Menumbuhkan Kepedulian Melalui Partisipasi dalam Kegiatan Masyarakat
Disusun oleh:
Yufika Dwi Rezeki
NIM 25310440003
Psikologi Lingkungan — Kelas B
Esai Prestasi (EPres) ke-6
Dosen Pengampu : Dr. Arundati Shinta, M.A.
Juli 2026
Kehidupan bermasyarakat mengajarkan bahwa kepedulian tidak selalu ditunjukkan melalui tindakan yang besar. Berpartisipasi dalam kegiatan lingkungan, membantu sesama, dan meluangkan waktu untuk hadir ketika orang lain membutuhkan merupakan bentuk kontribusi sederhana yang dapat mempererat hubungan antarwarga. Selama bulan Juni hingga Juli 2026, saya mengikuti dua kegiatan yang memberikan pengalaman berharga mengenai pentingnya kerja sama, empati, dan kepedulian sosial.
Pada 9 Juni 2026, saya mengikuti rapat Karang Taruna yang diselenggarakan di lingkungan tempat tinggal. Rapat tersebut membahas beberapa agenda yang berkaitan dengan kegiatan masyarakat dan menjadi sarana bagi warga untuk berdiskusi serta menyampaikan berbagai usulan. Dalam kegiatan tersebut, saya membantu mencatat hasil rapat agar setiap keputusan yang telah disepakati dapat terdokumentasi dengan baik. Setelah rapat selesai, saya juga membantu membereskan makanan dan perlengkapan yang digunakan selama kegiatan berlangsung. Meskipun tugas tersebut terlihat sederhana, saya menyadari bahwa kelancaran sebuah kegiatan tidak hanya bergantung pada orang yang memimpin rapat, tetapi juga pada setiap individu yang bersedia mengambil bagian sesuai kemampuannya.
Pengalaman tersebut membuat saya memahami bahwa kerja sama tidak hanya ditunjukkan melalui penyampaian pendapat atau pengambilan keputusan, tetapi juga melalui kesediaan membantu menyelesaikan berbagai kebutuhan hingga kegiatan benar-benar selesai. Sikap saling membantu seperti ini menjadi salah satu wujud gotong royong yang masih terus dijaga di lingkungan masyarakat.
Selanjutnya, pada 13 Juli 2026, saya menjenguk seorang tetangga yang sedang menjalani masa pemulihan setelah mengalami luka bakar. Kunjungan tersebut saya lakukan sebagai bentuk kepedulian sekaligus untuk memberikan dukungan moral kepada beliau dan keluarganya. Melalui pertemuan tersebut, saya menyadari bahwa kehadiran seseorang sering kali memiliki arti yang lebih besar daripada yang dibayangkan. Walaupun saya tidak dapat membantu proses penyembuhan secara langsung, saya berharap perhatian, doa, dan dukungan yang diberikan dapat menjadi penyemangat bagi beliau untuk segera pulih.
Kedua kegiatan tersebut memberikan pelajaran bahwa kepedulian sosial dapat diwujudkan melalui berbagai cara, baik dengan membantu kelancaran kegiatan masyarakat maupun memberikan perhatian kepada sesama yang sedang mengalami kesulitan. Pengalaman tersebut juga mengingatkan saya bahwa membangun lingkungan yang harmonis tidak selalu memerlukan tindakan besar, tetapi dapat dimulai dari kesediaan untuk meluangkan waktu, bekerja sama, dan peduli terhadap orang-orang di sekitar. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting bagi saya untuk terus berkontribusi dalam kehidupan bermasyarakat.








0 komentar:
Posting Komentar