack box. Pada
hari pelaksanaan, saya membantu menata meja sembahyang dengan lilin dan
rangkaian bunga, menyiapkan nasi kotak, serta ikut berbelanja kebutuhan acara
seperti bahan makanan, air mineral, dan perlengkapan konsumsi lainnya.
Seluruh
kegiatan dilakukan secara gotong royong sehingga tercipta suasana yang hangat
dan penuh kebersamaan. Dari kegiatan tersebut, saya belajar bahwa rewang bukan
hanya sekadar membantu pekerjaan saat ada acara, tetapi juga menjadi bentuk
nyata pelayanan masyarakat dan kepedulian terhadap sesama.
Pengalaman
mengikuti rewang di acara tetangga non-Islam memberikan pelajaran penting
tentang toleransi beragama. Walaupun memiliki keyakinan yang berbeda,
masyarakat tetap dapat hidup berdampingan secara damai dan saling menghormati.
Semua warga bekerja sama demi kelancaran acara tanpa membedakan latar belakang
agama. Nilai guyup rukun sangat terasa karena setiap orang saling membantu
sesuai kemampuan masing-masing.
Kegiatan
ini membuat saya memahami bahwa toleransi tidak hanya diwujudkan melalui
ucapan, tetapi juga melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Keberagaman yang ada di masyarakat justru menjadi kekuatan untuk membangun
hubungan sosial yang harmonis, damai, dan penuh kepedulian.
Kesimpulan
Kegiatan
pelayanan masyarakat melalui program sedekah sampah dan rewang di acara Pendhak
II memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi saya. Kedua kegiatan
tersebut mengajarkan pentingnya kepedulian sosial, kerja sama, gotong royong,
serta tanggung jawab terhadap lingkungan dan sesama. Program sedekah sampah
membantu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan
sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi desa. Sementara itu, kegiatan rewang
mengajarkan nilai toleransi beragama, empati, dan sikap saling membantu tanpa
memandang perbedaan keyakinan.
Melalui kegiatan pelayanan masyarakat ini, saya belajar bahwa kehidupan bermasyarakat akan berjalan dengan baik apabila setiap individu memiliki rasa peduli, tanggung jawab, dan semangat kebersamaan. Budaya gotong royong dan guyup rukun menjadi kekuatan penting dalam menciptakan lingkungan yang harmonis, bersih, nyaman, dan damai.








0 komentar:
Posting Komentar