MAT.KUL. : Psikologi Lingkungan Masyarakat
NAMA TUGAS : ESAI PRESTASI - BERPERAN SERTA DALAM KEGIATAN GOTONG ROYONG DI SEKOLAH
DOSEN PENGAMPU : Dr. ARUNDATI SHINTA M.A.
NAMA : AYOM PURWANINGSIH
PRODI : PSIKOLOGI ( KELAS B).
Universitas Proklamasi 45
GOTONG ROYONG SEBAGAI AKSI PRESTASI SEKOLAH DAN SOLIDARITAS PARA WALI MURID
PENDAHULUAN
Gotong royong adalah warisan budaya leluhur yang menjadi pilar utama integrasi sosial masyarakat Indonesia. Lebih dari sekadar tradisi kerja bakti, gotong royong merupakan bentuk nyata dari kolaborasi yang membawa prestasi. Melalui aksi saling membantu secara sukarela, sinergi ini mampu menciptakan perubahan luar biasa di berbagai bidang kehidupan.
Gotong royong merupakan motor penggerak utama dalam memajukan kualitas hidup bermasyarakat. Sebagai bagian dari komunitas atau paguyuban para wali murid di SDN SINDURJAN - Purworejo - Jawa Tengah, saya meyakini bahwa pencapaian terbesar bukanlah kesuksesan individu, melainkan kemampuan untuk merangkul dan bekerja sama demi mencapai tujuan bersama dan membuktikan bahwa sinergi sosial dapat membawa dampak yang luar biasa. Dengan ini saya dan Ibu Risa selaku wali kelas 2 (wali kelas anak saya) mempunyai ide mengajak seluruh anggota paguyuban wali murid SDN Sindurjan untuk melaksanakan gotong royong di lingkungan sekolah tersebut.
ISI
Prestasi bermakna luas dan tidak selalu berkaitan dengan kompetisi individu, melainkan bagaimana kita dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan. Salah satu pencapaian terbesar dalam hidup saya adalah ketika mengajak para wali murid untuk melaksanakan kegiatan gotong royong bersama. Tentu saja, menyatukan berbagai kepala dengan kesibukan masing-masing bukanlah hal yang mudah. Tantangan terbesar saya adalah bagaimana mengubah kebiasaan apatis menjadi kepedulian bersama. Untuk itu, saya memulai dari langkah kecil ini dan sangat berharap dapat menjadi perubahan besar dan berhasil membangun kesadaran kolektif.
Pada hari pelaksanaan tanggal 1 Mei 2026 yang lalu, Ibu Puji selaku Kepala Sekolah SDN Sindurjan dan saya mengkoordinasi para wali murid. Selama proses ini, saya belajar banyak mengenai kepemimpinan, komunikasi, dan pentingnya empati. Pekerjaan berat yang awalnya tampak mustahil diselesaikan, berhasil dirampungkan dalam waktu satu hari berkat semangat saling membantu. Kami bergotong royong mengecat pagar sekolahan, membuat pot bunga juga tempat sampah dari galon bekas air mineral dan mengganti tanaman lama dengan tanaman baru yang banyak berfokus pada tanaman herbal, dan menata ulang taman di sekolah tersebut.
Kegiatan yang saya koordinir tersebut terlihat semua sangat bersemangat. Para kaum laki-laki begitu antusias saat bekerja mengecat bagian pagar sekolah. Para kaum perempuan sangat bersemangat membuat dan mengecat pot dan tempat sampah dari galon bekas dan juga mengganti tanaman baru untuk ditata ulang agar taman baru di sekolah tersebut menjadi lebih rapi, bagus, indah, bersih dan tanaman herbalnya dapat bermanfaat untuk rempah masakan atau pengobatan. Para guru, wali kelas dan pegawai bergantian mendampingi wali murid. Suasana terasa semakin semarak dan akrab antara guru dan orangtua murid dalam bergotong-royong. Ibu Kepala Sekolah berharap keakraban dan kebersamaan antara guru dan orangtua siswa akan terus berlanjut dalam memajukan sekolah. Hasilnya, angka partisipasi belajar anak-anak juga pasti akan meningkat.
Prestasi dari kegiatan ini bukan sekadar fisik bangunan, melainkan tumbuhnya rasa kepemilikan bersama. Hal ini membuktikan bahwa batas kemampuan individu dapat dilampaui ketika kita bekerja sama. Semangat kebersamaan ini mempercepat penyelesaian masalah dan mempererat persaudaraan antar wali murid.
KESIMPULAN
Gotong royong adalah bentuk prestasi kolektif yang sesungguhnya. Budaya luhur ini mengajarkan kita bahwa pencapaian tertinggi suatu bangsa bukan hanya diukur dari kesuksesan perseorangan, tetapi dari kekuatan kita untuk saling bahu-membahu. Melestarikan gotong royong berarti mencetak prestasi berkelanjutan untuk kemajuan bersama.
Pengalaman bergotong royong ini menyadarkan saya bahwa gelar dan prestasi akademis tertinggi akan lebih bermakna jika memberikan dampak langsung kepada masyarakat. Gotong royong mengajarkan saya nilai kepemimpinan, empati, dan komunikasi. Prestasi sejati bagi saya adalah ketika kita mampu menjadi jembatan penghubung yang menggerakkan banyak orang untuk saling membantu dan memajukan lingkungan bersama-sama.






0 komentar:
Posting Komentar