Senin, 25 Mei 2026

ESSAY 11 - UTS PSIKOLOGI LINGKUNGAN PENERAPAN HIERARKI 3R DALAM MENANGGULANGI SAMPAH

Berliana Adinda Putri Wiyanto

24310410216

Psikologi Lingkungan B

Tugas Essay UTS

Dosen Pengampu : Dr. Arundati Shinta, M.A.

Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi Yogyakarta


Pada saat ini, permasalahan tentang sampah telah menjadi salah satu isu darurat lingkungan yang telah berkembang di Indonesia dan sangat dekat dengan kehidupan masyarakat. Setiap harinya, jumlah sampah semakin bertambah. Hal ini menunjukkan bahwa pemahaman masyarakat tentang pengelolaan sampah masih perlu diperbaiki. Menurut saya, kita sebagai masyarakat harus mulai menerapkan urutan pengelolaan sampah dengan konsep 3R (Reduce, Reuse, dan Recycle) karena konsep pengelolaan ini adalah cara yang efektif untuk mengurangi penumpukan sampah. Kita bisa mulai menerapkan konsep tersebut dari lingkup paling kecil dalam bermasyarakat, yaitu lingkungan keluarga. Sejak dini, kita bisa memberikan pemahaman dan mengajarkan anak-anak kita tentang bagaimana cara pengelolaan sampah yang baik dan benar tanpa menyebabkan polusi udara atau tanah yang berlebih.


Bagan Hierarki 3R

Reduce → Mengurangi penggunaan barang yang dapat menghasilkan sampah

Reuse → Menggunakan kembali barang yang masih layak digunakan

Recycle → Mendaur ulang sampah menjadi barang baru yang bermanfaat


Dalam konsep pengelolaan sampah tersebut, reduce merupakan konsep hierarki yang paling penting. Hal itu karena tujuan dari reduce sendiri adalah guna mengurangi sampah sejak awal. Menurut saya, mengurangi adalah langkah yang paling penting dibandingkan dengan menggunakan kembali dan mendaur ulang karena mengurangi merupakan langkah paling awal, atau bisa dikatakan sebagai pencegahan awal untuk mencegah terlalu banyak sampah yang dibuat manusia. Untuk mendukung langkah pencegahan awal itu, kita sebagai masyarakat bisa mulai dengan menerapkan hal hal yang sederhana. Misalnya, kita bisa mulai membawa bekal makan dan minum dari rumah. Plastik bekas wadah makan dan botol minuman plastik akan dapat dikurangi bila kita membawa wadah bekal yang bukan hanya untuk sekali pakai dari rumah. Selain itu, kita juga bisa mulai membiasakan untuk membawa tas belanja kain sendiri dari rumah. Hal itu akan membantu untuk mengurangi sampah plastik bekas kantong belanja. Ketika kita bisa mulai menjadi contoh, 10 orang hingga 100 orang yang mengikuti dapat membantu membuat perubahan yang besar bagi lingkungan.

Selain melakukan pencegahan penggunaan plastik sekali pakai, kita bisa menggunakan konsep reuse, yaitu menggunakan kembali barang yang masih bisa digunakan. Contoh sederhananya, kita bisa memakai kembali kardus bekas yang masih layak pakai sebagai tempat untuk menyimpan barang atau menggunakan galon plastik bekas untuk pot tanaman. Kebiasaan ini bisa membantu jumlah sampah yang ada di rumah.

Yang terakhir adalah recycle, yaitu mendaur ulang sampah menjadi barang baru yang lebih berguna. Daur ulang sangat bermanfaat untuk mengurangi sampah, namun kendalanya, proses ini memerlukan fasilitas, pengetahuan, dan biaya. Ada tempat tersendiri untuk melakukan daur ulang dan tidak semua masyarakat memiliki kemampuan untuk mendaur ulang sampah. Maka dari itu, reduce dan reuse menjadi cara yang lebih sederhana untuk mengurangi dan mengelola sampah.

Menurut saya, suksesnya penerapan 3R sangat dipengaruhi oleh kesadaran dan tindakan masyarakat. Saya pun saat ini berusaha untuk selalu menerapkan konsep 3R dalam kehidupan saya sehari hari. Apalagi sekarang, banyak orang yang sudah paham pentingnya menjaga lingkungan walaupun terkadang, masih ada orang-orang yang sulit menerapkan kebiasaan baik menjaga lingkungan tersebut. Contohnya, masih sering ditemukan orang yang membuang sampah sembarangan, memusnahkan sampah dengan cara membakarnya, atau masih sering memakai plastik sekali pakai karena dianggap lebih mudah dan praktis. Kondisi ini menunjukkan bahwa untuk mengubah perilaku terhadap lingkungan, masyarakat tidak cukup hanya dibekali dengan pengetahuan, tetapi juga harus mulai membangun kebiasaan dengan dukungan dari lingkungan sosial.

Masalah sampah bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga tanggung jawab kita semua sebagai masyarakat yang tinggal di lingkungan. Sudah semestinya masyarakat ikut berpartisipasi menjaga lingkungan dengan fasilitas yang disediakan oleh pemerintah. Karena itu, penting untuk terus menanamkan pemahaman tentang perilaku 3R dimanapun, baik di lingkungan keluarga, maupun masyarakat.

Saya sangat setuju bahwa konsep hierarki 3R adalah cara yang baik, efektif, dan berkelanjutan untuk mengurangi permasalahan sampah. Mengurangi (reduce) adalah langkah paling penting karena mengurangi merupakan langkah paling awal mencegah munculnya sampah. Menggunakan kembali (reuse) dan mendaur ulang (recycle) juga sangat penting sebagai cara untuk mengelola sampah yang sudah ada. Jika pemerintah dan masyarakat bisa saling bekerja sama untuk menerapkan perilaku 3R dengan konsisten, maka kita bisa mendapatkan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan nyaman.


Daftar Pustaka

Ali, N.E.H., Talmizi, N.M., Wahab, S.N.A., Rijal, N.S., Rased, A.N.N.W.A., & Saleh, A.A. (2021). Solid waste management hierarchy: An empirical investigation.

Bahrani, A. (2023). Apa itu 3R? Pengertian reduce, reuse recycle dan contohnya. Waste4Change.

Chowdhury, A.H., Mohammad, N., Ul Haque, Md.R., & Hossain, T. (2014). Developing 3Rs (reduce, reuse and recycle) strategy for waste management in the urban areas of Bangladesh. IOSR Journal of Environmental Science, Toxicology and Food Technology.

0 komentar:

Posting Komentar