Minggu, 24 Mei 2026

ESAI 6 : EKSPERIMEN DIRUMAH DOSEN

 

Heni Dwi Anggreani

25310440001

Kelas Psikologi Lingkungan - B

Esai  6

Dosen Pengampu: Dr. Arundati Shinta M.A.

Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta

 

 

EKSPERIMEN PSIKOLOGI LINGKUNGAN DI RUMAH DOSEN : ASIIKNYA MENGELOLA SAMPAH ORGANIK

Lokasi Kegiatan : Kediaman Ibu Dr. Arundati Shinta M.A.

Tanggal              : 17 Mei 2026

Pukul                  :  09.00 Wib  s/d 11.00  Wib

Peserta               : Mahasiswa Psikologi dalam mata kuliah Psikologi Lingkungan

 

Pada hari minggu, saya dan temna-teman lainnya yang mengambil mata kuliah psikologi lingkungan, mengadakan eksperimen di kediaman dosen kami Ibu Arundati Shinta. Kegiatan eksperimen tersebut berlangsung dengan suasana yang aktif dan penuh antusiasme, para mahasiswa bersama dengan beberapa ibu-ibu dari warga setempat  yang juga ingin belajar membuat kompos, berkumpul di taman belakang rumah Ibu shinta untuk mempraktekan secara langsung seperti mebuat kompos, eco enzym dan sabun eco enzym.

Sebelum kegiatan dimulai, dosen telah membagikan terlebih dahulu materi untuk dipelajari oleh mahasiswa mengenai cara membuat dan memanen kompos, proses pembuatan eco enzym, cara memanen eco enzym, hingga tahap pembuatan sabun berbahan eco enzym. Mahasiswa kemudian dibagi menjadi beberapa kelompok agar setiap peserta dapat mencoba seluruh proses secara bergantian. Sebelumnya, setiap mahasiswa diminta membawa satu makanan yang dibungkus daun pisang dan satu makanan berbungkus plastik. Setelah makanan dihabiskan, sampah dipisahkan berdasarkan jenisnya. Sampah daun pisang dirajang kecil-kecil untuk dijadikan bahan kompos, sedangkan sampah plastik juga disendirikan.

Dalam proses pembuatan kompos, daun pisang yang telah dirajang dicampur dengan berbagai bahan seperti dedak, dolomit atau kapur tani, POC, rajangan daun sirih, bubuk kayu, rajangan sampah kebun yang telah dicacah menggunakan mesin, tetes tebu, dan EM4. Semua bahan diaduk hingga merata lalu dimasukkan ke dalam gentong dan diberi topping kompos matang. Selain belajar membuat kompos, mahasiswa juga mempelajari cara memanen kompos yang telah matang. Kompos halus dipisahkan menggunakan saringan, sedangkan kompos kasar digunakan langsung untuk tanaman. Kompos halus kemudian dicampur dengan bubuk kulit telur, abu gosok, dan bubuk arang agar kualitasnya semakin baik.

Kegiatan berikutnya adalah membuat eco enzym dengan perbandingan 1:3:10 antara gula merah, kulit buah, dan air. Gula merah dirajang lalu direbus sebelum dicampurkan bersama kulit buah dan air ke dalam jerigen tertutup rapat. Jerigen diberi selang kecil dan disambungkan dengan botol mineral ukuran sedang / tanggung sebagai saluran gas hasil fermentasi. Proses fermentasi minimal berlangsung selama tiga bulan sehingga setiap wadah harus diberi tanggal menggunakan spidol anti air. Setelah eco enzyme matang, cairannya disaring dan dimasukkan ke botol.

Tahap terakhir adalah membuat sabun eco enzyme menggunakan bahan seperti Mess (metyl, etyl dan sulfonat), garam industri Aminon, EDTA, gliserin, pewarna, dan air 3,5 Liter. Setelah semua bahan dicampur dan didiamkan semalaman, eco enzym hasil fermentasi kedua ditambahkan ke dalam campuran bahan sabun tadi. Kegiatan ini sangat menyenangkan karena kegiatan ini memberikan pengalaman langsung kepada kami mahasiswa mengenai pengelolaan sampah organik yang ramah lingkungan. Selain menambah pengetahuan, eksperimen ini juga menumbuhkan kesadaran bahwa sampah rumah tangga dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi lingkungan dan masyarakat.

0 komentar:

Posting Komentar