BERBAGI REZEKI BUKAN DALAM HAL YANG DI PIKIR TIDAK BERGUNA
Sampah dapat diubah menjadi rezeki (cuan) dan berkah melalui pengelolaan yang tepat, seperti bank sampah, daur ulang menjadi kerajinan, atau kompos. Sampah organik dapat dikonversi menjadi energi biomassa, sementara anorganik seperti plastik dan kertas bernilai jual tinggi. Konsep ini mendukung ekonomi sirkular dan membuka peluang usaha. Mengubah sampah menjadi rezeki bukan lagi sekadar slogan, melainkan sebuah konsep ekonomi sirkularnyata yang mampu menghasilkan uang sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Plastik bekas makanan, minuman, maupun produk lainnya terkadang sering dibuang begitu saja oleh pemakainya. Plastik-plastik yang telah dibuang tersebut tak bisa diurai oleh organisme tanah yang akhirnya menjadi salah satu penyebab pencemaran lingkungan. Padahal, jika mau kreatif dan bersusah payah sedikit, palstik-plastik bekas tadi bisa menghasilkan pundi-pundi uang yang menguntungkan.
Jarang mendapatkan perhatian publik, nyatanya sampah bisa menjadi salah satu peluang bisnis yang menguntungkan. Bahkan mendengar istilah ‘sampah’ saja sudah membuat banyak orang enggan untuk membahasnya. Tapi siapa sangka, dari suatu barang sisa yang tidak digunakan lagi yang dianggap sampah itu, bisa mendatangkan cuan.
Di tempat saya tinggal, tempatnya di provinsi jambisebagian besar Bank Sampah itu tidak berfungsi dengan baik. Bank sampah di gunakan pada saat adackunjungan kerja atau kegiatan pemerintahan saja yang hanya untuk dokumentasi kelengkapan acara tersebut. Saya dsini mencoba berbagi sampah yang ada dirumahsaya dengan pemulung yang ada lewat di depan rumah saya. Biasanya saya mengumpulkan dan memisahkan sampah plastik, kardus atau pun barang pecah belah yang tidak layak lagi digunakan. Kemudian saya dengan suka rela memberikan kepada pemulung itu untuk mereka jual lagi di pengepul. M,ungkin sedikit membantu perekonomian mereka dari sampah yang tidak berguna bagi sebagian orang bisa berguna untuk pemulung yang memang merupakan sumber khidupanmereka.
Tahukah Sobat bahwa sampah yang dihasilkan banyak orang bisa didaur ulang untuk dibuat berbagai macam barang yang dapat dijual kembali untuk mendapatkan rupiah. Belajar dari Ovy Sabrina dan Novita Tan pendiri Rebrick Indonesia, perusahaan yang menawarkan solusi dengan cara mengubah kantong kresek dan kemasan shampoo menjadi paving block atau bahan bangunan lainnya
Sampah yang biasa saya berikan itu botol bekas air mineral, kotak kardus dari tisu, kardus botol air mineral atau pun kardus dari saya berbelanja sembako di supermarket. Ada sebagian supermarket di kota jambi, jika tidak membawa kantong belanja mereka memberikan secara gratis kardus untuk menjadi tempat kantung belanja. Jadi dr hal-hal kecil itulah saya lakukan biar bermanfaat bagi yang membutuhkan. Kantong makanan yang menggunakan kotak-kotak kecil ataupun snack jajanan anak-anak pun saya kumpulkan menjadi satu.
Kehidupan menjadi pemulung itu sangatlah berat, sebagian orang berpikir kalau sampai itu kotor, busuk,bau dan jijik tapi jika kita bisa mengelolah sampai dengan benar akan menghasilkan uang asal rajin dan tekun.Samph jika dilihat memang sangat tidak menarik dan memang harus diniatkan untuk mengelolanya.
Saya tertarik dengan sampah sejak mengikut mata kuliah Psikologi Lingkungan yang memberi pelajaran bagaimana padangan tentang sampah itu, banyak hal penting yang dapat kita lakukan dari sampah. Walau saya belum dapat melakukan hal yang besar, minimal saya bisa membantu hal kecil dengan berbagi sampah pemulung. Sampah rumah tangga jika dikelola dengan baik akan sangat bermanfaat. Sampah kering dan plastik bisa kita berikan kepada pemulung. Sedangkan sampah basah bisa dikelola menjadi pupuk kompos. Saya baru mulai mengerti bagaimana mengolah sampah agar bisa berguna. Selama ini saya hanya mengumpulkan sampah tanpa memisahkannya dan langsung dibuang ditempat pembuangan sampah tidak melakukan proses pemisahan, apa sampah itu sampah kering atau sampah basah. Pemanfaatan sampah ini
membuktikan bahwa dengan kreativitas dan pengelolaan yang benar, limbah dapat memberikan berkah dan tambahan penghasilan bagi masyarakat.
Keterengan
BERBAGI REZEKI BUKAN DALAM HAL YANG DI PIKIR TIDAK BERGUNA_Psikologi Lingkungan_Essaike 2_Flogging_ Arundati Shinta_ B _mei 2026_Lisa Sugiarty_24310410230
Tempat dilakukan flogging di rumah sendiri ( memisahkan sampah kering, plastik dan basah, 06.00-08.00) dan saya melakukan jogging di perkantoran Poltabes ( 16.00-18.00)








0 komentar:
Posting Komentar