Heni Dwi Anggreani
25310440001
Kelas Psikologi Lingkungan
- B
Esai 6
Dosen Pengampu: Dr.
Arundati Shinta M.A.
Fakultas Psikologi
Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta
EKSPERIMEN PSIKOLOGI LINGKUNGAN DI RUMAH DOSEN : ASIIKNYA
MENGELOLA SAMPAH ORGANIK
Lokasi Kegiatan : Kediaman Ibu Dr. Arundati Shinta M.A.
Tanggal
: 17 Mei 2026
Pukul
: 09.00 Wib s/d 11.00 Wib
Peserta : Mahasiswa Psikologi dalam mata kuliah
Psikologi Lingkungan
Pada hari minggu,
saya dan temna-teman lainnya yang mengambil mata kuliah psikologi lingkungan,
mengadakan eksperimen di kediaman dosen kami Ibu Arundati Shinta. Kegiatan eksperimen
tersebut berlangsung dengan suasana yang aktif dan penuh antusiasme, para
mahasiswa bersama dengan beberapa ibu-ibu dari warga setempat yang juga ingin belajar membuat kompos,
berkumpul di taman belakang rumah Ibu shinta untuk mempraktekan secara langsung
seperti mebuat kompos, eco enzym dan sabun eco enzym.
Sebelum kegiatan
dimulai, dosen telah membagikan terlebih dahulu materi untuk dipelajari oleh
mahasiswa mengenai cara membuat dan memanen kompos, proses pembuatan eco enzym,
cara memanen eco enzym, hingga tahap pembuatan sabun berbahan eco enzym.
Mahasiswa kemudian dibagi menjadi beberapa kelompok agar setiap peserta dapat
mencoba seluruh proses secara bergantian. Sebelumnya, setiap mahasiswa diminta
membawa satu makanan yang dibungkus daun pisang dan satu makanan berbungkus
plastik. Setelah makanan dihabiskan, sampah dipisahkan berdasarkan jenisnya.
Sampah daun pisang dirajang kecil-kecil untuk dijadikan bahan kompos, sedangkan
sampah plastik juga disendirikan.
Dalam proses
pembuatan kompos, daun pisang yang telah dirajang dicampur dengan berbagai
bahan seperti dedak, dolomit atau kapur tani, POC, rajangan daun sirih, bubuk
kayu, rajangan sampah kebun yang telah dicacah menggunakan mesin, tetes tebu,
dan EM4. Semua bahan diaduk hingga merata lalu dimasukkan ke dalam gentong dan
diberi topping kompos matang. Selain belajar membuat kompos, mahasiswa juga
mempelajari cara memanen kompos yang telah matang. Kompos halus dipisahkan
menggunakan saringan, sedangkan kompos kasar digunakan langsung untuk tanaman.
Kompos halus kemudian dicampur dengan bubuk kulit telur, abu gosok, dan bubuk
arang agar kualitasnya semakin baik.
Kegiatan berikutnya
adalah membuat eco enzym dengan perbandingan 1:3:10 antara gula merah, kulit
buah, dan air. Gula merah dirajang lalu direbus sebelum dicampurkan bersama
kulit buah dan air ke dalam jerigen tertutup rapat. Jerigen diberi selang kecil
dan disambungkan dengan botol mineral ukuran sedang / tanggung sebagai saluran
gas hasil fermentasi. Proses fermentasi minimal berlangsung selama tiga bulan
sehingga setiap wadah harus diberi tanggal menggunakan spidol anti air. Setelah
eco enzyme matang, cairannya disaring dan dimasukkan ke botol.
Tahap terakhir adalah
membuat sabun eco enzyme menggunakan bahan seperti Mess (metyl, etyl dan
sulfonat), garam industri Aminon, EDTA, gliserin, pewarna, dan air 3,5 Liter.
Setelah semua bahan dicampur dan didiamkan semalaman, eco enzym hasil
fermentasi kedua ditambahkan ke dalam campuran bahan sabun tadi. Kegiatan ini
sangat menyenangkan karena kegiatan ini memberikan pengalaman langsung kepada kami
mahasiswa mengenai pengelolaan sampah organik yang ramah lingkungan. Selain
menambah pengetahuan, eksperimen ini juga menumbuhkan kesadaran bahwa sampah
rumah tangga dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi lingkungan dan
masyarakat.
.jpeg)






0 komentar:
Posting Komentar