Senin, 20 Juli 2026

Esai Prestasi

 

Perjalanan Berbagi: Menenun Keterampilan dan Menganyam Teknologi


Banun Havifah Cahyo Khosiyono (24310440002)– Mahasiswa Psikologi UP45, Mata Kuliah Psikologi Lingkungan, Dosen: Dr. Arundati Shinta, M.A. Kelas B.

Jujur saja, jika mengingat kembali perjalanan beberapa bulan terakhir ini, hati saya selalu dipenuhi rasa hangat dan haru yang sulit dilukiskan. Sejak April 2026 hingga Juli 2026, saya berkesempatan untuk terlibat langsung dalam dua kegiatan pelayanan masyarakat yang sangat berkesan bagi hidup saya. Meskipun keterampilan dasar serta aktivitas berbagi ini sudah rutin dilakukan, periode empat bulan tersebut memberi warna tersendiri dalam pengabdian saya kepada masyarakat.

Kegiatan pertama yang saya jalankan menyasar kelompok ibu-ibu rumah tangga di lingkungan setempat tepatnya pada hari minggu, 12 April 2026. Melihat potensi kreativitas dan kebutuhan akan kegiatan produktif di rumah, saya tergerak untuk mendampingi mereka belajar menyulam tas benang berbahan dasar kain canvas dengan pembidang/pembingkai kayu bulat serta bermacam pola dan gambar bunga yang cantik. Peran saya dalam kegiatan itu adalah sebagai instruktur utama sekaligus fasilitator, tempat saya membimbing ibu-ibu secara telaten mulai dari teknik memindahkan pola, menyalin sketsa bunga, menusuk jarum, memadukan warna benang, hingga merapikan sulaman menjadi produk tas yang siap pakai. Rasa lelah seketika sirna setiap kali melihat senyum bangga dari wajah ibu-ibu saat berhasil menyelesaikan sulaman tas mereka sendiri, yang kini tidak hanya bisa dipakai sehari-hari tetapi juga bernilai jual.

Tak berhenti di situ, perjalanan pengabdian saya berlanjut pada kegiatan kedua yang berfokus pada digitalisasi pendidikan anak usia dini pada hari sabtu, 11 Juli 2026. Saya merangkul para ibu guru PAUD yang selama ini masih merasa canggung dan terbatas dalam menyusun media pembelajaran menarik bagi anak-anak. Peran saya dalam kegiatan itu adalah sebagai pelatih dan mentor teknis platform Canva, di mana saya memandu para guru secara bertahap memanfaatkan fitur-fitur Canva untuk membuat poster edukatif, lembar kerja siswa, serta presentasi visual yang interaktif. Melihat antusiasme ibu-ibu guru yang awalnya awam teknologi hingga akhirnya mahir menciptakan materi ajar sendiri merupakan sebuah pencapaian yang sungguh membanggakan.

Bagi saya, rangkaian pelayanan masyarakat sepanjang April 2026 hingga Juli 2026 ini bukan sekadar pemenuhan tugas atau kewajiban, melainkan sebuah proses belajar untuk saling menguatkan. Berbagi ilmu sulam tas dan teknologi digital membuktikan bahwa pemberdayaan masyarakat tidak selalu membutuhkan langkah raksasa, melainkan ketulusan untuk hadir, mendampingi, dan bertumbuh bersama.


0 komentar:

Posting Komentar