Sabtu, 16 Mei 2026

ESAI 3: BEFORE AFTER

Before-After: Langkah Kecil Menjaga Kebersihan Tempat Publik

Yufika Dwi Rezeki

25310440003

Kelas Psikologi Lingkungan – B

Dosen Pengampu: Dr. Arundati Shinta M.A.

Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45

Yogyakarta

PENDAHULUAN

Kegiatan before-after ini saya lakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan tempat publik. Tujuannya bukan hanya untuk membersihkan lingkungan, tetapi juga untuk menunjukkan bahwa tindakan kecil dapat menjadi contoh nyata bagi masyarakat. Dalam kegiatan ini, saya memilih dua lokasi berbeda, yaitu kawasan Makam Ratu Cempa dan Nyai Ageng Serang serta Pantai Baru. Kedua lokasi ini memiliki karakter lingkungan yang berbeda, sehingga jenis sampah yang ditemukan juga tidak sama.

Kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa tempat publik adalah ruang yang digunakan bersama. Oleh karena itu, kebersihannya bukan hanya menjadi tanggung jawab pengelola, tetapi juga tanggung jawab setiap orang yang menggunakannya. Dengan menjaga kebersihan tempat publik, lingkungan dapat menjadi lebih nyaman, sehat, dan tetap berfungsi dengan baik.

PELAKSANAAN BEFORE-AFTER

  • Before-After Tempat Publik 1
Kawasan Makam Ratu Cempa dan Nyai Ageng Serang

Lokasi: Candikarang, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta

Hari/Tanggal: Sabtu, 2 Mei 2026

Pukul: 14.18–15.44 WIB

Proses

Before-After

Kawasan Makam Ratu Cempa dan Nyai Ageng Serang merupakan salah satu tempat publik yang memiliki nilai sejarah dan budaya. Saat datang ke lokasi, saya melihat terdapat cukup banyak daun kering yang berserakan di halaman. Sampah yang saya temukan di lokasi ini berupa sampah organik, yaitu daun-daun kering.

Sebelum membersihkan, saya menentukan terlebih dahulu sampah yang akan dikumpulkan. Saya kemudian menyapu daun-daun kering tersebut dan mengumpulkannya menjadi satu agar halaman terlihat lebih rapi. Setelah terkumpul, sampah daun diarahkan ke tempat pembuangan yang berkaitan dengan TPS Randu Alas. Setelah kegiatan selesai, area makam terlihat lebih bersih, rapi, dan nyaman untuk dikunjungi.

  • Before-After Tempat Publik 2

Pantai Baru

Lokasi: Ngentak, Poncosari, Srandakan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta

Hari/Tanggal: Minggu, 3 Mei 2026

Pukul: 16.30–18.00 WIB

Proses
Before-After

Pantai Baru merupakan salah satu tempat publik sekaligus tempat wisata yang sering dikunjungi masyarakat. Pada saat melakukan kegiatan, saya menemukan beberapa sampah yang berserakan di area pasir pantai. Berbeda dengan lokasi pertama, sampah yang saya temukan di Pantai Baru lebih banyak berupa sampah anorganik, terutama plastik.

Sampah tersebut berupa botol plastik, tutup botol, plastik bekas jajanan, plastik bekas snack, dan sedotan. Sebelum membersihkan, saya menentukan bahwa sampah plastik tersebut akan saya kumpulkan ke dalam kantong. Setelah terkumpul, sampah tersebut saya bawa pulang agar tidak tertinggal atau kembali mencemari area pantai. Setelah dibersihkan, area pantai terlihat lebih rapi dan nyaman dipandang.

PEMBAHASAN

Permasalahan sampah di tempat publik merupakan hal yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Sampah yang terlihat kecil tetap dapat mengganggu kenyamanan dan keindahan lingkungan jika dibiarkan. Pada kegiatan ini, saya melihat bahwa setiap tempat memiliki jenis sampah yang berbeda. Di kawasan makam, sampah yang ditemukan lebih banyak berupa daun kering. Sementara itu, di Pantai Baru, sampah yang ditemukan lebih banyak berupa plastik bekas konsumsi pengunjung.

Kegiatan before-after ini membuat saya menyadari bahwa menjaga kebersihan lingkungan dapat dimulai dari tindakan sederhana. Menyapu daun, mengambil sampah plastik, dan memastikan sampah tidak tertinggal di tempat publik merupakan bentuk tanggung jawab terhadap lingkungan. Tindakan kecil seperti ini dapat menjadi contoh nyata bagi orang lain untuk lebih peduli terhadap kebersihan.

KESIMPULAN DAN SARAN

Berdasarkan kegiatan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa menjaga kebersihan tempat publik bisa dimulai dari tindakan kecil dan sederhana. Kegiatan di kawasan Makam Ratu Cempa dan Nyai Ageng Serang serta Pantai Baru menunjukkan bahwa sampah, baik organik maupun anorganik, tetap perlu dikelola dengan baik agar tidak mengganggu kenyamanan lingkungan.

Saran saya, masyarakat sebagai pengguna tempat publik sebaiknya lebih sadar untuk membuang sampah pada tempatnya. Pengelola tempat publik juga perlu menyediakan fasilitas tempat sampah yang memadai dan mudah dijangkau. Dengan adanya kerja sama antara masyarakat dan pengelola, kebersihan tempat publik dapat lebih terjaga dan lingkungan menjadi lebih nyaman digunakan bersama.

0 komentar:

Posting Komentar