Jumat, 29 Mei 2026

ESAI 6: EKSPERIMEN TENTANG SAMPAH

BELAJAR BERTANGGUNG JAWAB TERHADAP SAMPAH SENDIRI

Yufika Dwi Rezeki

25310440003

Kelas Psikologi Lingkungan – B

Esai 6

Dosen Pengampu: Dr. Arundati Shinta M.A.

Mei 2026

Pada tanggal 17 Mei 2026, saya mengikuti kegiatan eksperimen pengelolaan sampah yang diselenggarakan di kediaman Ibu Dr. Arundati Shinta, M.A. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa mata kuliah Psikologi Lingkungan serta beberapa peserta dari masyarakat. Melalui kegiatan ini, kami belajar secara langsung mengenai pentingnya bertanggung jawab terhadap sampah yang kami hasilkan serta mempraktikkan berbagai cara pengolahan sampah organik yang bermanfaat bagi lingkungan.

Sebagai bagian dari kegiatan eksperimen, setiap peserta diminta membawa dua jenis makanan ringan, yaitu satu makanan yang dibungkus plastik dan satu makanan yang dibungkus daun pisang. Setelah makanan dikonsumsi, bungkus plastik dipisahkan sebagai sampah anorganik, sedangkan daun pisang dimanfaatkan kembali dalam proses pembuatan kompos. Dari kegiatan ini saya belajar bahwa pilihan kemasan yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari dapat memengaruhi jumlah dan jenis sampah yang dihasilkan.

Setelah sesi pengantar, kami mulai melakukan praktik pengolahan sampah organik. Selama kegiatan berlangsung, para peserta bekerja sama dan saling berbagi tugas agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan lancar. Ada yang membantu menyiapkan bahan, mencacah bahan organik, mengaduk campuran kompos, menyiapkan eco enzyme, maupun mengikuti proses pembuatan sabun. Saya berkesempatan mengikuti beberapa tahapan kegiatan pada pembuatan kompos, eco enzyme, dan sabun eco enzyme.

Pada proses pembuatan kompos, saya ikut mengiris daun pisang yang sebelumnya digunakan sebagai pembungkus makanan menjadi potongan-potongan kecil agar lebih mudah terurai. Setelah itu, saya membantu mengaduk campuran bahan kompos yang terdiri atas rajangan daun pisang, dedak, dolomit atau kapur tani, POC, rajangan daun sirih, bubuk kayu, rajangan sampah kebun, tetes tebu, dan EM4 hingga tercampur merata. Saya juga ikut membantu memindahkan campuran kompos ke dalam wadah fermentasi yang telah disiapkan. Melalui kegiatan ini saya dapat melihat secara langsung bahwa sampah organik yang sering dianggap tidak berguna ternyata dapat diolah menjadi pupuk yang bermanfaat bagi tanaman dan lingkungan.

 
Merajang daun pisang sebagai bahan pembuatan kompos.
Proses pencampuran rajangan daun pisang
dengan bahan-bahan kompos.
Campuran kompos dimasukkan ke dalam gentong
untuk proses fermentasi.

Selain membuat kompos, saya juga ikut berpartisipasi dalam pembuatan eco enzyme. Bahan yang digunakan terdiri atas gula merah, kulit buah-buahan, dan air dengan perbandingan 1:3:10. Saya membantu memasukkan bahan-bahan tersebut ke dalam jerigen yang telah disiapkan untuk kemudian difermentasi. Kegiatan ini memberikan pemahaman bahwa limbah organik rumah tangga masih memiliki nilai guna apabila diolah dengan baik dan dapat dimanfaatkan kembali untuk berbagai keperluan.

Kegiatan berikutnya adalah pembuatan sabun eco enzyme. Saya ikut membantu dan mengamati proses pembuatannya yang memanfaatkan cairan eco enzyme hasil fermentasi. Dari kegiatan ini saya memahami bahwa hasil pengolahan limbah organik dapat dimanfaatkan kembali menjadi produk yang berguna dalam kehidupan sehari-hari.

Pada akhir kegiatan, setiap peserta membawa pulang hasil pengolahan sampah berupa pupuk kompos dan sabun cair. Menariknya, kompos dan sabun cair yang diperkenalkan dalam kegiatan ini telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Saya merasa senang karena dapat melihat hasil nyata dari proses yang telah dilakukan bersama. Pengalaman tersebut memberikan pemahaman bahwa sampah tidak selalu menjadi barang yang tidak berguna, tetapi dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat apabila dikelola dengan tepat.

Melalui eksperimen ini, saya memperoleh pengalaman yang berharga mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab. Saya belajar bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti mengurangi sampah, memilah sampah sesuai jenisnya, dan memanfaatkan kembali limbah organik yang dihasilkan. Kegiatan ini juga mengingatkan bahwa setiap individu memiliki tanggung jawab terhadap sampahnya sendiri. Dengan langkah-langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten, kita dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.

0 komentar:

Posting Komentar