Meningkatkan Kepedulian Lingkungan melalui Kegiatan Plogging dan Gotong Royong Bersama Masyarakat
Disusun oleh:
Yufika Dwi Rezeki
NIM 25310440003
Psikologi Lingkungan — Kelas B
Esai Prestasi (EPres) ke-5
Dosen Pengampu : Dr. Arundati Shinta, M.A.
Juli 2026
Pada 11 Juli 2026, saya bersama seorang teman melakukan kegiatan plogging di kawasan Stadion Sultan Agung. Plogging merupakan aktivitas menggabungkan olahraga jogging dengan memungut sampah yang ditemukan di sepanjang rute. Kegiatan ini kami lakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekaligus membiasakan diri untuk tidak hanya menikmati fasilitas umum, tetapi juga ikut menjaganya. Peran saya dalam kegiatan tersebut adalah memungut dan mengumpulkan sampah yang berserakan di area stadion, kemudian memasukkannya ke dalam kantong sampah untuk dibuang pada tempat yang semestinya. Sebagian besar sampah yang kami temukan berupa botol plastik, gelas plastik sekali pakai, bungkus makanan, dan berbagai kemasan minuman. Pengalaman tersebut membuat saya menyadari bahwa sampah plastik masih menjadi jenis sampah yang paling banyak mencemari ruang publik.
Selanjutnya, pada 12 Juli 2026, saya mengikuti kegiatan gotong royong bersama warga . Kegiatan ini bertujuan menciptakan lingkungan yang lebih bersih, hijau, dan nyaman bagi masyarakat. Peran saya dalam kegiatan tersebut adalah membantu membuat taman lingkungan, menanam tanaman menggunakan pot dari bekas galon plastik, serta membantu menyiapkan tempat penampungan sampah plastik agar warga memiliki fasilitas untuk mengumpulkan sampah yang masih dapat didaur ulang. Saya juga ikut membersihkan area sekitar taman sehingga lingkungan menjadi lebih rapi dan asri.
Melalui kedua kegiatan tersebut, saya memperoleh pengalaman yang sangat berharga. Saya belajar bahwa kepedulian terhadap lingkungan tidak harus dimulai dari kegiatan berskala besar. Tindakan sederhana seperti memungut sampah saat berolahraga maupun bergotong royong bersama warga dapat memberikan dampak positif apabila dilakukan secara konsisten. Saya juga melihat bahwa barang bekas, seperti galon plastik, masih dapat dimanfaatkan kembali menjadi pot tanaman sehingga mampu mengurangi jumlah limbah sekaligus mempercantik lingkungan.
Pengalaman ini semakin meningkatkan kesadaran saya bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab setiap individu. Kebiasaan membuang sampah pada tempatnya, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, dan memanfaatkan kembali barang yang masih layak pakai merupakan langkah sederhana yang dapat dilakukan setiap orang. Saya berharap pengalaman ini dapat menjadi motivasi bagi saya untuk terus terlibat dalam berbagai kegiatan yang mendukung pelestarian lingkungan serta mengajak orang-orang di sekitar untuk melakukan hal yang sama.
.jpeg)



.jpeg)








0 komentar:
Posting Komentar