Senin, 11 Mei 2026

Essai Prestasi (Epres)

 

Kegiatan Pelayanan Masyarakat Melalui Program Sedekah Sampah dan Rewang di Acara Pendhak II di Lingkungan Tegal Krapyak


Pingkan Winahyuningtyas

24310410234

Kelas Psikologi Lingkungan – B

Tugas Essai Prestasi (Epres)

Dosen Pengampu : Dr. Arundati Shinta, M.A.

Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45

Yogyakarta 

Kegiatan 1: Program Sedekah Sampah








Setiap Minggu sore, saya mengikuti kegiatan pelayanan masyarakat berupa pemilahan sedekah sampah di kampung saya sendiri di Tegal Krapyak, Yogyakarta. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan melalui pengelolaan sampah rumah tangga secara bersama-sama. Program sedekah sampah bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

Saya mulai mengikuti kegiatan ini sejak April hingga Mei 2026. Selama periode tersebut, saya telah mengikuti kegiatan sebanyak tiga kali, yaitu pada tanggal 19 April 2026, 26 April 2026, dan 3 Mei 2026. Dalam kegiatan tersebut, warga mengumpulkan dan memilah sampah berdasarkan jenisnya, seperti plastik, botol, kertas, logam, dan sampah lain yang masih memiliki nilai guna. Setelah dipilah, sampah ditimbang sebelum dijual kepada pengepul.

Program sedekah sampah di Tegal Krapyak telah berjalan kurang lebih selama empat bulan dan diresmikan pada tanggal 18 April 2026. Kegiatan ini juga telah memiliki Surat Keputusan (SK) sebagai dasar pelaksanaan agar dapat berjalan secara rutin dan berkelanjutan. Hasil penjualan sampah dimasukkan ke dalam kas desa dan dimanfaatkan untuk kegiatan sosial, pembangunan fasilitas umum, serta kebutuhan masyarakat lainnya.

Dalam kegiatan ini, peran saya adalah membantu memilah sampah sesuai jenisnya agar lebih mudah didaur ulang dan memiliki nilai jual. Saya juga ikut menyumbangkan sampah rumah tangga untuk mendukung keberlangsungan program tersebut. Dari pengalaman ini, saya belajar bahwa pengelolaan sampah tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Sampah perlu dipilah agar tidak mencemari lingkungan dan masih dapat dimanfaatkan kembali.

Program sedekah sampah memberikan banyak manfaat, baik bagi lingkungan maupun masyarakat. Lingkungan menjadi lebih bersih dan nyaman karena warga mulai terbiasa membuang dan memilah sampah dengan benar. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan manfaat ekonomi melalui hasil penjualan sampah yang digunakan untuk kepentingan bersama. Kegiatan tersebut turut mempererat hubungan sosial antarwarga karena masyarakat dapat saling bekerja dan berkomunikasi secara langsung. Hal ini juga menunjukkan bahwa budaya gotong royong dan sikap guyup rukun masih terjaga dengan baik di lingkungan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, saya menyadari bahwa menjaga kebersihan lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga tanggung jawab seluruh masyarakat. Partisipasi aktif warga menjadi faktor penting dalam keberhasilan program sedekah sampah. Saya juga belajar mengenai pentingnya kerja sama, kepedulian sosial, dan tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar.

Kegiatan 2 : Rewang di Acara Pendhak II Tetangga Non-Islam








Pada hari Kamis, 14 Mei 2026, saya mengikuti kegiatan pelayanan masyarakat berupa membantu rewang di rumah tetangga non-Islam yang sedang mengadakan acara Pendhak II. Pendhak II merupakan tradisi selamatan dalam budaya Jawa untuk memperingati dua tahun meninggalnya seseorang. Tradisi ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada almarhum sekaligus sebagai sarana doa dan pengingat bagi keluarga serta masyarakat untuk terus menjaga hubungan baik dan tali persaudaraan.

Kegiatan rewang dimulai sejak satu hari sebelum acara berlangsung. Bersama ibu-ibu dan para pemudi di lingkungan sekitar, peran saya yaitu membantu mempersiapkan berbagai kebutuhan acara, seperti memasang klip kardus untuk snack box. Pada hari pelaksanaan, saya membantu menata meja sembahyang dengan lilin dan rangkaian bunga, menyiapkan nasi kotak, serta ikut berbelanja kebutuhan acara seperti bahan makanan, air mineral, dan perlengkapan konsumsi lainnya.

Seluruh kegiatan dilakukan secara gotong royong sehingga tercipta suasana yang hangat dan penuh kebersamaan. Dari kegiatan tersebut, saya belajar bahwa rewang bukan hanya sekadar membantu pekerjaan saat ada acara, tetapi juga menjadi bentuk nyata pelayanan masyarakat dan kepedulian terhadap sesama.

Pengalaman mengikuti rewang di acara tetangga non-Islam memberikan pelajaran penting tentang toleransi beragama. Walaupun memiliki keyakinan yang berbeda, masyarakat tetap dapat hidup berdampingan secara damai dan saling menghormati. Semua warga bekerja sama demi kelancaran acara tanpa membedakan latar belakang agama. Nilai guyup rukun sangat terasa karena setiap orang saling membantu sesuai kemampuan masing-masing.

Kegiatan ini membuat saya memahami bahwa toleransi tidak hanya diwujudkan melalui ucapan, tetapi juga melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Keberagaman yang ada di masyarakat justru menjadi kekuatan untuk membangun hubungan sosial yang harmonis, damai, dan penuh kepedulian.

Kesimpulan

Kegiatan pelayanan masyarakat melalui program sedekah sampah dan rewang di acara Pendhak II memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi saya. Kedua kegiatan tersebut mengajarkan pentingnya kepedulian sosial, kerja sama, gotong royong, serta tanggung jawab terhadap lingkungan dan sesama. Program sedekah sampah membantu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi desa. Sementara itu, kegiatan rewang mengajarkan nilai toleransi beragama, empati, dan sikap saling membantu tanpa memandang perbedaan keyakinan.

Melalui kegiatan pelayanan masyarakat ini, saya belajar bahwa kehidupan bermasyarakat akan berjalan dengan baik apabila setiap individu memiliki rasa peduli, tanggung jawab, dan semangat kebersamaan. Budaya gotong royong dan guyup rukun menjadi kekuatan penting dalam menciptakan lingkungan yang harmonis, bersih, nyaman, dan damai.

0 komentar:

Posting Komentar