Bintar Tri Atmaji
25310430003
Kelas Psikologi Lingkungan – B
Tugas Essai 2
Dosen Pengampu : Dr. Arundati Shinta, M.A
Kegiatan Plogging ini saya lakukan pada hari Minggu, 17 Mei 2026 di daerah sekitar tempat tinggal saya Desa Adiraja, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap. Pada kegiatan plogging ini saya mengambil 2 lokasi tempat yang berbeda yaitu di sepanjang jalan raya jalur kabupaten dan di depan sekolah yang berada di jalur jalan raya provinsi. Saya mengambil dua tempat berbeda untuk mengetahui permasalahan yang ada. Pengalaman plogging ini baru pertama saya lakukan dan ini menjadi motivasi bagi saya sendiri setelah mengikuti perkuliahan psikologi lingkungan. Karena kegiatan semacam untuk memungut sampah, membersihkan sampah di lingkungan sekitar saya lakukan biasanya hanya pada saat kerja bakti di tingkat RT. Pada kegiatan plogging yang artinya menggabungkan olahraga lari santai (jogging) selanjutnya kita melihat sekitar lingkungan dengan memungut sampah yang berserakan di sepanjang jalur yang kita lewati. Rencana sampah yang terkumpul akan saya serahkan sukarela ke Bank Sampah yang ada di lingkungan RT saya, kebetulan bank sampah sudah tersedia.
Banyak sampah yang saya temui pada rute tempat pertama plogging saya di sepanjang jalur kabupaten dan saya sudah siap membawa tas kresek untuk mengambil sampah. Saya berfokus pada sampah plastik dan kaleng yang isinya seperti bekas cup gelas, botol air mineral, botol kaleng minuman. Pada rute ke dua, saya beralih ke lingkungan depan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang setiap hari pada saat istirahat sekolah dan pulang sekolah ramai orang berjualan. Banyak pedagang yang memakai bungkus dagangannya sekali buang, misal penjual pop ice, es teh, siomay, batagor dan lain sebagainya.
Durasi pada saat plogging yang saya lakukan sekitar 2 jam dengan menempuh jarak sekitar 3 kilometer, lalu sampah yang saya kumpulkan selanjutnya saya berikan ke pengurus bank sampah dan ditimbang dengan total kurang lebih 2,5 kilogram dengan berbagai jenis sampah plastik. Sebetulnya secara bisnis di bank sampah bisa mendapatkan nilai rupiah sekitar Rp.3.000,-. karena harga sampah plastik yang saya kumpulkan nilai jualnya Rp.1.200,-/kg tapi saya berikan secara sukarela.
Saya menganalisa permasalahan sampah pada saat plogging yang saya lakukan terutama di depan sekolah antara lain :
1. Penggunaan Kemasan Sekali Pakai : Mayoritas pedagang menggunakan kantong plastik, sedotan, sterofom, dan gelas plastik yang memicu penumpukan sampah anorganik sulit terurai.
2. 2. Minimnya Tempat Sampah: Kurangnya ketersediaan tempat sampah di sekitar area berjualan luar pagar sekolah membuat siswa dan pedagang kebingungan membuang sampah.
3. 3. Rendahnya Kesadaran Bersama: Kurangnya kepedulian dari beberapa oknum pedagang yang tidak membersihkan area lapaknya setelah selesai berjualan.
4. 4. Perilaku Konsumsi Siswa: Kebiasaan siswa membuang bungkus makanan atau minuman secara sembarangan di luar area sekolah selepas jam pulang sekolah.
Demikian resume kegiatan plogging ini saya lakukan semoga bisa menjadi rutinitas pada hari libur kerja saya, dan tentunya bisa membawa manfaat kesehatan serta berdampak baik pada lingkungan karena kegiatan plogging ini efektif menumbuhkan sikap dan perilaku peduli lingkungan sekaligus mengurangi sampah.






0 komentar:
Posting Komentar