Komitmen Perilaku Pro-Lingkungan dalam Mengelola Sampah
Yufika Dwi Rezeki
25310440003
Kelas Psikologi Lingkungan – B
Dosen Pengampu: Dr. Arundati Shinta M.A.
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45
Yogyakarta
atau klik disini > Video Komitmen Pro Lingkungan
Permasalahan sampah menjadi isu yang cukup dekat dengan kehidupan saya sehari-hari. Salah satu kejadian yang membuat saya semakin sadar adalah berita tentang pengendara yang mengalami kecelakaan setelah menghindari tumpukan sampah di daerah Giwangan. Lokasi kejadian tersebut berada di wilayah yang cukup dekat dengan lingkungan tempat tinggal saya, sehingga saya merasa bahwa persoalan sampah bukan hanya masalah umum yang jauh dari kehidupan pribadi, tetapi juga dapat terjadi di lingkungan sekitar. Peristiwa ini menunjukkan bahwa sampah yang tidak dikelola dengan baik bukan hanya mengganggu kebersihan, tetapi juga dapat berdampak pada keselamatan, kenyamanan, dan kualitas hidup masyarakat.
Melihat hal tersebut, saya semakin menyadari pentingnya perilaku pro-lingkungan dalam kehidupan sehari-hari. Perilaku peduli lingkungan tidak harus selalu dimulai dari tindakan besar, tetapi dapat dimulai dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten.
Komitmen saya terhadap perilaku pro-lingkungan sebenarnya sudah dimulai dari kebiasaan kecil yang saya lakukan sejak lama. Saya terbiasa membawa tumblr (botol minum) ke mana pun sejak masih sekolah hingga sekarang. Kebiasaan ini membantu saya mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai. Selain itu, saya juga menggunakan tas belanja sendiri yang dapat dilipat kecil sehingga mudah dibawa dan digunakan saat berbelanja. Dengan membawa tas belanja sendiri, saya dapat mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai.

2.jpeg)
Selain mengurangi sampah, saya juga belajar untuk memanfaatkan kembali barang yang masih bisa digunakan. Di rumah, saya membantu ibu mengumpulkan kemasan bekas agar dapat diolah menjadi barang yang lebih berguna, misalnya celemek dari kemasan bekas. Kegiatan ini membuat saya memahami bahwa sampah tidak selalu harus langsung dibuang. Sampah dapat memiliki nilai baru apabila dikelola dengan baik, baik sebagai barang yang bermanfaat maupun sebagai sesuatu yang memiliki nilai ekonomi.
Setelah mempelajari Psikologi Lingkungan, saya semakin menyadari bahwa perilaku peduli lingkungan tidak cukup hanya dilakukan sesekali. Perilaku tersebut perlu dilakukan secara konsisten agar menjadi kebiasaan. Dalam psikologi lingkungan, perilaku manusia dipengaruhi oleh hubungan antara individu dan lingkungannya. Lingkungan yang bersih dapat meningkatkan rasa nyaman, aman, dan tenang. Sebaliknya, lingkungan yang kotor dapat menimbulkan rasa tidak nyaman, mengganggu aktivitas, bahkan menurunkan kualitas hidup.
Oleh karena itu, saya berkomitmen untuk lebih konsisten memilah sampah, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, menggunakan kembali barang yang masih layak, serta mengumpulkan sampah yang masih memiliki nilai guna atau nilai jual. Saya percaya bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari diri sendiri dan dari kebiasaan kecil yang dilakukan terus-menerus. Dengan komitmen ini, saya berharap dapat menjadi pribadi yang lebih peduli terhadap lingkungan serta ikut menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan nyaman.







0 komentar:
Posting Komentar