Senin, 25 Mei 2026

ESAI 11: UTS PSIKOLOGI LINGKUNGAN

Penerapan Perilaku 3R dalam Kehidupan Sehari-hari untuk Mengurangi Timbulan Sampah

Yufika Dwi Rezeki

25310440003

Kelas Psikologi Lingkungan – B

Dosen Pengampu: Dr. Arundati Shinta M.A.

Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45

Yogyakarta

Permasalahan sampah masih menjadi salah satu masalah lingkungan yang sering ditemui di berbagai daerah. Penggunaan plastik sekali pakai yang terus meningkat menyebabkan jumlah sampah semakin banyak setiap harinya. Selain itu, masih banyak masyarakat yang belum terbiasa memilah sampah dan menjaga kebersihan lingkungan. Menurut saya, masalah sampah tidak hanya disebabkan oleh kurangnya fasilitas pengelolaan sampah, tetapi juga dipengaruhi oleh perilaku masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk membantu mengurangi timbulan sampah adalah menerapkan perilaku 3R, yaitu reduce, reuse, dan recycle. Konsep ini bertujuan untuk mengurangi penggunaan barang penyebab sampah, menggunakan kembali barang yang masih layak pakai, serta mendaur ulang sampah agar lebih bermanfaat. Menurut Chowdhury (2014), penerapan konsep 3R dapat membantu mengurangi timbulan sampah melalui perubahan perilaku masyarakat. Perilaku 3R cukup efektif diterapkan dalam berbagai kondisi sosial dan geografis karena dapat dimulai dari kebiasaan sederhana di lingkungan sekitar.

Bagan Hierarki 3R

REDUCE

(Mengurangi penggunaan barang penyebab sampah)

REUSE

(Menggunakan kembali barang yang masih layak pakai)

RECYCLE

(Mendaur ulang sampah menjadi barang baru yang bermanfaat)

Penerapan Reduce

Reduce berarti mengurangi penggunaan barang yang dapat menghasilkan sampah. Dalam kehidupan sehari-hari, saya mulai membawa tas belanja sendiri saat pergi ke minimarket agar mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai. Tas belanja ini bisa dilipat kecil sehingga mudah dibawa kemana-mana dan tidak memakan tempat. 


Membawa tas belanja sendiri
Selain itu, saya juga mulai mengurangi pembelian minuman kemasan dan lebih sering membawa tumbler (botol minum) sendiri ketika bepergian. Ini sudah saya terapkan sejak saya masih sekolah hingga sekarang. Menurut saya, kebiasaan sederhana seperti ini memang terlihat kecil, tetapi jika dilakukan secara konsisten dapat membantu mengurangi jumlah sampah plastik di lingkungan.
Membawa tumbler saat berpergian

Penerapan Reuse

Reuse berarti menggunakan kembali barang yang masih bisa dipakai agar tidak langsung menjadi sampah. Saya pernah memanfaatkan bungkus deterjen bekas menjadi apron sederhana yang masih dapat digunakan kembali. Saya membantu mengumpulkan sampah plastik dan ibu menjahitnya menjadi apron atau celemek.

Hasil apron yang kami buat dari sampah plastik
Dari pengalaman tersebut, saya menyadari bahwa barang yang biasanya dianggap sampah ternyata masih bisa dimanfaatkan menjadi sesuatu yang berguna. Menurut saya, kegiatan seperti ini juga dapat membantu mengurangi sampah plastik rumah tangga dan melatih kreativitas.

Penerapan Recycle

Recycle merupakan proses mendaur ulang sampah menjadi barang baru yang lebih bermanfaat. Saya pernah mengikuti kegiatan pembuatan eco enzyme dari limbah organik seperti kulit buah di rumah ibu Shinta. Dari kegiatan tersebut, saya belajar bahwa sampah organik yang biasanya dibuang ternyata masih dapat dimanfaatkan kembali.

Selain itu, saya juga pernah mengunjungi TPST Randu Alas di Sleman, Yogyakarta. Di tempat tersebut saya melihat proses pemilahan sampah organik dan anorganik sebelum diolah kembali. Menurut saya, pengelolaan sampah seperti ini dapat membantu mengurangi jumlah sampah yang menumpuk di lingkungan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

 

Berkunjung ke TPST Randu Alas

Menurut saya, penerapan perilaku 3R juga perlu didukung oleh edukasi lingkungan sejak dini agar masyarakat lebih terbiasa menjaga kebersihan dan memilah sampah. Selain itu, lingkungan sosial juga memiliki pengaruh besar terhadap perilaku seseorang dalam mengelola sampah. Jika masyarakat saling mengingatkan dan memberi contoh yang baik, maka kesadaran menjaga lingkungan dapat meningkat secara perlahan.

Kesimpulan

Perilaku 3R merupakan salah satu cara yang efektif untuk membantu mengurangi timbulan sampah di lingkungan masyarakat. Reduce dapat dilakukan dengan mengurangi penggunaan barang sekali pakai, reuse dilakukan dengan memanfaatkan kembali barang yang masih layak pakai, sedangkan recycle dilakukan dengan mendaur ulang sampah agar lebih bermanfaat.

Permasalahan sampah tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah saja, tetapi juga membutuhkan kesadaran masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Kebiasaan sederhana seperti membawa tas belanja sendiri, menggunakan botol minum pribadi, serta memanfaatkan kembali barang bekas dapat membantu mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan.

Jika perilaku 3R diterapkan secara konsisten dan dimulai dari hal-hal kecil, lingkungan dapat menjadi lebih bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat.

Daftar Pustaka

Ali, N.E.H., Talmizi, N.M., Wahab, S.N.A., Rijal, N.S., Rased, A.N.N.W.A., & Saleh, A.A. (2021). Solid waste management hierarchy: An empirical investigation. Conference: Changing Lives in Brilliant Ways International Invention & Innovative Competition (InIIC).

Bahraini, A. (2023). Apa itu 3R? Pengertian reduce, reuse, recycle dan contohnya. Waste4Change.

Chowdhury, A.H., Mohammad, N., Ul Haque, Md.R., & Hossain, T. (2014). Developing 3Rs (reduce, reuse and recycle) strategy for waste management in the urban areas of Bangladesh. IOSR Journal of Environmental Science, Toxicology and Food Technology, 8(5), 09–18.


0 komentar:

Posting Komentar