BELAJAR
BERTANGGUNG JAWAB TERHADAP SAMPAH SENDIRI
Yufika Dwi Rezeki
25310440003
Kelas
Psikologi Lingkungan – B
Esai 6
Dosen Pengampu: Dr. Arundati Shinta M.A.
Mei 2026
Pada
tanggal 17 Mei 2026, saya mengikuti kegiatan eksperimen pengelolaan sampah yang
diselenggarakan di kediaman Ibu Dr. Arundati Shinta, M.A. Kegiatan ini diikuti
oleh mahasiswa mata kuliah Psikologi Lingkungan serta beberapa peserta dari
masyarakat. Melalui kegiatan ini, kami belajar secara langsung mengenai
pentingnya bertanggung jawab terhadap sampah yang kami hasilkan serta
mempraktikkan berbagai cara pengolahan sampah organik yang bermanfaat bagi
lingkungan.
Sebagai
bagian dari kegiatan eksperimen, setiap peserta diminta membawa dua jenis
makanan ringan, yaitu satu makanan yang dibungkus plastik dan satu makanan yang
dibungkus daun pisang. Setelah makanan dikonsumsi, bungkus plastik dipisahkan
sebagai sampah anorganik, sedangkan daun pisang dimanfaatkan kembali dalam
proses pembuatan kompos. Dari kegiatan ini saya belajar bahwa pilihan kemasan
yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari dapat memengaruhi jumlah dan jenis
sampah yang dihasilkan.
Setelah
sesi pengantar, kami mulai melakukan praktik pengolahan sampah organik. Selama
kegiatan berlangsung, para peserta bekerja sama dan saling berbagi tugas agar
seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan lancar. Ada yang membantu
menyiapkan bahan, mencacah bahan organik, mengaduk campuran kompos, menyiapkan
eco enzyme, maupun mengikuti proses pembuatan sabun. Saya berkesempatan
mengikuti beberapa tahapan kegiatan pada pembuatan kompos, eco enzyme, dan
sabun eco enzyme.
Pada
proses pembuatan kompos, saya ikut mengiris daun pisang yang sebelumnya
digunakan sebagai pembungkus makanan menjadi potongan-potongan kecil agar lebih
mudah terurai. Setelah itu, saya membantu mengaduk campuran bahan kompos yang
terdiri atas rajangan daun pisang, dedak, dolomit atau kapur tani, POC,
rajangan daun sirih, bubuk kayu, rajangan sampah kebun, tetes tebu, dan EM4
hingga tercampur merata. Saya juga ikut membantu memindahkan campuran kompos ke
dalam wadah fermentasi yang telah disiapkan. Melalui kegiatan ini saya dapat
melihat secara langsung bahwa sampah organik yang sering dianggap tidak berguna
ternyata dapat diolah menjadi pupuk yang bermanfaat bagi tanaman dan
lingkungan.
Selain
membuat kompos, saya juga ikut berpartisipasi dalam pembuatan eco enzyme. Bahan
yang digunakan terdiri atas gula merah, kulit buah-buahan, dan air dengan
perbandingan 1:3:10. Saya membantu memasukkan bahan-bahan tersebut ke dalam
jerigen yang telah disiapkan untuk kemudian difermentasi. Kegiatan ini
memberikan pemahaman bahwa limbah organik rumah tangga masih memiliki nilai
guna apabila diolah dengan baik dan dapat dimanfaatkan kembali untuk berbagai
keperluan.
Kegiatan
berikutnya adalah pembuatan sabun eco enzyme. Saya ikut membantu dan mengamati
proses pembuatannya yang memanfaatkan cairan eco enzyme hasil fermentasi. Dari
kegiatan ini saya memahami bahwa hasil pengolahan limbah organik dapat
dimanfaatkan kembali menjadi produk yang berguna dalam kehidupan sehari-hari.
Pada
akhir kegiatan, setiap peserta membawa pulang hasil pengolahan sampah berupa
pupuk kompos dan sabun cair. Menariknya, kompos dan sabun cair yang diperkenalkan dalam kegiatan ini telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Saya merasa senang karena dapat melihat hasil
nyata dari proses yang telah dilakukan bersama. Pengalaman tersebut memberikan
pemahaman bahwa sampah tidak selalu menjadi barang yang tidak berguna, tetapi
dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat apabila dikelola dengan tepat.
Melalui eksperimen ini, saya memperoleh pengalaman yang berharga mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab. Saya belajar bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti mengurangi sampah, memilah sampah sesuai jenisnya, dan memanfaatkan kembali limbah organik yang dihasilkan. Kegiatan ini juga mengingatkan bahwa setiap individu memiliki tanggung jawab terhadap sampahnya sendiri. Dengan langkah-langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten, kita dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.



.jpeg)

.jpeg)
.jpeg)






0 komentar:
Posting Komentar