Minggu, 24 Mei 2026

Essat 1 - Meringkas Jurnal Pengelolaan Sampah

 

Inovasi Pengelolaan Sampah Anorganik Melalui Daur Ulang dan Kreativitas Bernilai Ekonomi

Farrel Eza Sandiva

24310410241

Kelas Psikologi Lingkungan B

Tugas Essai 1

Dosen Pengampu : Dr. Arundati Shinta M.A

Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta

alamat : https://ejournal.sisfokomtek.org/index.php/jpkm/article/view/6430/4009

a. Pendahuluan

Kota Palangka Raya menghadapi masalah sampah yang cukup serius, dengan produksi lebih dari 160 ton sampah setiap hari. Kecamatan Pahandut dan Sebangau menyumbang sekitar 61 ton sampah per hari, terutama berupa sisa makanan dan plastik. Sampah plastik menjadi masalah utama karena sulit terurai dan dapat mencemari lingkungan. Meskipun pemerintah sudah menyediakan fasilitas pengelolaan sampah dan tenaga kerja, partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah masih rendah. Oleh karena itu, dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat bertema pengelolaan sampah anorganik melalui daur ulang dan kreativitas bernilai ekonomi.

Kegiatan ini melibatkan mahasiswa, dosen, dan masyarakat melalui sosialisasi, pelatihan, serta pendampingan untuk mengolah sampah plastik menjadi produk kerajinan, seperti bunga hias. Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) sekaligus membuka peluang ekonomi dari hasil daur ulang. Hasilnya, masyarakat menjadi lebih memahami pentingnya pengelolaan sampah dan mampu menghasilkan produk yang bermanfaat serta bernilai jual. Program ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengatasi masalah sampah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

 

b. Masalah

Di Kota Palangka Raya, pengelolaan sampah anorganik masih berfokus pada pengumpulan dan pembuangan, sehingga diperlukan solusi yang lebih menyeluruh. Sampah anorganik sebenarnya memiliki potensi ekonomi jika didaur ulang menjadi produk bernilai jual, seperti kerajinan tangan atau peralatan rumah tangga. Namun, kurangnya edukasi dan pelatihan membuat masyarakat masih menganggap sampah sebagai limbah yang tidak berguna.

Program “Inovasi Pengelolaan Sampah Anorganik melalui Daur Ulang dan Kreativitas Bernilai Ekonomi” hadir untuk meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus memberikan pelatihan keterampilan pengolahan sampah berdasarkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan mampu mengubah sampah menjadi peluang usaha yang dapat meningkatkan pendapatan dan menjaga lingkungan. Program ini juga bertujuan mengubah pandangan masyarakat bahwa sampah bukan hanya masalah, tetapi sumber daya yang bernilai dan dapat dimanfaatkan secara kreatif serta berkelanjutan.

 

c. Metode

Kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan pendekatan partisipatif dengan melibatkan masyarakat secara aktif dalam perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi program pengelolaan sampah anorganik di UPTD PST Kecamatan Pahandut dan Sebangau, Kota Palangka Raya. Kegiatan diawali dengan survei lapangan untuk mengetahui kondisi lingkungan, jenis sampah yang dominan, dan kebiasaan masyarakat dalam mengelola sampah. Selanjutnya dilakukan sosialisasi mengenai pentingnya pengelolaan sampah dengan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) serta potensi ekonomi dari daur ulang sampah.

Masyarakat kemudian mengikuti pelatihan praktik langsung mengolah sampah plastik dan botol bekas menjadi kerajinan seperti bunga hias. Setelah pelatihan, dilakukan pendampingan secara berkala untuk membantu peserta menerapkan keterampilan secara mandiri. Evaluasi dilakukan melalui wawancara, diskusi kelompok, dan kuesioner. Hasil kegiatan didokumentasikan dalam bentuk laporan, foto, dan video tutorial, serta disebarluaskan melalui media sosial dan platform akademik. Program ini diharapkan dapat mengurangi masalah sampah, meningkatkan kreativitas, membuka peluang ekonomi, dan menjadi contoh pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat yang dapat diterapkan di daerah lain.

 

d. Hasil dan Pembahasan

Kegiatan pengabdian masyarakat di Kecamatan Pahandut dan Sebangau, Kota Palangka Raya, bertujuan untuk mengatasi masalah sampah anorganik melalui daur ulang dan kreativitas bernilai ekonomi. Program ini melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama dengan dukungan dari UPTD PST. Kegiatan dimulai dengan survei dan diskusi untuk mengetahui kondisi pengelolaan sampah di masyarakat. Hasilnya menunjukkan bahwa sampah plastik dan botol bekas paling banyak dihasilkan namun belum dimanfaatkan dengan baik. Oleh karena itu, dibuat pelatihan berbasis prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle).

Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui sosialisasi dan pelatihan langsung. Masyarakat diajarkan cara memilah sampah dan mengubah limbah plastik menjadi kerajinan seperti bunga hias dan pernak-pernik yang memiliki nilai jual. Selain keterampilan teknis, peserta juga diberi edukasi tentang pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Program ini didukung oleh strategi seperti dukungan pemerintah, partisipasi masyarakat, peningkatan fasilitas pengelolaan sampah, edukasi berkelanjutan, dan inovasi daur ulang.

Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat menjadi lebih sadar pentingnya mengelola sampah. Sekitar 70% peserta mengaku mendapatkan pemahaman baru tentang pemilahan dan pengolahan sampah. Selain membantu menjaga lingkungan, program ini juga membuka peluang usaha dan meningkatkan ekonomi masyarakat. Program ini dinilai berhasil karena menggabungkan edukasi, pelatihan, pendampingan, dan kerja sama antara masyarakat, akademisi, dan pemerintah.

 

e. Kesimpulan

Program pengabdian masyarakat tentang pengelolaan sampah anorganik di Kecamatan Pahandut dan Sebangau, Kota Palangka Raya, berhasil meningkatkan kesadaran dan keterampilan masyarakat dalam mendaur ulang sampah menjadi produk bernilai ekonomi. Melalui pelatihan partisipatif, masyarakat mampu membuat kerajinan dari plastik dan botol bekas, seperti bunga hias dan pernak-pernik, yang dapat dijual.

Sebagian besar peserta tertarik melanjutkan kegiatan daur ulang secara mandiri, sehingga terjadi perubahan perilaku dalam pengelolaan sampah rumah tangga. Keberhasilan program juga didukung oleh kerja sama dengan UPTD PST setempat serta penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Secara keseluruhan, program ini tidak hanya membantu menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi dan dapat dijadikan contoh untuk diterapkan di daerah lain.


0 komentar:

Posting Komentar