Minggu, 17 Mei 2026

Psikologi Lingkungan – Essai 2: Melakukan Kegiatan Plogging

 

Plogging:

Olahraga, Olah Jiwa, Olah Sampah Demi Masa Depan

Dwi Ayu Fitrianingtyas

24310410225

Tugas Essai 2 (Melakukan Plogging)

Dosen Pengampu: Dr. Arundati Shinta, M.A.

Kelas Psikologi Lingkungan – B

Mei 2026

Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45

Yogyakarta

 

Di masa sekarang, banyak orang mulai sadar dengan kesehatannya dan mulai rutin melakukan olahraga. Di satu sisi, masih banyak ditemukan sampah berserakan di pinggir jalan. Plogging merupakan solusi sederhana yang tidak hanya bermanfaat untuk masalah kesehatan individu, namun juga membantu mengurangi masalah pencemaran lingkungan.

Plogging adalah aktivitas sederhana yang menggabungkan dua kegiatan dalam satu waktu, yaitu jogging atau lari santai dan memungut sampah yang ditemukan selama perjalanan. Kegiatan ini mulai dikenal di Indonesia sejak tahun 2018. Manfaat plogging antara lain untuk menyehatkan tubuh karena tubuh menjadi aktif bergerak, menenangkan pikiran karena dapat meningkatkan hormon kebahagiaan dan membangun kepedulian sosial, serta dapat menjaga lingkungan karena dapat mengurangi jumlah sampah di ruang publik.



Plogging pertama saya lakukan pada tanggal 25 April 2026, dimulai dari rumah saya di Desa Ngadirenggo, berjalan ke arah utara dengan jarak tempuh 5,6 km, pada pukul 09.00 sampai 10.20 WIB. Sampah yang dikumpulkan mayoritas plastik kemasan bekas makanan ringan dan beberapa botol plastik dengan berat sekitar 1 kg. Sedangkan plogging kedua saya lakukan pada tanggal 16 Mei 2026, dimulai dari rumah saya di Desa Ngadirenggo, berjalan ke arah selatan dengan jarak tempuh 6,4 km, dilaksanakan pada pukul 15.45 sampai 17.10 WIB. Sampah yang dikumpulkan juga mayoritas plastik kemasan bekas makanan ringan dan beberapa botol plastik dengan berat sekitar 1,5 kg. Namun yang cukup meresahkan adalah adanya sampah masker yang dibuang sembarangan, karena berpotensi menyebabkan masalah kesehatan lingkungan. Sampah yang terkumpul dari masing-masing kegiatan tersebut kemudian langsung dibuang di TPS Desa Ngadirenggo.

Permasalahan yang dihadapi sebelum kegiatan plogging ini yaitu sulitnya menentukan jadwal agar ada yang menemani saya melakukan plogging. Karena kegiatan ini sangat jarang dilakukan di daerah Trenggalek, jadi saya merasa sedikit kurang percaya diri jika harus melakukannya sendirian. Sedangkan permasalahan yang dihadapi selama melakukan kegiatan plogging ini adalah keterbatasan kantong yang bisa saya bawa, sehingga sampah yang saya temukan tidak dapat saya kumpulkan semua.

Harapan saya ke depan, semakin banyak orang yang peduli dengan lingkungan, serta semakin maraknya kegiatan-kegiatan positif seperti plogging ini. Melalui kegiatan ini, saya menyadari bahwa menjaga lingkungan tidak selalu dengan tindakan yang besar. Tindakan kecil seperti memungut sampah di jalan yang kita lewati juga dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan dan orang-orang di sekitar.

0 komentar:

Posting Komentar