Selasa, 02 November 2021

STRATEGI COPING STRESS MENGHADAPI TEKANAN DALAM DUNIA KERJA

STRATEGI COPING STRESS MENGHADAPI

TEKANAN DALAM DUNIA KERJA


 oleh :

Winne Herwina

(NIM : 20310410018)

Fakultas Psikologi 

Dosen Pengampu : Dr. Arundhati Shinta MA.

Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta


Di usia dewasa saat ini, mungkin banyak dari kita yang menghadapi lika-liku kehidupan. Banyaknya tantangan dan juga tekanan di usia dewasa memang membuat kehidupan kita menjadi terasa lebih sulit dan menegangkan. Dalam dunia kita yang sudah dewasa ini, pasti dengan banyaknya tekanan akan membuat kita merasakan stress. Stress merupakan sebuah bentuk ketegangan fisik dan psikologis ataupun mental seseorang yang mana akan memengaruhi dan juga bisa menghambat kegiatan seperti contoh menurunnya produktivitas seseorang apabila tidak diatasi.

 

Salah satu stress yang sering timbul di masa dewasa ini adalah stress kerja. Dalam usia dewasa pasti dari kita banyak yang sudah memasuki dunia kerja. Dunia kerja merupakan proses dimana kita berkontribusi untuk turut mengembangkan sebuah perusahaan atau tempat kerja, yang mana kita juga akan mendapatkan imbalan berupa salary. Di dalam setiap dunia kerja yakni perusahaan memiliki tantangan tersendiri teruntuk karyawannya guna memenuhi target tujuan perusahaan.

 

Tentu saja target perusahaan adalah kewajiban para karyawan yang harus lakukan untuk mencapai tujuan perusahaan dan mendulang keuntungan untuk perusahaan pula. Sebagai karyawan mau tidak mau harus mencapai target yang diberikan oleh perusahaan. Ada dua tipe karyawan, yaitu karyawan yang menyukai tantangan dan karyawan yang takut bahkan tidak malas untuk menghadapi tantangan. Tipikal karyawan yang menyukai tantangan biasanya memiliki jiwa kepemimpinan. Ketika menghadapi target maka karyawan tersebut akan bersemangat dan terus belajar untuk memenuhi target yang diberikan sehingga target pun akan bisa dicapainya. Sedangkan karyawan yang takut dan tidak suka dengan tantangan cenderung sulit untuk memenuhi target perusahaan. Akan tetapi dengan banyaknya target yang diberikan apakah semua karyawan bisa menerima dan melakukannya dengan hati senang?

 

Hampir seluruh karyawan pasti pernah merasakan strees akibat target yang diberikan oleh perusahaan, baik karyawan yang menyukai tantangan dan karyawan yang tidak suka dengan tantangan. Target ini memunculkan tekanan-tekanan tersendiri bagi karyawan. Para pekerja akan merasakan stress. Karyawan akan merasakan lelah hati, fikiran, bahkan juga fisik. Selain target perusahaan atau beban kerja yang menjadi faktor stress kerja, permasalahan rekan kerja, serta sikap dan sifat pimpinan juga sangat mempengaruhi. Ada banyak perusahaan yang memiliki pemimpin yang sangat otoriter dan sering berbuat seenaknya dengan bawahannya, memperlakukan bawahannya dengan perlakuan yang tidak baik misalnya. Jika karyawan yang sudah tidak tahan maka memilih untuk meninggalkan perusahaan (resign). Disatu sisi, ada hal-hal yang harus dipertimbangkan saat ingin resign dari pekerjaan. Harus berfikir bagaimana nasib setelah resign dan apakah mudah mencari pekerjaan lagi? Sedangkan memiliki banyak tanggungan terutama pada karyawan yang sudah berkeluarga ditambah dengan situasi dan kondisi saat ini karena hiruk pikuk Covid-19 yang mempengaruhi turunnya perekonomian pun tak kunjung berakhir sehingga sulit di masa saat ini untuk mencari pekerjaan.

 

Tidak sedikit pula yang memilih untuk tetap bertahan menghadapi situasi di lapangan pekerjaan dengan segala bentuk tekanan dan beban dengan segala konsekuensi yang didapat akibat stress kerja yang bisa berdampak pada mental dan fisiknya. Dengan begitu mereka pun juga harus bisa menjaga kesehatan mentalnya salah satunya dengan coping stress. Ada beberapa strategi coping stress yang perlu dilakukan untuk menjaga kesehatan mental karyawan antara lain ;

 

1.      Mengetahui apa peyebab dari stress yang dialami

Hal yang harus dilakukan pertama kali untuk mengatasi coping stress adalah mengetahui terlebih dahulu penyebab dari stress itu sendiri. Apakah stress tersebut muncul karena faktor eksternal atau internal. Apakah muncul karena faktor beban kerja, pimpinan, lingkungan kerja, rekan kerja, keluarga atau lainnya. Sehingga ketika kita bisa mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi stress kita, maka kita pun bisa memikirkan strategi usaha kita selanjutnya untuk keluar dari stress yang menghantui.

2.      Komunikasikan permasalahannya

Diskusikan hal yang menjadi beban yang dirasa sangat mengganggu fikiran sekaligus mental. Diskusikan kepada orang terdekat yang bisa menjadi pendengar baik dan bisa memberikan solusi seperti orangtua, rekan kerja yang terpercaya, dan juga atasan atau mungkin HRD yang dapat memberikan solusi.

3.      Lakukan hal-hal yang disukai

Untuk menghilangkan stress, langkah yang baik dilakukan adalah mencari hiburan. Melakukan kegiatan/hoby yang kita sukai adalah salah satu hal yang bisa menghibur diri sendiri. Menonton film, olahraga, mendengarkan musik, dll. Dapat dibantu juga mengonsumsi makanan yang sehat.

4.      Meredakan stress dengan liburan

Jika melakukan hobby kita saja tidak cukup untuk meredakan stress, maka cobalah untuk pergi keluar untuk liburan. Menghirup udara segar dan melihat pemandangan di luar bisa membuat diri kita lebih nyaman dan hati kita akan tambah gembira menetralisir stress berkepanjangan. Liburan adalah upaya yang bisa dilakukan untuk sementara melupakan beban kerja di perusahaan sekaligus merefresh pikiran. Setelah liburan kita akan lebih fresh, sehingga bisa bersiap kembali melakukan pekerjaan dan bersemangat untuk menghadapi tantangan dalam target yang harus dicapai.

5.      Konsultasikan kepada ahli (Psikolog)

Apabila semua strategi coping stress sudah dilakukan dan belum berhasil, maka jalan terakhir adalah konsultasikan kepada orang yang lebih mengerti dan lebih ahli yaitu Psikolog. Psikolog lebih paham terhadap apa yang kita alami dan bisa memberikan solusi yang tepat, bahkan terapi jika memang itu yang dibutuhkan untuk mengatasi stress pada klien yang mempengaruhi mental klien.


            Jika upaya coping stress dapat dilakukan secara optimal, maka kita bisa mengatasi stress sehingga kita bisa lebih bersemangat kembali menjalankan segala aktivitas. Ketika pikiran sudah jauh lebih fresh maka juga akan mempengaruhi mood kita yang otomatis menjadi lebih baik sehingga bisa meningkatkan produktifitas kita untuk bekerja kembali. Dengan begitu, ketika produktifitas meningkatm maka juga akan memberikan keuntungan untuk diri sendiri dan perusahaan tempat kita bekerja. Selain itu, diri kita dapat dinilai mampu bertanggung jawab dan profesional dalam bekerja dengan mampunya diri kita mengerjakan & menyelesaikan target yang ditentukan dan mampu mengatasi beban kerja yang menjadi faktor stress diri kita sendiri.


Referensi : -
(Berdasar hasil pemikiran sendiri)

0 komentar:

Posting Komentar