Pengalaman Plogging di Jalan Kalurahan Sidokarto dan
Jalan Sembuh Wetan Godean Sleman
Moch Aziiz Suharyadi
24310410211
Kelas Psikologi Lingkungan – B
Tugas Essai 2
Dosen Pengampu : Dr. Arundati Shinta, M.A.
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45
Yogyakarta
Menjaga kebersihan lingkungan dapat dimulai dari diri sendiri, karena lingkungan yang bersih akan membuat masyarakat merasa nyaman, sehat, dan betah dalam beraktivitas. Namun pada kenyataannya, di masa sekarang masih banyak tempat umum dan pinggir jalan yang kurang terjaga kebersihannya akibat sampah plastik, bungkus makanan, botol minuman, serta daun kering yang sering terlihat berserakan di area publik. Di sisi lain, saat ini banyak orang juga mulai sadar dengan kesehatannya dan mulai rutin melakukan olahraga.
Kondisi tersebut mendorong munculnya gerakan plogging, yaitu sebuah aktivitas sederhana yang menggabungkan dua kegiatan dalam satu waktu antara olahraga ringan seperti berjalan kaki, jogging, atau lari santai, dengan aksi nyata memungut sampah di sekitar lingkungan selama perjalanan. Dalam penerapannya, aktivitas ini tidak hanya berfokus pada pengumpulan sampah umum, tetapi juga mencakup tindakan preventif keselamatan seperti pengambilan paku yang berserakan di jalanan publik. Kegiatan yang mulai dikenal di Indonesia sejak tahun 2018 ini menjadi solusi sederhana yang tidak hanya bermanfaat untuk masalah kesehatan individu, namun juga membantu mengurangi masalah pencemaran lingkungan. Manfaat plogging sendiri sangat beragam, antara lain untuk menyehatkan tubuh karena tubuh menjadi aktif bergerak, menenangkan pikiran karena dapat meningkatkan hormon kebahagiaan, membangun kepedulian sosial, serta menjaga lingkungan karena dapat mengurangi jumlah sampah di ruang publik.
Plogging kedua tidak jauh dari jalan kalurahan sidokarto saya lakukan pada tanggal 03 Mei 2026, dengan perjalana dimulai dari Jalan Kalurahan Sidokarto ke arah barat, menuju di jalan Sembuh Wetan berjalan ke utara menuju jalan bibis ke timur dengan jarak tempuh 3,6 km, pada pukul 16.00 sampai 17.30 WIB. Plogging yang saya kumpulkan masih sama dengan ploging pertama adalah paku dan bebrapa patahan besi yang dapat membahayakan pengendara yang lalu lalang. Hanya saja kalini saya bersepeda dan menggunakan alat yang saya bawa ada magnet besar bekas sound sistem. dan Diperoleh kurang lebih berat sekitar 1/2 kg terdapat paku, patahan - patahan besi. karena diderah saya baru terdapat pembanggunan di area lahan persawahan.
Permasalahan yang dihadapi sebelum
kegiatan plogging ini yaitu sulitnya menentukan jadwal agar ada yang
menemani saya melakukan plogging. Karena kegiatan ini sangat jarang
dilakukan di daerah sidokarto dan dusun sekitarnya, jadi saya merasa sedikit kurang percaya diri
jika harus melakukannya sendirian meskipun di jual dapat menghasilakan. Sedangkan permasalahan yang dihadapi selama
melakukan kegiatan plogging ini adalah keterbatasan kantong yang saya bawa saat bersepeda, sehingga sering kali sobek karena tertusuk besi atau paku yang tertancap.
Harapan saya ke depan, semakin banyak orang yang peduli dengan lingkungan, serta semakin maraknya kegiatan-kegiatan positif seperti plogging ini. Melalui kegiatan ini, saya menyadari bahwa menjaga lingkungan tidak selalu dengan tindakan yang besar. Tindakan kecil seperti di jalan yang kita lewati juga dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan dan orang-orang di sekitar.
.jpeg)







0 komentar:
Posting Komentar